OUR NETWORK

Kulonprogo Yogyakarta ke Depan Seperti Apa?

Nama yang semula direncanakan New Yogyakarta Internasional Airport tidak jadi digunakan

Bandara Internasional yang berada di Kecamatan Temon Kulonprogo Yogyakarta sudah beroperasi. Nama yang semula direncanakan New Yogyakarta Internasional Airport tidak jadi digunakan. Nama yang digunakan Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

Izin dari Kementrian Perhubungan juga sudah didapatkan. Sertifikat Bandar Udara tanggal 26 April dengan Nomor 149/SBU-DBU-IV-2019. Masa berlaku Sertifikat Bandar Udara ini lima tahun ke depan.

Bupati Kulonprogo dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) sosok yang berperan penting dalam terealisasinya pembangunan YIA. Hasto melakukan pendekatan kepada warga ketika ada penolakan pembangunan YIA.

Ketika ada empat mahasiswa yang dianggap provokator dan ditangkap polisi, Hasto meminta polisi melepaskan mahasiswa tersebut. Hasto dikenal pro kepada masyarakat Kulonprogo.

Program Hasto yang terkenal adalah Bela Kulonprogo Beli Kulonprogo. Program ini mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Hasto selalu bekerja keras dalam melaksanakan pembangunan diwilayahnya. Selalu mengobarkan semangat bagi masyarakat agar optimis dalam menghadapi kehidupan.

Di media sosial beredar Keputusan Presiden RI tertanggal 30 April tentang pengangkatan Hasto menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Keputusan Presiden ini belum ada tandatangan Presiden, tetapi ada tandatangan Deputi Bidang Administrasi Sekretaris Kabinet Farid Utomo. Kebenaran Keputusan Presiden ini masih tanda tanya.

Andai Surat Keputusan Presiden RI ini nyata dan terealisasi, maka Kulonprogo ke depan akan menjadi seperti apa? Ketika YIA sudah beroperasi, investor akan berlomba-lomba masuk ke Kulonprogo. Pembangunan dalam mendukung YIA pasti akan sangat pesat. Apakah pembangunan ini mengesampingkan aspek lingkungan?

Bisa jadi iya jawabannya. Sosok Hasto sudah tidak menjabat Bupati Kulonprogo. Hasto menjabat Kepala BKKBN. Hasto sudah tidak lagi dapat membentengi investor yang mengesampingkan aspek lingkungan. Hasto tidak lagi dapat membela masyarakat Kulonprogo.

Ditambah Presiden Joko Widodo pada saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Hotel Shangrila Jakarta Kamis 9 Mei 2019. Presiden mengeluhkan perizinan investasi di tingkat pusat dan daerah yang berjalan lambat. Presiden meminta kepala daerah menutup mata dan langsung memberi izin tanpa ada pertimbangan aspek lingkungan.

“Kalau itu datang investornya, sudah saudara-saudara sekalian tutup mata. Sudah, besok bangun, izin berikan, besok suruh bangun. Gitu lho, itu baru bisa menyelesaikan”, ujar Presiden dalam sambutannya. Ke depan Presiden meminta jajaran pemerintah pusat hingga daerah terus memangkas izin-izin yang tidak perlu.

Ada apa dibalik Hasto diangkat menjadi Kepala BKKBN? (Jika Keputusan Presiden RI itu benar). Apakah agar memudahkan perizinan masuk di Kulonprogo. Hasto yang terkenal pro masyarakat, disingkirkan secara halus, walaupun naik jabatan dari Bupati menjadi Kepala BKKBN.

Masyarakat dan seluruh pejabat di Kulonprogo, perlu kehati-hatian dalam membangun Kulonprogo. Tidak serta merta langsung diberikan izin ketika ada investor akan membangun. Perlu kajian-kajian mendalam dalam memberikan izin. Pertimbangkan aspek lingkungan, demi masa depan generasi penerus Kulonprogo.

Staf Badan Penjaminan Mutu

TINGGALKAN KOMENTAR

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

    Processing files…