OUR NETWORK

Liga Premier Gusur Dominasi La Liga

Melemahnya dominasi La liga diikuti dengan mulai menguatnya Liga Primer. Pada gelaran liga Champions 2020, Liga Primer mengirim empat timnya untuk melaju ke babak penyisihan dengan dua klub diantaranya menjadi juara grup.

Selama lima tahun berturut-turut sejak 2014, gelaran Liga Champions didominasi oleh tim asal La Liga yang diwakili Real Madrid dan Barcelona. Kedua tim tersebut mendominasi trofi si kuping besar dengan Barcelona satu trofi dan empat sisanya diraih Real Madrid selama kurun waktu tersebut.

Lima tahun menguasai Liga Champions menunjukkan betapa kuatnya dominasi La Liga di panggung Eropa mengingat Liga Champions adalah kancah paling bergengsi di benua biru.

Dominasi La Liga tak hanya sebatas raihan trofi Liga Champions, rivalitas antara Barcelona dan Real Madrid yang diisi oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang notabene merupakan pemain elit menambah kepopuleran La liga.

Tak heran jika La Liga menjadi liga yang paling banyak ditungu-tunggu. Bahkan beberapa kali jadwal pertandingan el clasico menjadi trending topik di kalangan penikmat sepakbola mengingat kuatnya rivalitas kedua tim tersebut.

Namun dominasi tersebut semakin melemah menyusul dengan turunnya performa Barcelona dan Real Madrid. Pada gelaran UCL edisi 2019 Real Madrid harus dipulangkan dengan cepat oleh Ajax di babak 16 besar, sedangkan Barcelona di paksa menyerah di Anfield dengan agregat 3-4.

Di partai final, derby Liga Primer terjadi dengan mempertemukan Liverpool dan Tottenham Hotspur. Keterpurukan Barcelona bahkan beranjut hingga musim ini, terakhir Ernesto Valverde harus menyerahkan kursi kepalatihannya kepada Quique Setien setelah gagal menembus partai final piala Super Spanyol.

Melemahnya dominasi La Liga diikuti dengan mulai menguatnya Liga Primer. Pada gelaran liga Champions 2020, Liga Primer mengirim empat timnya untuk melaju ke babak penyisihan dengan dua klub diantaranya menjadi juara grup. Kedua klub tersebut adalah Liverpool dan Manchester City yang diunggulkan menjuarai Liga Champions.

Menguatnya pengaruh Liga Primer juga ditunjukkan dengan mulai masuknya pemain-pemain dari Liga Primer dalam nominasi penghargaan individu. Terakhir, Virgil Van Dijk menjadi saingan berat Lionel Messi dalam penghargaan Ballon D’or meskipun menempati posisi kedua diatas Cristiano Ronaldo. Pemain Liga Primer lain, Sadio Mane dan Mohamed Salah menempati urutan ke empat dan lima.

Terbaru, UEFA merilis sebelas nama pemain pilihan fans tahun ini. Voting tersebut diikuti oleh 2 juta fans dari seluruh dunia. Dari kesebelas nama tersebut, ada lima pemain yang baru masuk pada tahun ini yakni Alisson Becker, Trent Alexander Arnold, Matthijs De Ligt, Andy Robertson, Frankie De Jong, Robert Lewandowski, dan Sadio Mane.

Liverpool merupakan penyumbang pemain terbanyak dengan lima pemainnya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika susunan pemain terbaik tahunan lebih banyak diisi oleh tim-tim asal Spanyol terutama Barcelona dan Real Madrid.

Menurunnya dominasi La Liga juga ditandai dengan minimnya stasiun televisi yang menyiakan pertandingan-pertandingan tim-tim Spanyol. Padahal sebelumnya stasiun televisi Indonesia berlomba-lomba agar dapat menyiarkannya. Bahkan beberapa kali pertandingan el clasico sengaja menyesuaikan dengan waktu Indonesia mengingat betapa populernya kedua tim asal Spanyol tersebut.

Melonjaknya kembali popularitas Liga Primer ternyata juga menarik banyak pemain untuk merumput di kasta tertinggi Liga Inggris tersebut. Beberapa pemain diisukan akan pergi ke beberapa klub liga Inggris terutama klub big six. Sebelumnya Liverpool sudah bergerak cepat dengan mendatangkan Takumi Minamino dari Redbull Salzburg. Wonderkid asal Jepang tersebut diboyong ke Anfield dengan banderol 7,5 juta euro.

Selain itu, The Reds juga dikaitkan dengan beberapa pemain yang bersinar pada paruh musim ini. Penyerang Borussisa Dortmund, Jadon Sancho kabarnya juga diminati Liverpool mengingat penampilan cemerlangnya bersama Dortmund. Selama musim ini, Sancho sudah mencetak sembilan gol dari lima belas pertandingan di Bundesliga dan mencetak dua gol dari enam penampilan di Liga Champions.

Moncernya popularitas Liga Primer seiring dengan menurunnya dominasi La Liga ternyata mempengaruhi nilai jual klub-klub papan atas eropa. Transfermarkt beberapa hari yang lalu merilis daftar klub-klub termahal di dunia. Dalam daftar tersebut Liga inggris mendominasi dengan menempati urutan pertama dan kedua. Manchester City menempati urutan pertama diikuti Liverpool di urutan kedua. Raksasa Liga Spanyol Barcelona menempati urutan ketiga diikuti Real Madrid di urutan keempat dan posisi kelima ditempati oleh PSG.

Manchester City merupakan klub termahal di dunia versi Transfermarkt dengan nilai 1.30 miliar euro, Liverpool 1.19 miliar euro, Barcelona 1.07 miliar euro, Real Madrid 1.07 miliar euro, dan PSG 1.01 miliar euro.

Jika kita bandingkan dengan daftar klub termahal yang dirilis oleh majalah Forbes pada juli 2019 lalu, saat itu Real Madrid masih menempati posisi pertama dan diikuti Barcelona pada posisi kedua. Bahkan Liverpool saat itu menempati posisi ke delapan di bawah Chelsea dan Arsenal.

Hal itu bukan tanpa sebab, Liverpool yang baru saja menjurai Liga Champions membuatnya menjadi tim dengan nilai jual tinggi. Ditambah lagi dengan performa apik skuat asuhan Juergen Klopp tersebut sepanjang paruh musim ini yang belum pernah mengalami kekalahan dan hanya satu kali meraih hasil imbang di Liga Primer.

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…