Jumat, Februari 26, 2021

Mahasiswa, Aktivis, dan Warung Kopi

Banjir Bengkulu, Aktivis Lingkungan, Tambang Batu Bara

Beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu mengalami banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat pada Jumat (26/04) lalu. Masyarakat Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu...

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Hukum Bercadar, dan Kemaslahatan

Akhir-akhir ini masyarakat cukup dihebohkan dengan pemberitaan media bahwa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melarang cadar bagi para mahasiswinya. Hal ini disambut dengan pro-kontra, bahkan...

Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Membangun Civil Society

Pergulatan Muhammadiyah dengan globalisasi bukanlah sesuatu yang bisa dihidari. Sebagai organisasi modern  yang telah berusia 106 tahun pada tanggal 18 November 2018 lalu, Muhammadiyah...

Menata Cerita di Gua

Sekian pokok pepohonan cukup usia menyorotkan sekotak cahaya. Perjalanan melintas tapak-tapak tangga dari parkiran menuju sanggar tak menyeramkan seperti malam biasanya. Di kiblat bagian...
Avatar
Asran zainuddin
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

“Awas… Bahaya defisit ngopi dan ngobrol” (Warkop Kopas)

Dunia mahasiswa memang penuh dengan dinamika dan problematika sosial, karena mahasiswa sebagai agent of change and agent of conrtrol sosial yang menjadi identitas mahasiswa. Tugas dan tanggung-jawab yang besar seperti ini menuntut mahasiswa untuk terus bergerak, lebih progress, dan peka terhadap persoalan sosial. Tuntutan semacam ini membuat mahasiswa harus mengubah pola hidup yang awalnya teratur menjadi lebih fleksibel terhadap keadaan yang ada. Tidak semua mahasiswa harus dan mau menanggung beban sosial seperti ini, banyak juga apatis terhadap realitas. Hanya saja ada beberapa kelompok mahasiswa yang terbentuk dalam suatu wadah gerakan yang mau mengambil tugas seperti ini.

Di kota pendidikan (Jogja) ini ada banyak sekali kelompok-kelompok gerakan mahasiswa yang berbeda bendera, ideologi, dan orientasi gerakan, tapi tetap dalam satu tujuan yaitu; mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Meskipun terkadang perbedaan pandangan tersebut membuat kelompok mahasiswa tersebut tidak bisa bergandengan tangan menuju cita-cita yang di inginkan, tapi hal tersebut adalah sebuah keniscayaan dan sebatas cara dalam mengimplementasikan gagasan.

Namun ada hal yang menarik untuk ditelisik terkait dengan pola hidup mahasiswa gerakan, yaitu kebiasaan ngopi yang sudah menjadi rutinitas wajib. Bahkan tak jarang waktu ngopi jauh lebih sering intensitasnya daripada waktu kuliah. Karena menurut sebagian besar mahasiswa gerakan, ngopi itu jauh lebih baik daripada duduk di kelas mendengarkan celotehan dosen yang tidak bermutu. Sebab ngopi adalah tidak sekedar nyeruput (minum) kopi di cangkir, tapi lebih dari itu adalah mendiskusikan segala hal dari seluruh penjuru dunia sampai hal-hal sederhana seperti keadaan kampus saat ini.

Rutinitas mahasiswa gerakan yang semacam ini juga didukung oleh banyaknya warung kopi yang tersedia hampir di setiap sudut kota jogja. Dari yang harganya selangit sampai yang bersahabat juga ada. Khusus di sekitaran UIN, banyak warung kopi yang melegenda seperti; Blandongan, Kebun-laras, dan tak lupa Mato di sekitar selokan mataram yang menjadi tempat kongkow dan diskusi bersama.
Selain harganya yang bersahabat, situasi dan kondisinya pun juga mendukung untuk duduk-ngopi-diskusi sampai berjam-jam lamanya. Bahkan warung kopi sudah menjadi kampus kedua yang menjadi sumber pengetahuan bagi mahasiswa gerakan. Diakui atau tidak, banyak mahasiswa gerakan yang merasakan manfaat dari adanya gerakan tersebut. Karena gerakan tidak seperti ruang kelas yang tertutup dan adanya otoritas dosen yang mengekang. Di gerakan, mahasiswa bebas mempelajari apa saja karena tidak adanya otoritas yang mengekang dari dan oleh siapa pun, semuanya bebas dan setara satu sama lain.

