OUR NETWORK

KPI Gardu Terdepan Membangun Pendidikan dan Pengetahuan Masyarakat

Dunia penyiaran adalah dunia yang sangat menarik untuk bicarakan dan kegiatannya menjadi salah satu hal yang menyatu dengan aktivitas manusia sehari-hari. Dimanapun kita berada maka media penyiaran sangat mudah didapat dan selalu setia menemani kita dalam kondisi apapun dengan berbagai jenis karakter setiap menit tanpa henti. Seiiring dengan kemajuan teknologi dari analog ke era digital maka dunia penyiaran juga semakin memanjakan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bayangkan bagi mereka yang telah menikmati digitalization broadcasting era tidak pernah lagi melihat informasi kebutuhannya kapanpun, dengan membuka-buka harian yang terbit, menelpon suatu institusi untuk menanyakan apakah akan hujan? berapa nilai kurs? Atau menunggu jadwal akan disiarkan, tetapi televisi menjadi jasa layanan informasi yang lengkap, cepat dan tepat.

Hanya saja di negara-negara maju yang melayani jasa tersebut tentunya memiliki income perkapita yang tinggi sehingga mereka mampu mengadopsi teknologi cangih tersebut. Secara umum media massa (konvensional) disebut-sebut memiliki fungsi hiburan, pendidikan dan informatif. Dennis McQuail (2002) mengatakan ”bahwa media massa sebagian besar memiliki sifat-sifat negatif image”.

Ditambahkan pula oleh Burhan Bugin (2005); “pers dan media massa postmodern selain memiliki fungsi-fungsi umum, juga memiliki peran-peran di atas, secara umum, pers dan media massa memiliki kemampuan konstruktif dan destruktif yang sangat dahsyat, selain ia sebagai mesin uang kapitalis yang terus mengeksploitasi kelemahan manusia”.

Siaran sama artinya dengan broadcast yang dalam Undang-undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran adalah “pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran”.

Sedangkan Penyiaran yang sebut broadcasting memiliki pengertian sebagai; “kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan mengunakan spektrum frekuensi radio (sinyal radio) yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara, kabel, dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran”.

Sistem penyiaran di Indonesia

Pada hakikatnya media penyiaran sangat membantu kita dalam menggali dan mendapatkan informasi. Terkhusus informasi yang disiarkan televisi langung mendapatkan respon begitu cepat. Dunia penyiaran Indonesia saat ini mendapat berbagai problematika dimana masuknya budaya asing begitu deras untuk mempengaruhi tingkah laku anak-anak Indonesia.

Dalam pemberitaan televisi menyiarkan berita buruk dan informasi yang melebihkan diaman berita buruk yang selalu menghantui seolah-olah negari sudah kacau dan tidak bisa berkompetisi dengan negara lain. Pemberitaan mengenai kebanggaan terhadap negeri begitu minim, sehingga banyak masyarakat menjadi tidak suka dengan keadaan bangsa.

Para pemiliknya televisi berlomba-lomba untuk pencitraan dirinya, entah itu dalam perbuatan terhadap bangsa, entah itu pidota politik dan lain-lain. Pemberitaan yang tidak netral, memihak golongan yang satu, dan memihak partai yang satu dengan berbagai modus lainnya.

Apalagi saat ini saya melihat film India merajai penyiaran Indonesia, mulai dari pagi sampai malam, sampai-sampai banyak orang atau anak muda sampai lupa diri karena hanya menonton film India. Entah itu selera atau karena trend tetapi sangat berpengaruh kepada tingkahlaku orang tua dan anak-anak.

KPI sebagai lembaga yang independen harus bisa memberikan rule penyiaran untuk berbagai kalangan untuk anak-anak seperti apa, orang seperti apa dan orang dewasa seperti apa sehingga sinergi dalam penyiaran tercipta dan ada regulasi yang baik, sehingga tercipta tontonan yang berkualitas.

Dalam perkembangan penyiaran Indonesia dewasa ini menjadi bahan perhatian adalah bagaimana Indonesia dikenal dan oleh masyarakat dalam negeri dan luar negeri, jikalau pmberitaan yang negtif yang timbul maka pandangan negative pula kepada bangsa. jikalau pemberitaan positif maka timbullah pandangan positif untuk negara ini.

Kenapa nasionalisme semakain menurun karena pandangan negative yang ditimbulkan pemberitaan yang negatif. Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) mengatur “isi siaran dari jasa penyiaran televisi, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Swasta dan Lembaga Penyiaran Publik, wajib memuat sekurang-kurangnya 60% (enam puluh per seratus) mata acara yang berasal dari dalam negeri.
Tahun ini Hampir seluruh siaran televisi menyiarkan 60% acara luar negeri. Dari hal ini tampak bahwa rata-rata siaran televisi melanggar undang-undang. Jadi KPI harus menindak hal ini dengan tegas dan cermat.

Memberikan pengetahuan teoritis mengenai dunia penyiaran meliputi pengertian, karakteristik, jenis-jenis dan proses penyiaran, prinsip-prinsip dasar penyiaran, jenis-jenis program siaran, media penyiaran dan organisasi media penyiaran, sejarah serta perkembangan dunia penyiaran.

Bila dilihat dari fungsinya maka KPI sangat berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jikalau yang disiarkan baik maka penerima siaranpun akan mengalami pendidikan. Siaran yang berkualitas akan menghasilkan orang yang berkualitas.. Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan bahwa KPI menjadi gardu terdepan dalam membangun pendidikan dan pengetahuan masyarakat

Setelah saya melakukan survei di lingkungan kampus ternyata mahasiswa banyak tidak mengetahui apa itu KPI, dan masyarakat yang ada disekitar tempat tinggal mereka mengatakan belum tahu apa itu KPI. Mereka banyak mengetahui KPU, KPK dan lain sebagainya, maka dengan demikian terbersit di pikiran untuk memperkenalkan KPI kepada masyarakt sangat penting supaya masyarakat dekat dan mengenal.

Ada pepetah mengatakan tak kenal maka tak sayang, kenal maka disayang, untuk memperkuat KPI maka harus dilakuka mitra dan sosialisasi kepada masyarakat biar masyarakat juga aktif dalam mengembangkan KPI. Dengan adanya KPI ini maka terbentuk keharmonisan antara penyiar, masyarakat dan pemerintah untuk membangun karakter bangsa yang lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.