OUR NETWORK

Membaca Peta Politik Amien Rais

Beberapa waktu lalu, KPK menyebut Amien Rais menerima aliran dana terkait kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) sebesar Rp 600 juta. aliran dana itu di terima 3 tahap dalam kurun waktu 6 bulan.
Menanggapi pernyataan KPK tersebut, Amien Rais pun akhirnya angkat bicara. Dalam konferensi pers nya, Amien Rais menyebut bahwa aliran dana yang ia terima merupakan sumbangan dari pengusaha yang baik hati yang gunanya untuk kepentingan dakwah. lalu Amien Rais menyebutkan bahwa akan mendatangi KPK untuk melakukan klasifikasi atas tuduhan yang dilontarkan kepadanya.
Tanggapan KPK
Menanggapi rencana Amien Rais yang akan mendatangi KPK untuk mengklarifikasi, KPK melalui juru bicaranya, KPK pun menyatakan bahwa langkah yang akan dilakukan Amien Rais tidak dapat dibenarkan. sebab bila tujuannya ia datang ke KPK untuk klasifikasi, maka KPK tidak dapat menerimanya.
Amien Rais pun mendatangi KPK, benar saja niatnya untuk mengklarifikasi tuduhan kepadanya di tolak oleh KPK. Setelah menerima penolakan dari KPK, Amien Rais pun mulai melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversi dengan mengatakan bahwa KPK itu busuk.
Melihat hal itu, pernyataan bapak reformasi itu tidak ubahnya seperti pernyataan para koruptor pada umumnya. mereka melakukan berbagai cara untuk menyerang KPK sembari berharap KPK gencar untuk mengusut kasusnya.
Kita sama-sama tau bahwa setiap orang yang terlibat kasus korupsi selalu saja menyerang dan mengkerdilkan KPK seperti yang dikatakan Abraham Samad, saat para pemburu koruptor itu telah sampai di depan pintu, maka datanglah perlawanan dari koruptor. berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari kriminalisasi, revisi UU, dan yang terbaru mengkerdilkan KPK dengan melontarkan tuduhan yang aneh-aneh terhadap KPK. tujuannya pun sudah dapat di prediksi, yaitu untuk membangun opini publik agar membenci KPK atau tidak lagi percaya pada KPK, apalagi yang berbicara demikian itu tokoh sekelas Amien.
Yang lebih memprihatinkan lagi, para politikus pun beramai-ramai menyatakan dukungan terhadap Amien. bahkan ada pula yang mengatakan tindakan KPK itu tidak sesuai dengan prinsip negara hukum. padahal bila kita telusuri, politikus yang mengatakan hal demikian itu adalah orang yang selama ini berbicara blak-blakan yang dapat dikatakan tidak menghormati hukum, sekelas Fahri Hamzah.
Menjatukah Diri Sendiri
Langkah politis yang tengah diambil oleh Amien Rais sejatinya hanya akan menjatuhkan dirinya di mata masyarakat Indonesia sebab dengan berkomentar miring terhadap KPK, itu sama saja dengan mencaci maki lembaga negara yang dicintai oleh rakyat. Sekaligus langkah Amien Rais tersebut mengindikasikan bahwa ia kini bergabung dengan orang-orang yang berambisi melumpuhkan KPK.
Dengan bergabungnya Amien Rais ke dalam lingkaran politik pelemahan KPK, maka lengkap sudah sebuah pasukan untuk membombardir KPK dari segala sisi. DPR berperan sebagai ujung tombak untuk mengkerdilkan KPK dengan cara terus mengusik kewenangan KPK. Sementara Amien Rais berperan sebagai orang yang bertugas untuk membangun opini publik agar benci terhadap KPK.
Hal ini tentu mengambarkan bahwa setiap koruptor itu telah menyiapkan dan menggunakan berbagai cara untuk terbebas dari jeratan penegak hukum. Bahkan, mereka juga berambisi untuk menghancurkan sistem pemberantasan korupsi itu sendiri. Meminjam istilah virus-virus yang digunakan Michael Cerres (1990), para koruptor juga sedang mempersiapkan anti-bodi untuk gerakan pemberantasan korupsi. Gencarnya visrus korupsi dilawan dengan anti virus pemberantasan korupsi, akan tetapi virus tidak diam dalam mengembangkan diri untuk melawan anti virus pemberantasan itu sendiri. (Zainal Arifin Mochtar: 2016)
Cara-cara yang demikian itu mustahil dilakukan oleh orang-orang baik. Dalam artian, hanya orang-orang yang terlibat, atau setidaknya berpotensi untuk korupsi saja yang akan melakukannya. Ini juga menunjukkan bahwa bayak pihak yang merasa terancam dengan kewenangan yang dimiliki KPK untuk memberantas korupsi. KPK seolah mengganggu zona nyaman mereka (para koruptor). Di saat suara-suara yang menggangu itu sampai di depan pintu, bahkan masuk kedalam rumah, keluarlah perlawanan balik dari para koruptor dan antek-anteknya (corruptor fight back). (Abraham Samad: 2016)
Dalam kasus Amien, langkah yang ia ambil merupakan bentuk ketakutan terhadap proses hukum yang tengah menantinya. Langakah yang ia ambil berpotensi menimbulkan kegaduhan politik yang dapat membahayakan upaya pemberantasan korupsi. Sebab Amien Rais merupakan Bapak reformasi yang dihormati banyak orang. Perkataanya dapat menjadi provokasi bagi orang-orang yang percaya dan menghargai jasa-jasa beliau terhadap bangsa. Amien Rais harusnya menghormati proses hukum yang ada di KPK. bila benar ia merasa tidak terlibat, mengapa harus takut berhukum dengan KPK. jika memang tidak terlibat korupsi, nanti di pengadilan juga akan di putus tidak bersalah. Pada dasarnya, Amin Rais harusnya percaya terhadap proses hukum menyangkut masalah yang melibatkan namanya.

antoniputra94
merupakan Paneliti di Lembaga Antikorupsi Integritas, Padang. penulis juga merupakan anggota penuh dari UKM pengenalan hukum dan politik Universitas Andalas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.