Terlebih dari apa yang saya jelaskan diatas, keberadaan gerakan turut berkontribusi dalam terbentuknya gagasan-gagasan serta tindakan yang akan dilakukan untuk melakukan perubahan sosial. Meminjam pemikiran Jurgen Habermas tentang ruang publik, bahwa ruang publik adalah ruang dimana individu satu dan lainnya dapat saling berinteraksi secara sadar tanpa ada intervensi dari dan oleh siapa pun. Dalam hal ini, gerakan menjadi salah satu wujud ruang publik yang keberadaannya sangat vital bagi tersedianya ruang-ruang interaksi yang bebas dan mampu diakses oleh siapa pun tanpa terkecuali. Sebab hari ini kampus yang idealnya menjadi habitat mahsiswa, malah menjadi ruang-ruang intervensi bagi mahsiswa. Serta parahnya lagi adalah mahasiswa semakin terpinggirkan dari kehidupan kampus yang penuh aturan dan tekanan. Dunia kampus semakin tidak asik, sejauh ia tidak menjadi ruang-ruang ideologis apalagi sebagai ruang publik.

Dunia kampus tak ada bedanya dengan sebuah peternakan atau sebuah penjara dalam kaca. Mahasiswa umumnya hanya diajarkan untuk melihat realitas buta tanpa mengarahkan untuk menjangkau realitas tersebut. Belum lagi beberapa kampus negeri maupun swasta telah memberalakukan jam malam kampus yang itu memotong kaki gerakan mahasiswa untuk memanfaatkan kampus demi mengembangkan minat bakat, kecerdasan, dan aktivitas lainnya yang mengarah pada pengembangan kapasitas dan kapabilitas mahasiswa.

Kondisi kampus semacam ini jauh berbeda dengan gerakan yang hampir menyediakan segala macam bentuk kebutuhan mahasiswa yang itu tidak didapat di kampus. Disinilah peran dan pentingnya keberadaan gerakan bagi mahasiswa khususnya insan gerakan yang banyak beraktifitas di gerakan. Satu-satunya bentuk nyata dari ruang publik adalah gerakan.

Selain daripada ngopi, diskusi, dan ngerjain tugas, gerakan juga sering digunakan sebagai tempat konsolidasi gerakan dalam menyikapi persoalan yang ada. Gerakan juga menjadi tempat dimana setiap perbedaan dari berbagai kelompok mahasiswa gerakan dapat dipertemukan dalam satu tempat dan waktu yang sama. Ketika ada kebijakan pemerintah pusat yang itu diangap tidak berpihak pada kepentingan dan kemaslahatan rakyat banyak, seluruh kelompok mahasiswa gerakan mendiskusikan persoalan tersebut dan mengkonsolidasikan gerakan untuk mengumpulkan kekuatan dalam rangka melakukan tuntutan dan demonstarasi.

Namun fenomena baru muncul sebagai perubahan sosial yang sedang terjadi. Akhir-akhir ini warung kopi tidak lagi digunakan oleh mahasiwa sebagai ruang publik yang membebaskan individu maupun kelompok seperti yang dijelaskan di atas. Ngopi sudah menjadi sebuah rutinitas yang disorientasi yang hanya sekedar mengikuti trend atau gaya hidup semata. Banyak mahasiswa yang nongkrong di warung kopi hanya sebatas mengisi waktu luang dan menjadi tempat nongkrong sepasang muda-mudi di akhir pekan.

Banyak juga mahasiswa yang ngopi karena terkena dampak dari film filosofi kopi yang sukses menarik banyak penonton. Kebanyakan mereka yang ngopi hanya sekedar ingin terlihat keren, mengikuti zaman, dan sebatas gaya hidup. Esensi dari ngopi ini perlahan memudar seiring dengan menurunnya intensitas diskusi di warung kopi.

Padahal sebagai ruang publik alternatif, warung kopi dan kebiasaan ngopi ini idealnya dijadikan sebagai tempat pembelajaran kedua selain kampus. Intensitas nongkrong biasa sambil berchanda maupun sebagai tempat pacaran harusnya diimbangi dengan menjadikan ngopi sebagai rutinitas yang mendidik dan berpengetahuan. Jika aktivitas di warung kopi sudah disorientasi, maka tak ada harapan lagi bagi mahasiswa yang memiliki identitas dan tanggung-jawab sosial untuk merubah atau penengah dari kebijakan pemerintah yang keliru.
Harus diluruskan kembali bahwa, ngopi bukanlah aktivitas tetapi beraktivitaslah di warung kopi. Karena tidak sedikit juga mahasiswa pada umumnya menjadikan ngopi sebagai aktivitas yang itu tidak memiliki tujuan yang jelas dan hanya menghambur-hamburkan uang semata.

Avatar
Asran zainuddin
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.