Rabu, Maret 3, 2021

"Landmark", Pariwisata Kota Gaya Modern

“Perang Jenderal” di Pilgub Jabar

Pemilihan gubernur di Jawa Barat merupakan pilgub yang paling menarik dan dinamis yang akan terjadi pada tahun 2018 yang sudah dekat. Calon yang diusung...

Original Intent Hubungan Negara dan Agama

Tafsir klasik mengenai kebebasan dasar untuk beribadah dan memeluk agama merupakan tema yang sudah sejak dulu sebelum negara Indonesia memproklamirkan dirinya sebagai negara yang...

Menjawab Radikalisme di Tubuh KPK

Di tengah gegap gempita kesuksesan KPK melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap sejumlah koruptor, ada angin tak sedap berhembus ke tubuh KPK. Sebuah...

Kapitalisme Global dibalik Kampanye Anti-Tembakau

Ditilik dari kacamata ekonomi dan politik, kita sering kali tidak cepat tanggap dan kritis dalam merespon anti rokok bahkan terkait isu kenaikan rokok yang...
Fahrulraz M. Faruk
Pegiat Dunia Penulisan

Sejarah arsitektur dunia berkembang cukup pesat. Orang-orang di zaman mesir kuno sudah mulai berpikir untuk mendesain bangunan yang bukan hanya menitikberatkan pada fungsi, tetapi juga harus memiliki nilai estetika. Arsitektur megah dari sebuah bangunan yang dibangun pada masa itu, dapat mencerminkan kekuatan dari peradaban tersebut. Orang-orang di zaman mesir kuno mungkin tidak akan berpikir bahwa 2000 tahun yang akan datang, piramida yang mereka bangun akan berkontribusi dalam menambah devisa negara.

Indonesia dan pariwisata menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal ini mengingat Indonesia memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata. Pariwisata dapat dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan objek dan tujuan, diantaranya wisata budaya, wisata alam, wisata religi, wisata pendidikan, dsb. Wisata budaya dan wisata alam masih menjadi pilihan destinasi andalan di Indonesia. Hal ini mengingat  Indonesia yang memang terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Saat ini, banyak daerah mulai mengembangkan sektor-sektor pariwisata baru, guna pengembangan potensi pariwisata daerah.

Banyak tantangan yang muncul di era modern ini, seperti “Bagaimana mengembangkan pariwisata di tengah-tengah kota padat penduduk ?”. Selain itu, tidak semua daerah di Indonesia memiliki destinasi wisata alam, sehingga perlu sektor pariwisata lain yang dapat dimanfaatkan oleh daerah tersebut untuk pengembangan pariwisata di daerahnya. Opsi  yang paling memungkinkan yaitu dengan cara menciptakan sendiri destinasi wisata yang efektif lagi efisien. Oleh sebab itu, solusi yang paling tepat yaitu dengan pembangunan “Landmark”.

Seiring berkembangnya zaman, orang-orang mulai berpikir untuk menciptakan dan mengembangkan sektor-sektor ekonomi kreatif, salah satunya di bidang pariwisata. Salah satu sektor destinasi yang mulai dikembangkan yaitu landmark. Landmark dapat diartikan sebagai sebuah bangunan atau tempat yang mudah dikenali, terutama yang dapat  digunakan untuk mengecek di mana kita berada (Cambridge Dictionary). Landmark secara modern juga dapat diartikan sebagai sebuah simbol yang dibuat oleh manusia, dan dapat  menjadi ciri khas dari suatu tempat. Menara Eiffel di Paris, Patung Liberty di New York, Candi Borobudur di Magelang, merupakan beberapa contoh landmark yang terkenal di dunia.

Sarana Promosi Daerah dan Pariwisata

Apa yang akan dipikirkan oleh orang ketika pertama kali mendengar tentang paris ? Apakah Menara Eiffel, atau Arc de Triomphe ?. Orang-orang juga pasti berpikir tentang Patung Liberty saat  mendengar tentang New York. Begitupun Roma dengan Colosseum-nya, London dengan Big Ben-nya, atau Sydney dengan Opera House-nya. Orang-orang juga akan berpikir sama tentang Candi Borobudur ketika mendengar tentang Magelang, dan Monas jika mendengar tentang Jakarta. Melihat fakta ini, pembangunan serta pengelolaan landmark secara baik, dapat menjadikan landmark sebagai sebuah produk yang efektif untuk promosi daerah. Hal ini juga sekaligus menarik minat wisatawan untuk datang ke daerah tersebut. Oleh sebab itu, kedepannya setiap daerah sudah harus mulai berpikir tentang pemanfaatan landmark dalam hal pengembangan potensi pariwisata daerah.

Menurut press release dari toureiffel.paris, pada tahun 2015 kurang lebih 7 juta orang berkunjung ke menara eiffel, dimana 79,7 % merupakan turis mancanegara. Ada juga patung liberty di new york yang setiap tahunnya menarik kurang lebih 4,5 juta orang (Statista.com). Kemudian Tajh Mahal di India, yang dikunjungi oleh 23% dari jumlah wisatawan yang datang ke India (Indiatimes.com).  Indonesia juga punya Candi Borobudur yang dikunjungi oleh 3,7 juta orang tiap tahunnya (CNN Indonesia). Data ini dapat menunjukan potensi besar landmark sebagai sebuah sektor pariwisata. Selain dapat menarik turis-turis asing, landmark juga dapat menarik turis-turis lokal agar datang berkunjung ke daerah tersebut. Hal ini secara tidak langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Manfaat yang dapat diperoleh dari pengembangan sektor pariwisata kota ini, diantaranya yaitu terciptanya lapangan pekerjaan baru, serta dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

Penataan Ruang Kota

Selain menguntungkan, landmark juga bisa menjadi solusi dalam mengatasi masalah tata ruang kota di daerah padat penduduk. Beberapa kota maju memiliki jumlah penduduk yang banyak sehingga berdampak pada semakin minimnya ruang kota akibat dari pendirian bangunan. Hal ini bisa berpengaruh kepada tingkat stres warga yang tinggal di daerah tersebut. Permasalahan ini tidak bisa dihindarkan, sehingga perlu solusi yang tepat untuk memecahkannya. Oleh sebab itu landmark bisa menjadi sebuah solusi yang tepat untuk membantu penaatan ruang kota. Pembangunan landmark dapat berupa pendirian ruang hijau seperti taman di kawasan padat bangunan.  Taman ini nantinya  bisa digunakan oleh orang-orang sebagai tempat untuk bersantai, atau mungkin sebagai  tempat singgah para pejalan kaki untuk sekedar berfoto. Landmark juga bermanfaat bagi daerah berkembang yang ruang kotanya masih luas. Hal ini terkait dengan pemanfaatan ruang kota untuk pembangunan, serta penataan ruang kota yang baik dan rapi.

Landmark merupakan sebuah solusi yang efektif dan efisien dalam menjawab tantangan bagaimana menciptakan sektor pariwisata kreatif. Selain bermanfaat bagi pengembangan pariwisata daerah, landmark juga bisa menjadi salah satu opsi dalam hal penataan ruang kota. Walaupun pembangunan serta perawatannya terkesan membutuhkan biaya yang cukup besar, pembangunan landmark tidak akan merugikan, sebab landmark punya banyak manfaat bagi pengembangan kota itu sendiri. Mengingat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari pembangunan landmark, setiap daerah sudah harus mulai menaruh perhatian lebih terhadap sektor pariwisata ini. (*)

Fahrulraz M. Faruk
Pegiat Dunia Penulisan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.