OUR NETWORK

Membangun dengan Data

Secara historis, penggunaan data dalam aktivitas pembangunan sudah dimulai sejak zaman romawi kuno

Data menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebuah keterangan yang benar dan nyata. Data juga dapat didefinisikan sebagai sebuah karakteristik atau informasi  berupa angka, gambar, atau simbol yang dapat menggambarkan suatu hal. Data sangat terkait erat dengang kehidupan manusia. Data  biasanya digunakan sebagai navigator untuk keperluan pembangunan.

Secara historis, penggunaan data dalam aktivitas pembangunan sudah dimulai sejak zaman romawi kuno. Metode pengumpulan data seperti sensus, sudah di gunakan oleh kekaisaran romawi kuno dalam hal pengumpulan pajak. Pada dasarnya penggunaan data pada zaman itu bertujuan untuk pembangunan peradaban.

Menakar pembangunan suatu negara, harus menggunakan formula yang tepat. Pembangunan yang dimaksud yaitu pembangunan pada segala bidang, baik pembangunan di bidang ekonomi, sosial kemasyarakatan, sumber daya manusia, lingkungan, budaya, serta ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

Perencanaan yang diatur oleh pemerintah harus benar-benar efektif agar pembangunan tidak salah sasaran. Sebagai sebuah negara berkembang, Indonesia  harus memiliki sebuah perencanaan pembangunan yang terarah. Hasil dari pembangunan harus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Oleh karena itu, data dibutuhkan sebagai sebuah instrumen yang akurat, agar perencanaan pembangunan tidak salah sasaran. Data dapat diibaratkan seperti sistem navigasi pada kapal atau pesawat. Sistem ini akan mengarahkan kapal dan pesawat untuk dapat sampai ke tempat tujuan.

Dasar hukum penggunaan data untuk perencanaan pembangunan terdapat dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) yang berbunyi “Perencanaan pembangunan didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan”. Menurut Undang-Undang, Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan lembaga yang yang bertanggung jawab dalam hal penyediaan data untuk keperluan pembangunan nasional.

Proses dalam menghasilkan data dibagi kedalam beberapa kegiatan statistik yaitu, perencanaan, pengumpulan, pengolahan, analisis dan interprestasi, serta diseminasi. Metode pengumpulan data yang paling sering didengar yaitu survei dan sensus. Selain survei dan sensus, pencatatan administrasi juga sering digunakan untuk pengumpulan data, terutama yang berhubungan dengan data kependudukan.

Beberapa contoh kegiatan pengumpulan data di Indonesia yaitu sensus penduduk, sensus ekonomi, sensus pertanian, survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS), ataupun pencatatan administrasi yang biasanya dilakukan oleh Dukcapil. Beberapa indikator capaian pembangunan yang dihasilkan dari kegiatan pengumpulan data yaitu seperti angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia (IPM), dan tingkat pengangguran.

Agar perencanaan pembangunan tidak salah arah, maka data yang dihasilkan harus benar-benar akurat sesuai dengan keadaan di lapangan. Oleh sebab itu, metode yang digunakan harus sesuai dengan kaidah statistika yang benar. Pengumpulan data yang mengikuti kaidah statistika, akan menghasilkan data  yang berkualitas dan terpercaya.  Data yang berkualitas dan terpercaya, dapat membantu pemerintah dalam menetapkan kebijakan, seperti pengentasan kemiskinan dan pengangguran, menurunkan ketimpangan, maupun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Dalam hal pemanfaatannya untuk pembangunan, data dapat digunakan sebagai dasar perencanaan serta sebagai alat kontrol suatu pembangunan. Selain itu, data juga dapat menjadi dasar bagi evaluasi pelaksanaan pembangunan nasional.

Dasar Perencanaan Pembangunan

Perencanaan  pembangunan  yang matang, membutuhkan data sebagai dasarnya. Data yang digunakan juga harus merupakan data yang akurat dan akuntabel. Hal ini diperlukan agar pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dapat terarah dan hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Data yang berkualitas dan akurat juga, haruslah ditunjang dengan penafsiran yang benar oleh para pengguna data. Oleh sebab itu, interpretasi terhadap data harus sesuai, agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran.

Selain sebagai dasar perencanaan, data juga berperan penting dalam mengkaji sektor-sektor pembangunan yang paling dibutuhkan. Data membantu pemerintah untuk menetapkan prioritas dalam perencanaan pembangunan. Perencanaan pembangunan tanpa menggunakan data dapat berakibat kepada hasil pembangunan yang tidak seusai target. Dengan data, pemerintah dapat menetapkan kebijakan-kebijakan tepat untuk suatu permasalahan.

Alat Kontrol 

Sebuah pembangunan harus terus dikontrol agar capaian yang ditargetkan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam hal ini, data dapat berperan sebagai salah satu komponen untuk mengontrol jalannya pembangunan.

Contohnya pemerintah dapat mengontrol jalannya pembangunan ekonomi melalui beberapa indikator seperti produk domestik bruto (PDB), inflasi, angka kemiskinan, dll. Begitupun di bidang kesehatan seperti pembangunan infrastruktur kesehatan, kebutuhan akan tenaga medis, dsb. Data juga dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengecek progres program pembangunan yang sedang dilakukan.

Dasar Evaluasi Pembangunan

Evaluasi dibutuhkan untuk menganalisis capaian target pembangunan oleh pemerintah. Data dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi hasil capaian program pembangunan. Data dapat menunjukan berapa persen keberhasilan dari suatu pembangunan. Selain itu data dari pencapaian pembangunan, bisa digunakan oleh pemerintah untuk menetapkan kebijakan serta perencanaan pembangunan kedepannya. Data juga bisa menjadi knowlegde management untuk keperluan pembangunan di masa yang akan datang.

Perencanaan pembangunan harus terintegrasi guna output yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi peningkatan kesejahtraan masyarakat. Data sangat dibutuhkan sebagai sebuah instrumen penting agar pembangunan dapat terintegrasi dengan baik. Dengan data kita bisa mengetahui jumlah penduduk miskin, dengan data kita bisa menghitung jumlah kekayaan negara, dan dengan data kita bisa menghitung jumlah infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Data yang digunakan untuk keperluan pembangunan sesungguhnya berasal dari masyarakat. Masyarakat harus memberikan informasi yang benar, agar data yang dikumpulkan merupakan fakta keadaan sebenarnya di lapangan. Sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya data dalam pembangunan, harus terus dilakukan guna menciptakan generasi yang cinta dengan data.

Mari membangun dengan data…

Mahasiswa/Pegiat Dunia Penulisan

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…