Sabtu, Januari 16, 2021

Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta

Cak Nur, Gus Dur, Kuntowijoyo, dan Tradisi Intelektual Islam

“Cobalah kita renungkan apa makna kenyataan sejarah sederhana ini: Ketika Imam Al- Ghazali menulis karya yang ditujukan untuk mengkritik  para filsuf muslim, khususnya Ibn...

Menyematkan Kembali Sebutan Negara Agraris

Indonesia impor beras lagi. Padahal negara yang subur makmur ini, dulu pernah memproklamirkan dirinya sebagai negara agraris atau negara pertanian. Sebutan itu tidak lain...

Sejarah Matinya Demokrasi di Berbagai Negara

Dalam konteks modern, demokrasi dianggap sebagai sebuah sistem politik terbaik. Mengutip buku Demokrasi Politik dalam Paradoks yang ditulis oleh Budiarto Danujaya yang diterbitkan oleh Gramedia...

Reaktualisasi pemahaman keberagaman kita

Potret Indonesia dewasa ini memasuki dinamika yang cukup rumit. Banyak sekali permasalahan yang harus dihadapi. Semisal masalah pilkada yang tak henti-hentinya menimbulkan kemelut panas....
Rohit Manese
Mahasiswa Pascasarjana IIS UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dan Kabid. RPK DPD IMM Sulawesi Utara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pada 6-9 Februari 2020 telah melaksanakan Tanwir yang ke XXVIII. Musyawarah tertinggi setelah Muktamar ini, berhasil dan sukses di laksanakan. Lombok, Nusa Tenggara Barat merupakan saksi sejarah pelaksanaan kegiatan rutin ini.

Para Peserta Musyawarah yang merupakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM dari seluruh provinsi di Indonesia, dalam proses musyawarahnya  saling menerima, menghormati dan menghargai berbagai perbedaan pendapat. Hal ini menunjukan bahwa Tanwir yang dilaksanakan di pulau seribu masjid ini berjalan dengan aman, damai, sejuk bahkan menggembirakan.

Sebagai organisasi otonom dari Muhammadiyah dan merupakan salah satu entitas komunal yang berada di negara demokratis, dalam Tanwir ini IMM menunjukan bahwa  organisasi berlambangkan pena ini mengejewantahkan dan mengamalkan nilai-nilai demokrasi.

Perbedaan pendapat dalam forum adalah sebuah kewajaran, namun saling menerima dan memahami adalah suatu keharusan. Sikap dewasa inilah yang ditunjukan oleh para musyawirin Tanwir.

Bersatu Memajukan Indonesia,  merupakan tema yang diangkat pada tanwir ke XXVII ini. Tema tersebut lahir karena berdasarkan semangat IMM dalam mengajak semua pihak untuk saling bahu membahu bergotong royong, saling memikul berkarya memajukan kualitas hidup bangsa indonesia.

Semua pihak harus sadar bahwa keributan dan segala konflik yang terjadi hanya akan menimbulkan kerugian. Maka tema ini  merupakan komitmen IMM dan jalan moderasi dalam mencapai persatuan  dan kemajuan Indonesia.

Dalam sambutan Ketua Umum Pimpinan Pusat IMM pada pembukaan Tanwir yang disampaikan langsung oleh Immawan Najih Prasetyo, sebagai salah satu peserta tanwir yang  hadir dalam pembukaan,  ada satu hal yang penulis tangkap, yakni; Immawan Najih mengatakan bahwa IMM salah satunya harus berfokus pada gerakan intelektual, sebagaimana hal ini tertera dalam salah tri kompetensi IMM.

Intelektual ini harus di maknai dengan semangat membaca , memperbincangkan berbagai wacana ilmu serta menulis. Karena lewat semangat dan gerakan intelektual ini, akan menentukan kejayaan, kemajuan dan persatuan suatu bangsa.

Hal ini kemudian selaras dengan salah satu pesan yang disampaikan oleh Pak Haidar Nashir yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan Tanwir ke XXVII Ini. Beliau mengatakan bahwa IMM harus menjadi pilar gerakan Intelektual Islam di Indonesia.

Kader IMM harus mempelajari dan memperbincangkan wacana keilmuan apapun hatta itu ilmu sekuler, liberal dan ateis. Berbagai Ilmu itu kemudian diperbincangkan dalam bingkai burhani, bayani dan irfani sebagai  metodologi islam dalam membaca dan menganalisa ilmu-ilmu tersebut.

