Jumat, Februari 26, 2021

Manfaatkan Halaman Kosong

Manajemen Stres di Masa Pandemi

Penyebaran Covid-19 semakin hari semakin meningkat, mulai dari jumlah orang yang ternfeksi, sampai jumlah kematian yang dampaknya memengaruhi segala sektor dan mengakibatkan perubahan yang...

Masalah Properti Milenial dan Land Value Tax

Tanah merupakan aset berharga yang mampu memberikan imbal hasil tinggi bagi pemiliknya. Imbal hasil tersebut didapatkan dari meningkatnya harga jual tanah setiap tahunnya. Imbas dari...

Papua dan Krisis Nilai-Nilai Keberagaman Bangsa

Menanggapi peristiwa Dinoyo 1 Juli 2018 lalu, mahasiswa Papua yang diusir dan mengakibatkan bentrok antara warga Dinoyo, Malang dengan mahasiswa Papua, banyak media memberikan...

Memahami Kisah Pembajakan Pembangunan

Mari kita perjelas di awal tulisan ini bahwa pembangunan kita sedang tidak sehat, baik itu pembangunan manusia maupun pembangunan sarana publik. Keduanya seolah berjalan...
Agus Buchori
Saya seorang arsiparis juga pengajar yang menyukai dunia tulis menulis, berasal dari kampung nelayan di pesisir utara Kabupaten Lamongan tepatnya Desa Paciran

Kita adalah makhluk yang boros terhadap penggunaan kertas. Seringkali kita tanpa sadar menyia-nyiakan kertas yang sebenarnya masih bisa kita gunakan, akan tetapi karena tiadanya perilaku hemat dan sadar lingkungan kertas itu terbuang percuma.

Jika kita mengamati di kantor-kantor, banyak sekali kertas berserakan yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Kertas kertas itu kebanyakan adalah hasil dari proses pengetikan yang salah atau draf tulisan yang tak terpakai. Dan seringkali hanya satu halaman yang terpakai karena halaman di baliknya masih kosong.

Lazimnya kertas memang digunakan dalam posisi bolak balik. Karena suatu sebab atau aturan yang menghendaki di kantor maka kertas tersebut hanya ditulis satu halaman saja. Nah karena hanya satu halaman, jika ada kesalahan penulisan maka kertas itu pun disingkirkan dalam keadaan di baliknya masih kosong belum ada tulisan sama sekali.

Kertas-kertas tak terpakai namun masih mempunyai halaman kosong inilah yang menjadi penyebab sampah kertas menumpuk tanpa ada proses penggunaan kembali (reuse).

Mengenai kertas bekas ini kita bisa menggunakan kembali halaman kosong tersebut untuk menulis konsep yang akan kita kembangkan kemudian. Banyak sekali pekerjaan kepenulisan yang bisa menggunakan kertas bekas ini. Salah satunya adalah untuk membuat naskah  konsep surat yang menggunakan tulisan tangan.

Banyak sekali pejabat kantor yang masih belum begitu familiar dengan komputer, mereka bisa menggunakan kertas bekas ini untuk mengonsep surat yang nantinya akan diketik oleh stafnya. Daripada mengandalkan kopipaste (kopas) yang yang cenderung bolak balik salah akan lebih baik para pejabat itu membuat oret oretan di kertas bekas.

Di lingkungan pendidikan pun bisa memanfaatkan kertas bekas ini saat memberikan tugas mengarang pada anak didiknya. Kegiatan pembelajaran lebih efisien dan membiasakan pada anak didiknya untuk tidak melakukan kopas dalam berkarya. Mereka akan terbiasa menuliskan secara langsung dengan tangan tentang ide ide mereka.

Mahasiswa pun demikian, saat membuat karya tulis bisa memanfaatkan kertas bekas ini untuk membuat kosep naskahnya sebelum nanti diketik dengan komputer. Pemanfaatan kertas bekas ini akan membuat mereka berlatih membuat konsep dan berlatih menyunting tulisan saat tulisan itu dipindahkan ke komputer.

Demikian juga di bidang lukis dan grafis, pemanfaatan kertas bekas pun bisa dilakukan untuk membuat konsep gambar sebelum nanti dipindahkan ke kanvas maupun komputer. Biar bagaimanapun halaman kosong pada kertas yang tidak terpakai tersebut masih memiliki potensi besar untuk diberdayakan.

