Rabu, Oktober 21, 2020

Melerai Perselisihan Ummat

4 Pria Hebat yang Mendorong Popularitas R.A. Kartini

Pada tanggal 21 April, setiap tahunnya seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Kartini, Hari Kartini di ambil dari hari lahirnya R.A Kartini, yang dalam artian...

Menyoal RUU MD3: Sebuah Peraturan yang Prematur

Sudah dua hari belakangan ini, rumah Pak Widjojo terlihat sepi tak berpenghuni. Lima puluh meter arah timur dari rumah Pak Widjojo - ada sebuah...

Diskusi Green Millenials GeoInstitute dan FKIP Uhamka

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) gelar diskusi lingkungan hidup bertema Gaya Hidup Go Green, Green Millenials, di...

Prabowo Berkhianat? Retak Sudah!

Saya menduga kuat bahwa 99,99 persen Prabowo Subianto (Gerindra) telah memutuskan untuk memilih AHY (Demokrat) sebagai cawapresnya. Kenapa Prabowo memilih AHY? Ada sejumlah alasan...
Muhammad Dudi Hari Saputra
Industrial Ministry Expert Staff

Muhammad Dudi Hari Saputra, MA.
Pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Samarinda – Kaltim.

Ushul fiqh, Qur’an dan Sunnah (Kuttubus Sittah) adalah sandaran kita, tapi untuk bisa langsung merujuk disarankan harus memiliki dasar ilmu dulu, baik pemahaman mantiq (logika), tafsir (interpretasi) dan ta’wil (hermenetik). Karena untuk memahami teks, setidaknya harus ada bekal, sama hal nya anda ingin berenang, setidaknya memahami dasar teknik mengapung, bernapas, dsb. Karena jika anda memutuskan untuk langsung terjun begitu saja, maka bisa dipastikan akan tenggelam bahkan mati lemas. Karena itu dibutuhkan kemampuan dan bekal ilmu untuk memahami teks-teks Agama Islam, paling rendah adalah kemampuan bahasa arab yang baik, walau hal itu sebenarnya belum cukup. Karena ada beberapa ayat yang mutasyabih (bermakna implisit/tersirat), belum lagi Qur’an itu memiliki 7 makna batin (Al-Hadis, Tarekat Sufi Qodiriyah).

Karena nya, kita memahami di mana batasan keilmuan sebagai muqalid (pengikut) dan menyandarkan diri pada yang arif dan faqih sebagai landasan ijtihad (mujtahid) dan tentu nya sebelum kita berdebat atau berdiskusi fatwa mujtahid mana yang benar, maka kita harus teliti dulu tingkat kefaqihan, kea’laman dan keadilan dari ulama itu. Yang kemudian prinsip ini menjadi dasar Ushul fiqh ke tiga (ini menjadi kesepakatan 4 imam mazhab aswaja).

Dan karena nya ada prinsip ijma’ (musyarah bersama para ulama untuk mencapai hasil mufakat), dan jika tidak bisa didapatkan hasil ijma’, maka kedudukan hukum dikembalikan kepada siapa (muqalid/pengikut) berpegang kepada siapa (mujtahid/ulama).

Seraya mengedepankan kaidah lain nya, yaitu al-maslahah al-‘āmmah al-mashlahah al-mursalah (kaidah maslahah) untuk kepentingan bersama (umum al balwa). Karena nya sikap menghargai keputusan masing-masing dan tidak memaksa adalah yang terbaik, untuk menghindari terjadinya kemungkinan hal yang lebih buruk.

Terkait apakah di hati ada syahwat atau tidak di dalam mengikuti ulama, ini kembali ke masing-masing, kita tidak bisa mendakwa siapa yang memiliki syahwat dan siapa yang tidak, begitu sebaliknya. Karena ini soal hati dan nafs, yang sangat subjektif, jadi yang kita lakukan adalah proses penilaian objektif-eksplikatif, apakah fatwa itu rasional/masuk akal, memiliki landasan teks/nash dan sesuai dengan konteks perkembangan masyarakat nya.

Dan semua nya juga kembali ke patokan objektif lain nya, yaitu menegakkan keadilan (‘adālah), kasih sayang (rahmah) dan kebijaksanaan (hikmah) sebagai tujuan umum. Keadilan harus diikuti rasa kasih sayang dan kebijaksanaan. 

Sebagaimana bunyi ayat berikut ini:
Ar-Rifqu (kelembutan & kebijaksanaan) merupakan fondasi suksesnya seorang yang berdakwah kepada الله, sebagaimana firman-Nya:

(ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ … )
“Serulah (manusia) kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang (lebih) baik…” (QS. 16:125).

yaitu tutur kata yang baik. 

Juga Firman الله تعالى kepada Nabi-Nya: 

وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ
“…Sekiranya kamu (Muhammad) bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (QS. 3:159).

Wassalam, wallahu’alam bishawab.

Muhammad Dudi Hari Saputra
Industrial Ministry Expert Staff
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Flu Indonesia

“Indonesia sedang sakit, tapi cuma flu biasa....” Di pojok gemerlapnya kota metropolitan, jauh dari bising suara knalpot kendaraan, dan bingar-bingar musik dugem, tentu ada masyarakat...

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Mahasiswa Dibutakan Doktrin Aktivisme Semu?

Aktivisme di satu sisi merupakan “alat” yang bisa digunakan oleh sekelompok orang untuk melakukan reformasi atau perbaikan ke arah baru dan mengganti gagasan lama...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.