Bagaimana anda bisa tahu ilmu-ilmu itu, kalau anda tidak mempelajarinya. Dalam sambutan yang penuh dengan semangat keilmuan dari pak Haidar ini kemudian disambut tepuk tangan para peserta pembukaan Tanwir.

Hal ini kemudian menandakan bahwa IMM memang menjadi pos strategic dalam Muhammadiyah untuk menjadi surplus kader-kader intelektual, cendekiawan dan para akademisi yang mumpuni dalam wacana keilmuan di Indonesia. Pak Haidar kemudian melanjutkan bahwa Tanwir yang mengangkat tema “Bersatu memajukan Indonesia” menjadi wadah perdebatan intelektual dan tajdid serta diikuti dengan keadaban akhlak.

Persatuan dan berkemajuan salah satu aspek  yang menentukan adalah  sumber daya manusia yang potensial dan sumber daya ini bukan hadir dari kevakuman ruang namun lahir dari rahim intelektual yang diisi dengan semangat membaca, memperbincangkan khazanah keilmuan  dan spirit dalam menciptakan berbagai tulisan.  Meskipun kader IMM dalam berorganisasi selalu disibukkan oleh hal-hal teknis, namun hal-hal espistemologis jangan sampai diterlantarkan.

Risalah Kota Mataram

Tanwir ke XXVII ini menghasilkan risalah yang merupakan manifesto dan komitmen IMM dalam bersatu memajukan Indonesia. Dalam perjalanan kebangsaan yang sudah berumur puluhan tahun bangsa Indonesia terus berdinamika dengan berbagai gejolak yang terjadi dalam skala kecil maupun skala besar.

Gejolak skala kecil yang terjadi seperti penegakkan hukum yang dipandang bulu, aksi-aksi kejahatan  dan penolakan hasil pemilu dengan jalan inskontitusional. Sementara gejok dalam skala besar seperti pemberontakan kebangsaan, Intoleransi masih terus berlangsung serta terorisme. Kemudian permasalahan  kerusakan lingkungan yang masif terjadi di Indonesia.

Maka untuk itu dalam Tanwir ini IMM berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita konstitusi sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945  serta menjadi pelopor dalam mewujudkan kehidupan banga Indonesia yang lebih baik dan maju. Komitmen untuk memajukan bangsa dan negara dipertegas melalui tema “Bersatu Memajukan Indonesia”. Dengan ini; IMM kemudian menyatakan peran dan memajukan Indonesia sebagai berikut:

1. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menegaskan bahwa napas keislaman dan kebangsaan serta kemanusiaan adalah satu napas kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, sumber agama (Al-Qur’an dan sunah) terkait dengan kemanusiaan universal serta 4 konsensus kebangsaan (UUD 1945; Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) memiliki misi yang luhur dan diwujudkan untuk keadilan dalam berbangsa dan bernegara.

2. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berkomitmen memajukan bangsa dengan berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menampilkan praktik kehidupan yang mencerahkan dengan menampilkan karya nyata untuk bangsa dan negara, berperan dalam segala lini kehidupan, baik kepada lembaga negara maupun lembaga masyarakat untuk kemajuan bangsa dan negara.

3. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memahami bahwa segala elemen unsur negara dengan keberagamannya (suku, ras, agama dan antargolongan) harus Bersatu untuk memajukan Indonesia. Bersatu adalah kekuatan untuk saling bergotong royong, berkolaborasi dan elaborasi dalam memajukan bangsa dan negara. Perbedaan ide dan gagasan harus diselesaikan dengan musyawarah sesuai dengan konstitusi negara, bukan dengan kekerasan yang menimbulkan tindak perlawanan fisik yang merugikan kehidupan kebangsaan dan bernegara.

4. IMM Menyadari bahwa kerusakan lingkungan menjadi ancaman kehidupan manusia sehingga IMM berkomitmen untuk menjaga, melestarikan, dan mengadvokasi ketika terjadi kerusakan terhadap alam. Advokasi ini sebagai gerakan nyata IMM untuk menumbuhkan gerakan ekologi yang terancam akibat ulah dari manusia itu sendiri.

Anggun dalam moral. Unggul dalam intelektual. IMM Jaya!

Rohit Manese
Mahasiswa Pascasarjana IIS UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dan Kabid. RPK DPD IMM Sulawesi Utara.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.