Kamis, Februari 25, 2021

Lakukan Hal Ini Agar Sosialisasi Nyata Terjalin Lebih Intens!

OSS Saja Tidak Cukup

Di banyak kesempatan Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa ia menghendaki adanya perbaikan iklim usaha di Indonesia. Tujuannya jelas, yaitu peningkatan investasi yang diharapkan menggerakkan...

Kritik Jamaluddin al-Afghani Atas Khilafah Islamiyah

Sejak abad ke-9 M hingga memasuki abad ke-14 M menjadi masa keemasan Islam dalam panggung peradaban dan ilmu pengetahuan. Ternyata uforia ilmu pengetahuan terhenti...

Pembubaran Parpol Politik Pengusul RUU HIP?

Masyarakat Indonesia kembali dibuat heboh dengan adanya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Pasalnya di dalam RUU HIP, dianggap membuka peluang agar masuknya...

Pemikiran Politik Islam, Mohammad Natsir

Berbicara mengenai tokoh pemikiran politik Islam di Indonesia, maka Muhammad Natsir adalah tokoh yang tidak bisa dikesampingkan. Pemikiran sekaligus perannya bagi republik sedemikian besar...
Jessica Agustina
Mahasiswi London School of Public Relations jurusan Public Relations semester 3.

Gadget, kata yang sudah sangat tidak asing lagi saat dibaca pada manusia zaman now yang kemungkinan besar menggunakannya. Karena sebagian besar yang kita lakukan adalah melalui gadget yang tanpa kita sadari membuat kita “Kecanduan” atau kita sebut “Budak Gadget”.

Sebelumnya mari kita pahami terlebih dahulu apa arti gadget. Secara istilah gadget berasal dari bahasa Inggris yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus.

Perkembangan Gadget di zaman now ini berkembang sangat pesat dan membuat kita sebagai manusia mau tidak mau diharuskan menggunakan gadget untuk keperluan sehari-hari karena gadget sendiri diciptakan memang untuk memberikan kemudahan bagi kehidupan.

Namun demikian, walaupun gadget banyak memberikan dampak positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Maka dari itu jika kita menggunakannya terus menerus kita akan masuk ke tahap “Kecanduan”  dan sangat bahaya loh!

Ya, tidak salah kok bahwa kehadiran gadget membuat hidup menjadi lebih praktis dan mudah. Kita  dapat berkomunikasi, mencari informasi, kerja, hingga mengedit foto hanya dalam genggaman. Namun, di era gadget ini justru dapat mengancam banyak hal loh contohnya ya kesehatan, baik fisik maupun mental, untuk mengurangi risiko menggunakan gadget yang berlebihan, mari kita mulai melakukan detox gadget yuk dengan 4 cara ini!

1. Sadari terlebih dahulu

Sebelum melakukan detox gadget kalian harus sadari terlebih dahulu bahaya yang mengancam dan sadari pula manfaat dari detox gadget yang akan dilakukan. Dengan memahaminya, kamu akan lebih berkomitmen untuk menjalankan program.

2. Mulai dari hal kecil

Mulai dari hal kecil? Hmm mungkin, saat ini kamu selalu memeriksa handphone setiap 10 menit sekali. Perlahan, cobalah untuk tidak menggunakan gadget selama 60 menit. Contoh saat sedang berkendara mulailah untuk tidak menggunakan gadget karena walaupun sudah sangat jelas bahayanya tetapi masih banyak yang tetap menggunakan gadget saat berkendara dan memicu kecelakaan.

3. Cari kesibukan

Cari Kesibukan! Ya betul, tidak dipungkiri jika kita hanya diam saja tanpa melakukan apapun terlebih tidak memegang gadget pasti akan sangat bosan, karenanya lakukanlah lebih banyak kegiatan positif yang mengahlihkan kita dengan gadget kita untuk sementara waktu. Misalnya meletakan gadget ditas pada saat jam makan siang dan mengobrol atau bertukar pikiran dengan teman-teman sekitar.

4. Rasakan Manfaatnya

Setiap satu atau dua minggu sekali di hari libur, cobalah untuk tidak mengakses gadget. Usahakan untuk melakukan kegiatan secara nyata dengan bertemu teman-teman, keluarga, atau berolahraga. Jangan lupa juga untuk menyadari manfaat dari detox gadget yang kamu jalankan!

Jessica Agustina
Mahasiswi London School of Public Relations jurusan Public Relations semester 3.
Berita sebelumnyaMenajamkan Mitigasi Bahaya Alam
Berita berikutnyaEpicentrum Literasi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Polemik Pernikahan Dini Masa Pandemi

Menyebarnya virus covid 19 di Indonesia sangat cepat dan menyeluruh ke berbagai wilayah dari kota besar sampai daerah pelosok desa. Virus ini terjadi mulai...

Revitalisasi Bahasa Daerah Melalui Tradisi Santri

Bahasa daerah merupakan bahasa awal yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. Melihat bahasa daerah di Indonesia sangat banyak ragamnya dan merupakan kekayaan budaya Indonesia, seiring...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Revitalisasi Bahasa Daerah Melalui Tradisi Santri

Bahasa daerah merupakan bahasa awal yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. Melihat bahasa daerah di Indonesia sangat banyak ragamnya dan merupakan kekayaan budaya Indonesia, seiring...

Sejarah Peradaban Di Pulau Jawa

Jawa memiliki sejarah epik dan menjadi tempat tinggal manusia dimulai sejak 1,7 juta tahun yang lalu ketika 'Orang Jawa' menjelajahi tepi Sungai Bengawan Solo...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.