Rabu, April 14, 2021

Kunjungan Wapres Jusuf Kalla: Demokrasi Indonesia Masih Terbaik

Kesamaan Deschamp dan Beckenbauer

Franz Beckenbauer adalah legenda sepakbola Jerman (dulu Jerman Barat) khususnya dan dunia pada umumnya. Seorang libero yang taktis dan pintar membaca permainan. Saat menjadi...

Alasan Yerusalem tidak dapat di jadikan ibukota Israel

Amerika serikat telah menandatangani sebuah pernyataan pada 6 Desember 2017 lalu. Pernyataan tersebut memuat pengakuan Amerika serikat bahwa Yerusalem merupakan ibukota Israel. Keputusan presiden...

Islam Rasa Eropa Abad Pertengahan di Zaman Now

Keruntuhan Kekaisaran Romawi pada penghujung abad ke-5 M menandai akhir dari zaman klasik di Eropa. Tidak adanya imperium yang bisa mengisi kekosongan politik tersebut...

Bianglala Pembangunan Desa

Dalam banyak hal perbincangan mengenai desa, selalu terhidang kondisi keterbelakangan dan keterpurukkan. Kilau modernisasi yang dianggap buah dari pembangunan tak pernah surutkan desa dalam...
Aristyo Rizka Darmawan
LL.M Candidate at Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University. Aristyo Rizka Darmawan is an Indonesian legal Academics. He received Bachelor of Law LL.B majoring in International Law from Universitas Indonesia. Aristyo research interest mainly on Public International law, Law of the sea, Environmental law, Law of Diplomatic Relations, and Indonesian Foreign Policy.

Pada 21/09/2018 Dalam salah satu rangkaian kegiatannya di Amerika Serikat, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat berkunjung untuk memberikan kuliah umum serta berdiskusi dengan Mahasiswa Indonesia Fletcher, Harvard dan MIT yang berada di Boston. Kuliah umum tersebut dilaksanakan di kampus Fletcher School of Law and Diplomacy di kora Medford, Massachussetts.

Demokrasi Indonesia

Dalam sambutannya Pak Jusuf Kalla membahas mengenai kondisi terkini Politik Luar Negeri Indonesia yang mengalami tantangan dan peluang yang akan dihadapi oleh Indonesia. Materi yang juga diangkat dalam diskusi para Mahasiswa dengan Wakil presiden cukup beragam, salah satunya terkait demokrasi Indonesia di masa yang akan datang khususnya menjelang pemilihan umum Presiden 2019.

Jusuf Kalla menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia saat ini dalam kedaan baik dan tidak terancam, Ia menyampaikan bahwa apabila dibandingkan dengan negara negara Asia tenggara lainnya Demokrasi Inodnesia jauh sudah lebih baik dan matang.

Sebagai contoh ia menyampaikan apa yang saat ini terjadi di Singapura hanya ada satu partai penguasa yang cenderung Absolut, Malaysia yang saat ini mengalami permasalahan pasca dugaan kasus korupsi yang menimpa mantan perdana mentri dan Thailand yang seringkali mengalami pergantian Perdana mentri.

Apabila dibandingkan dengan negara- negara tersebut diatas tentu demokrasi Indonesia sudah jauh lebih baik, dan Jusuf Kalla juga optimis selama masa pemilihan umum 2019 mendatang Indonesia akan tetap melaksanakan demokrasinya dengan sangat baik.

Defisit BPJS

Isu lain yang juga dibahas dalam diskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah mengenai Isu defisitnya BPJS Indonesia. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa saat ini BPJS masih mengalami kerugian karena rendahnya jumlah yang harus dibayarkan masyarakat,

Ia membanddingkan kontribusi yang harus dibayarkan masyarakat Indonesia untuk BPJS yang hanya $2 USD per bulan, sedangkan untuk jaminan kesehatan nasional yang harus dibayarkan warga Amerika mencapa ribuan USD.

Namun demikian Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan BPJS saat ini sudah cukup membantu masyarakat dikarenakan BPJS suda dapat mengcover hampir seluruh biaya perawatan ketika sakit.

Setelah menyampaikan kuliah umum dan berdiskusi dengan Mahasiswa di Boston, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan melanjutkan kunjungannya ke New York untuk memimpin delegasi Indonesia di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Aristyo Rizka Darmawan
LL.M Candidate at Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University. Aristyo Rizka Darmawan is an Indonesian legal Academics. He received Bachelor of Law LL.B majoring in International Law from Universitas Indonesia. Aristyo research interest mainly on Public International law, Law of the sea, Environmental law, Law of Diplomatic Relations, and Indonesian Foreign Policy.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.