Tindakan Hemat dan Ramah Lingkungan

Dengan menggunakan kembali kertas bekas pakai kita telah menghemat biaya. Penggunaan biaya pembelian kertas bisa dikurangi karena kita tidak selalu menggunakan kertas baru jika hanya untuk membuat konsep tulisan. Dalam proses menulis, apalagi saat mengonsep penghamburan kertas sangat mungkin terjadi.

Saat mengonsep kita sering mencoret, bahkah tak jarang membuang tulisan yang dirasa tidak pas. Jika ini terjadi dengan kertas baru berapa kertas yang mesti terbuang percuma dan berapa biayanya yang mesti kita keluarkan untuk itu. Kondisinya akan berbeda jika ini kita lakukan dengan kertas bekas pakai. Biaya akan berkurang sudah pasti.

Kita sering lupa bahwa pembiayaan alat tulis terutama kertas sangatlah besar terutama di kantor-kantor baik pemerintah maupun swasta.

Di kalangan mahasiswa tentunya harus memberikan pemahaman pada lembaganya, atau dosen pembimbingnya agar penggunaan kertas bekas pakai ini diperbolehkan jika karya tulisnya masih berupa draft. Syukur syukur jika boleh dengan tulisan tangan.

Dengan cara ini mahasiswa akan lebih bebas menuliskan idenya meski nanti dikoreksi oleh dosen pembimbingnya karena tidak khawatir akan pembiayaan yang membengkak akibat banyak tulisan yang terbuang atau tidak disetujui. Dan yang pasti fenomena kopas akan terkikis jika naskah diperbolehkan dengan tulisan tangan.

Selain hemat, memberdayakan kertas bekas adalah tindakan ramah lingkungan. Sampah kertas bisa diminimalkan karena masih bisa digunakan kembali. Dan tentunya, tindakan ini akan berdampak pada pemanasan global jika dilakukan secara besar-besaran.

Kebutuhan akan kertas akan semakin efektif karena tidak lagi ada pemborosan penggunaan. Jika ini terjadi, kita secara tidak langsung ikut berpartisipasi menjaga keberlangsungan bahan baku kertas tidak cepat habis.

Tantangan baru telah dihadapi oleh kertas. Saat hutan hutan berkurang dan berimbas pada keberadaan kertas itu sendiri masih mungkinkah kertas memainkan peranannya. Kita tak tahu pasti beberapa tahun ke depan apakah kertas masih eksis. Keadaan ini bukan dikarenakan karena orang tak mau lagi memakai kertas sebagai sarana menulis tapi keberadaan kertas yang hampir sulit untuk dibuat kembali.

Perlu kesadaran bersama untuk menggunakan kembali kertas bekas pakai. Biar bagaimanapun kertas menawarkan kemudahan kemudahan yang telah terbukti. Kita tak perlu alat canggih untuk menulis, cukup dengan pena.

Tantangan untuk melestarikan kertas adalah untuk kita semua. Perambahan hutan yang membabi buta terutama pada tanaman tanaman yang menjadi bahan dasar pembuat kertas adalah kepentingan mendesak di dunia yang mendewakan materialism sekarang ini. Salah satu cara menguranginya adalah dengan efektif menggunakan kertas.

Mari memberdayakan kertas bekas untuk aktifitas menulis kita. Jangan lagi menghamburkan kertas baru jika hanya untuk mengonsep sesuatu. Kertas bekas pakai menawarkan banyak kemungkinan untuk kita turut mensosialisasikan gaya hidup hemat.

Lats but not least, dengan memanfaatkan kertas bekas kita bisa turut serta menyelamatkan lingkungan karena dengan efektif menggunakan kertas kita mengurangi sampah kertas. Selain itu, meski kecil dirasakan, kita pun bisa dianggap turut serta menjaga lingkungan dan mengurangi pemanasan global karena hutan pun akan aman saat bahan baku kertas tak lagi mendesak untuk dicari.

Agus Buchori
Saya seorang arsiparis juga pengajar yang menyukai dunia tulis menulis, berasal dari kampung nelayan di pesisir utara Kabupaten Lamongan tepatnya Desa Paciran
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.