Minggu, April 11, 2021

Masjid Istiqlal: Tujuan Wisata Semua Agama

Generasi Peduli Lingkungan Hidup

Peduli lingkungan hidup menjadi topik yang hangat dikampanyekan akhir-akhir ini. Namun tetap saja, tak mudah membuat banyak orang sadar untuk peduli lingkungan hidup saat...

Pemimpin dan Nalar Anti Korupsi

Berselang beberapa hari setelah mengunjungi Kota Batu, dalam rangka mengikuti seminar internasional yang ditaja oleh Universitas Brawijaya. Tiba-tiba muncul berita mengenai operasi tangkap tangan...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

BPJS Menolak Pasien Karena Tunggakan?

Kala itu saya menerima laporan teman (sebut saja BR) yang memerlukan tindakan operasi tetapi ditolak oleh sebuah rumah sakit di Bekasi. Alasan rumah sakit...
Avatar
siti syifa'un nufus
My name is Syifa. I love to read book and I learn to be good writer

Jika Anda datang ke Istiqlal maka Anda akan menemukan banyak wisatawan mancanegara yang datang berkunjung. Rata-rata dalam sehari tercatat sekitar 50 – 60 orang wisatawan asing yang berwisata di Masjid Istiqlal, mereka diperbolehkan masuk untuk melihat keadaan bagian dalam masjid. Masjid Istiqlal dibuka untuk umum sejak pertama kali diresmikan yakni pada tahun 1978. Tamu wisatawan dapat mengunjungi Masjid Istiqlal pada pagi hari hingga menjelang magrib atau sekitar pukul 6 sore.

Mungkin sebagian Anda bertanya apa boleh seorang nonmuslim memasuki masjid? Ya, memang ada perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini, namun sebagian ulama berpendapat bahwa seorang nonmuslim diperbolehkan masuk masjid dengan menjaga adab, tujuan yang baik, dan tentu diizinkan oleh umat muslim. Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Parlin, salah satu staf protokol petugas informasi dan pelayanan jamaah & tamu Masjid Istiqlal, “Islam itu terbuka untuk siapa saja, bisa jadi mereka diberikan hidayah dengan memasuki masjid”, ungkapnya dan diakhiri dengan tawa ringan.

Wisatawan yang datang dan masuk melalui pintu Al-Fattah akan langsung dilayani oleh petugas di meja informasi, kemudia mereka akan diarahkan untuk menuju ruang tamu. Di ruang tamu tersebut telah tersedia fasilitas untuk para wisatawan, mulai dari loker penyimpanan alas kaki, loker penitipan tas hingga pakaian tertutup bagi wisatawan yang datang dengan pakaian terbuka. Semua pelayanan yang diberikan tanpa dipungut biaya apapun.

Bagi wisatawan nonmuslim, mereka akan dipandu oleh petugas untuk berkeliling melihat bagian dalam Masjid Istiqlal. Wisatawan nonmuslim akan langsung diarahkan menuju lantai 2 dan tidak diperbolehkan memasuki lantai utama masjid, namun dari lantai 2 mereka dapat melihat jamaah yang sedang beribadah maupun suasana dan interior masjid. Mereka juga dapat berfoto dan bertanya kepada petugas yang mendampingi mereka.

Wisatawan mancanegara yang beragama muslim diberikan kebebasan untuk beribadah dan melihat suasana masjid, namun jika mereka ingin didampingi petugas, petugas akan senang hati menemani mereka berkeliling di sekitar masjid. Wisatawan muslim biasanya akan langsung menuju lantai utama masjid untuk beribadah dan sekedar berfoto, selanjutnya mereka akan berjalan di sekitar koridor masjid untuk melihat foto-foto an kaligrafi yang dipamerkan.

Saya sempat mewawancarai beberapa orang wisatawan mancanegra yang mengunjungi Masjid Istiqlal. Sofhia, wisatawan berambut pirang yang berasal dari Switzerland ini bercerita bahwa ia penasaran dengan masjid, sebab di negaranya ia jarang menemukan masjid dan kalaupun ada masjid, ia tidak diizinkan masuk oleh petugas masjid. Ia juga mengaku kagum dengan bangunan Masjid Istiqlal sekaligus heran melihat prosesi ibadah umat muslim, sebab ia seorang atheis dan tidak pernah beribadah sebelumnya.

Ada cerita menarik yang saya dapatkan dari Haraguchi Takeshi, seorang mualaf yang berasal dari Jepang. Ia sudah genap satu tahun sebagai seorang muslim, namun ia belum tahu banyak tentang ibadah dalam Islam, sebab di negaranya ia kesulitan untuk menemukan sesorang yang bisa menjelaskan dan mengajarkannya ibadah dalam Islam. Tujuannya datang ke Indonesia adalah hanya untuk berkunjung dan beribadah di Masjid Istiqlal, ia mengaku menemukan ketenangan dan kedamaian saat melalukan ibadah, terutama di masjid terbesar di Asia Tenggara itu.

Anthonia Rothe, seorang mahasiswa Jerman beragama Kristen yang sedang belibur di Indonesia ini sengaja mengatur jadwal liburannya untuk mengunjungi Masjid Istiqlal. Ia bercerita bahwa di negaranya warga muslim adalah minoritas, dan jumlah masjid disana terbatas. Ia senang sekali diizinkan masuk dan melihat langsung dari dekat proses ibadah umat islam. “Apparently, Islam isn’t like what I think before”, komentarnya dengan sangat ekspresif. Ia berfikir bahwa islam adalah agama yang tertutup dan keras, namuan ternyata ia diizinkan untuk masuk tempat ibadah umat islam bahkan menyaksikan bagaimana mereka beribadah.

Li Wei Dong, ia datang bersama keluarga besarnya ke Masjid Istiqlal. Ia berasal dari China dan beragama Konghuchu. Karena mereka datang dengan celana pendek, mereka harus menggunakan pakaian yang telah disediakan. Ia mengaku kunjungannya ke Masjid Istiqlal adalah kunjungan yang spesial, karena ia baru pertama kali mengunjungi dan memasuki tempat ibadah umat islam. Mengetahui mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, ia menjadi benar-benar tertarik untuk mengunjungi Masjid Istiqlal sebelum ia dan keluarganya kembali ke China.

Para wisatawan juga dapat melihat sebuah beduk bersejarah yang ada di pelataran masjid sekaligus belajar cara memukul beduk. Ada petugas yang siap memandu para wisatawan yang ingin belajar cara memukul beduk. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, sebab beduk yang ada di Masjid Istiqlal berukuran sangat besar. Panjang beduk adalah 3 meter dengan berat 2,30 ton dan berdiameter 2 meter. Beduk diletakkan di atas penyangga setinggi 3,80 meter. Beduk ini sangat spesial karena terbuat dari kayu meranti merah yang berumur 300 tahun dari hutan Kalimantan Timur.

Segala ornamen interior dan kegiatan ibadah jamaah Masjid Istiqlal menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing yang ingin melihat secara langsung aktivitas umat muslim di dalam tempat ibadahnya. Jangan ragu, segera siapkan waktu Anda untuk mengunjungi masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara ini.

Avatar
siti syifa'un nufus
My name is Syifa. I love to read book and I learn to be good writer
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

Barter Fatwa, Bolehkah?

Saya tersentak atas pemberitaan media yang mensinyalemen adanya barter fatwa. Barter fatwa yang dimaksud adalah menukar fatwa halal dengan jabatan komisaris sebuah BUMN. Majalah Tempo...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.