Rabu, Oktober 21, 2020

Mahfud MD, Bapak Panembahan Hukum Indonesia

Pidato Mega, Goncangan Pembentukan Kabinet Jokowi?

Pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada pembukaan Kongres V di Sanur Bali kamis (8/8), menuai banyak reaksi dari publik. Selain pidatonya yang terlihat...

Pandangan Islam Tentang Monopoli dan Etika Pasar Bebas

Monopoli  adalah  suatu keadaan pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja yang yang menguasai. Perusahaan tersebut menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti (substitusi)...

Pak Jokowi, Lockdown atau Tidak?

Belakangan kata lockdown menjadi kata yang seringkali mampir di beranda media sosial kita. Entah kata itu mewujud dalam nada pro atau kontra, lockdown menjadi...

Mempertahankan Waduk Sepat Surabaya

Sabtu, 5 Mei 2018, Warga Sepat Lidah Kulon menggelar hajatan sedekah waduk yang rutin diperingati setiap setahun sekali, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah...
Faiz Fauzi
Pegiat Filsafat Nusantara. Alumni Pascasarjana Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga.

Pemilihan Umum sudah mulai berlabuh. Babak baru dalam ajang perhelatan lima tahunan ini begitu menguras tenaga dan biaya. Dua pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sudah mendaftarkan diri ke KPU.

Pasangan pertama yang mendaftar ialah Joko Widodo dengan Ma`ruf Amin dan kedua Prabowo Subianto dengan Sandiago Silalahi Uno.

Dalam penentuan pasangan presiden dan wakil presiden menuai banyak intrik. Pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin misalnya, di jam-jam terakhir Jokowi akan dipasangkan dengan Mahfud MD. Gembar-gembor nama Mahfud menyebar di Medsos.

Memang saat itu jokowi dan timnya hanya menyebut inisial “M” yang mengerucut pada Mahfud MD, Ma`ruf Amin, dan Moeldoko. Tapi di menit-menit terakhir nama Ma`ruf Amin lah yang akhirnya keluar sebagai pasangan Jokowi.

“Kekecewaan” datang dari para netizen dan pengamat (walaupun sebenarnya pengamat hanya kaget saja), karena menurut survei elektabilitas tertinggi pasangan Jokowi yang paling cocok Mahfud MD. Namun itulah politik, apa yang muncul di media hanya permukaan saja bukan pada jantung intinya.

Sebelum deklarasi, Mahfud MD memang dimintai berkas kelengkapan dari istana kepresidenan dan Mahfud akhirnya menyerahkan berkas itu ke istana. Sampai-sampai mahfud diminta ke istana untuk mengukur baju yang akan dipakai saat deklarasi nanti (jelas Mahfud di ILC).

Arus isu-pun berkembang di masyarakat maupun di dunia maya, karena Mahfud mengatakan secara terang-terangan ada tiga partai yang tidak setuju jika dirinya diangkat sebagai Cawapres Jokowi yaitu Golkar, PKB, dan PDIP. Karena ada indikasi kalau Mahfud disandingkan dengan Jokowi maka akan sangat mungkin jika jokowi menang pilpres 2019 maka Mahfud akan maju sebagai dipilpres 2024.

Mahfud diminta untuk bertemu dan melobi PKB oleh Pratikno, namun Mahfud menolak lantaran Mahfud bukan orang partai (tidak berurusan dengan partai), dirinya hanya berurusan dengan Jokowi. Dirinya kekeh bahwa terserah Jokowi saja, jika menghendaki jadi cawapres pasangan Jokowi atau tidak itu bukan masalah.

Jika menilik sejarah, Mahfud dulu orang PKB dan pernah menduduki sebagai mentri era Gusdur. Dalam perjalanannya PKB terpecah menajadi dua, PKB Gusdur dan Muhaimin (Cak Imin). Tahun 2014 Mahfud digadang-gadang menjadi Capres PKB dengan Rhoma Irama, namun ditengah perjalanan Mahfud ditinggalkan PKB yang mendukung jokowi sehingga beralih ke Prabowo dan menjadi Ketua Timses.

Saat ditanyai wartawan apakah Mahfud kecewa? “Kecewa sih engga, tapi kaget iya” jawabnya. Menurutnya apa yang diputuskan oleh Jokowi sudah benar dan Jokowi tidak perlu meminta maaf. Kalau semisal Mahfud diposisi Jokowi mungkin akan melakukan hal yang sama. Tandasnya

Politik jangan dibawa perasaan (BAPER), kalau dalam urusan politik baper maka hancurlah. Dalam politik kawan bisa menjadi lawan, begitupun sebalikanya. Tidak ada kawan yang abadi dalam politik, yang ada hanya kepentingan abadi.

Dilain sisi, Mahfud merupakan figur sukses menjadi Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga namanya bersih tanpa isu apapun, itulah yang menjadikannya menjadi kandidat cawapres Jokowi.

Nama MK melambung tunggi dibawah kepemimpinannya, banyak terobosan diambil oleh mahfud sehingga menjadi lembaga negara paling dipercaya oleh masyarakat.

Mungkin sudah menjadi garis tangan bahwa Mahfud MD menjadi “panembahan hukum atau “Bapak Konstitusi” Indonesia, bukan menjadi politisi apalagi Capres/Cawapres.

Faiz Fauzi
Pegiat Filsafat Nusantara. Alumni Pascasarjana Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Flu Indonesia

“Indonesia sedang sakit, tapi cuma flu biasa....” Di pojok gemerlapnya kota metropolitan, jauh dari bising suara knalpot kendaraan, dan bingar-bingar musik dugem, tentu ada masyarakat...

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Mahasiswa Dibutakan Doktrin Aktivisme Semu?

Aktivisme di satu sisi merupakan “alat” yang bisa digunakan oleh sekelompok orang untuk melakukan reformasi atau perbaikan ke arah baru dan mengganti gagasan lama...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.