Minggu, Februari 28, 2021

Lupakan Adu Tagar, Kita Lihat Program Capres 2019

Awas, Mafia Korona!

Alam selalu menyajikan dua hal yang bertolak belakang, mungkin juga untuk saling melengkapi: siang-malam, hitam-putih, kaya-miskin, sempit-luas. Begitu juga akibat yang ditimbulkan oleh Covid-19 (Untuk...

Dinamika Hubungan Indonesia dengan Amerika

Negara Indonesia dengan Amerika Serikat punya sejarah yang panjang dalam menjalin hubungan diplomatik. Kedua negara sudah memupuk kerja sama selama 70 tahun lamanya ditandai...

Hak Istimewa Seorang Guru

Jutaan orang tidak menyadari bahwa masih banyak guru di Indonesia yang belum merdeka dalam mengajar hingga hari ini. Bahkan kata-kata retorik yang tidak ingin...

Naikan Gaji Pegawai Negeri, Mengurangi Korupsi?

Capres Paslon Nomor 02 Prabowo Subiyanto jika menjabat presiden akan menaikkan gaji Polisi, Hakim, Jaksa, agar birokrat kita jangan korupsi. Naik gaji, berapa persen?...
Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang

Pemilihan umum presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan pada tahun 2019. Secara konstitusional pemilu diatur dalam pasal 22E Undang-Undang Dasar 1945 sedangkan pilpres dan pilwapres diatur dalam pasal 6A ayat (1), (2), (3), (4), dan (5) Undang-Undang Dasar 1945.

Kemudian pada pasal (5) Tata laksana pemilihan presiden dan wakil presiden lebih lanjut diatur dalam Undang-Undang, Undang-Undang yang mengatur terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Beberapa lembaga negara yang perlu kita ketahui yang bakal berhubungan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Komisi Pemilihan Umum memiliki kewenangan seperti merencanakan penyelenggaraan pemilu, menetapkan tata cara semua tahapan pelaksanaan pemilu, mengkoordinasikan semua tahapan pelaksanaan pemilu, dan menetapkan peserta pemilu, termasuk sebagai lembaga yang menyelenggarakan penyelenggaran pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Komisi Pemilihan Umum merupakan wasit dalam pemilihan calon Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Adapun tugas dan kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) adalah mengawasi persiapan dan tahapan penyelenggaran pemilu, mengelola arsip dokumen, mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan. KPU dan Bawaslu merupakan dua lembaga negara yang akan terlibat dalam penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan dua bakal calon Presiden dan calon Wakil Presiden ikut pemilihan Presiden 2019. Kedua calon tersebut adalah Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Kedua calon bahkan sudah dinyatakan memenuhu syarat tes kesehatan, hal ini disampaikan ketua (KPU) Arief Budiman dihadapan Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Utama Marsis beserta jajaran Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI Dokter Terawan Agus Putranto, dan Tim Pemeriksaan kesehatan pasangan bakal Capres dan Cawapres.

Belum memasuki masa kampanye, pendukung calon presiden dan wakil presiden sudah ribut terkait dengan deklarasi hastag masing masing dari kedua calon pendukung.

Secara konstitusional kebebasan menyampaikan pendapat memang ada, diatur dalam pasal 28E ayat 3 “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat” termasuk deklarasi hastag oleh kedua pendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

Di luar dari itu, tentu ada batasan-batasan dari deklarasi hastag, jangan sampai kebebasan ini akan membuat konflik yang berdampak kepada masyarakat lain. Sebagai pemilih yang cerdas tentu kita harus selektif dalam memilih calon pemimpin, jangan sampai sebagai pemilih kita dibawa arus oleh hastag-hastag sehingga mengenai program kerja terhimpit dengan adanya hastag.

Ketika berita hastag populer dan viral di masyarakat, maka berita program kerja calon presiden dan wakil presiden bakal terhimpit dengan sendirinya, bahkan berita nya bisa hilang karena kita dibawa arus tetap pada hastag-hastag. Dengan melihat program kerja, kita dapat memilih calon Presiden dan Wakil Presiden yang tepat di 2019.

Banyak problem yang terjadi di Indonesia pada saat sekarang ini, mulai dari kurs rupiah yang turun sampai di angka Rp 14.000,- sampai kepada krisis penegakan hukum Tentu sebagai pemilih, kita menunggu program kerja calon presiden dan wakil presiden untuk semua problem yang ada di Indonesia pada saat sekarang ini.

Kita butuh kepemimpinan dengan model (a learning leader) pemimpin pembelajaran. Ciri pemimpin pembelajaran antara lain : berfikir serba sistematis, memahami kompleksitas dinamis masyarakat, dan suka dialog, memahami medan, punya konsep, daya ungkit tinggi, perubahan mindset, manajer konflik, dan stabilitas.

Melalui keteladanan praktik bersama, jelas sekali bahwa menjadikan bangsa pembelajaran dimulai dari Presidennya dahulu sebagai pemimpin pembelajaran.

Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.