Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Kotak Kardus KPU dan Tantangan Integritas Demokrasi kita! | GEOTIMES
Selasa, Maret 9, 2021

Kotak Kardus KPU dan Tantangan Integritas Demokrasi kita!

Berperang Melawan Infodemi

Menurut (Eshet-Alkalai, 2004) ruang maya atau cyberspace bukan hanya desa global atau global village melainkan hutan belantara yang lebat dengan segala informasi. Informasi tersebut bisa jadi...

Eksil, Eks Tapol dan Usaha Merawat Kewarasan

Surat dari Praha yang menceritakan tentang eksil dengan segala cinta serta tetap Indonesia walaupun terbuang dari negerinya. Dalam film yang diproduseri oleh Glenn Fredly,...

Syafii Maarif dan Bangkitnya Generasi Milineal yang Pluralis

Pada 21 Juli 2018 lalu, berkumpul anak-anak muda yang datang dari berbagai pelosok negeri, dari Aceh, Jawa, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia. Kaum milineal...

Pembubaran Parpol Politik Pengusul RUU HIP?

Masyarakat Indonesia kembali dibuat heboh dengan adanya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Pasalnya di dalam RUU HIP, dianggap membuka peluang agar masuknya...
Nurfahmi Kaffah
Mahasiswa Magister Fakultas Hukum Universitas Indonesia, awardee Rumah Kepemimpinan Angkatan 7

Ditengah banyak negara bagian di amerika serikat  tengah sibuk meningkatkan mutu system pemilu online melalui teknologi elektronik, Indonesia justru diramaikan dengan perdebatan kotak “kardus” yang mengusik telinga publik disaat Pemilu 2019 sudah dihadapan.

Fenomena kotak Kardus ini bisa dimaknai ringan oleh sebagian kelompok yang mengamini pertimbangan efektifitas waktu, efisiensi anggaran, kemudahan masyarakat dalam distribusi dan penyimpanan.

Di sisi lain, kotak kardus ini justru menjadi pemantik gelombang protes dari sebagian besar masyarakat yang justru tengah prihatin dengan kondisi demokrasi dan integritas Pemilu di Indonesia.

Tak luput dari perdebatan, banyak diantara pengamat politik, anggota legislatif, Timses paslon yang melakukan perang opini “kardus vs  duplex kedap air”, “kardus vs alumunium” dan tema debat lainya, yang justru semakin mendorong publik menarik mundur kepercayaannya pada proses Pemilu 2019 mendatang.

Pasalnya, kebijakan kotak suara kardus ini hadir dan disepakati ditengah banyaknya pertanyaan masyarakat terkait temuan ribuan e-ktp “tak bertuan”, penggelembungan ribuan daftar pemilih tetap (DPT) diberbagai daerah, dan lain sebagainya. Sehingga persepsi rakyat tentang penyelenggara pemilu terus tergerus, akankah KPU akan mampu menyelenggarakan pemilu dengan profesional, aman, dan “kedap” dari kecurangan?

Rakyat Indonesia sebagai pemilih berhak mendapatkan argumentasi dan pemahaman yang bukan sekedar penjelasan hukum, namun keyakinan bahwa KPU berkomitmen menjaga suara masyarakat dari bilik suara sampai keperhitungan tingkat Nasional.

Menjaga Marwah Demokrasi

Moral Hazard oknum stakeholders Pemilu sangat mungkin terjadi disemua tingkatan, baik dengan infrastruktur pemilu yang berkualitas tinggi maupun rendah, lebih-lebih lagi jika kualitas alat dan infrastruktur Pemilu yang digunakan diragukan. Wajar jika kebijakan ini mengusik prasangka masyarakat bahwa kotak suara rentan dirusak ataupun di manipulasi, segala hal yang terjadi kotak suara sangat tergantung SDM yang ada di sekitarnya.

KPU bukan saja lembaga yang berwenang menyelenggarakan pemilu, secara legitimasi KPU juga memegang amanah rakyat dalam mengamankan suara. One man one vote, setiap orang datang ke TPS menitipkan pilihan nasib hidupnya selama lima tahun dikotak suara KPU. Sebuah keharusan yang menjadi kesadaran KPU dalam menjalankan tugas, dan menjaga integritas.

Membangun kepercayaan bukanlah hal yang mudah, penggunaan kotak kardus bukanlah perdebatan subtansi, namun sejatinya merupakan pertaruhan integritas dan pekerjaan besar penyelenggara Pemilu dalam mengamankan hak konstitusional warga untuk memilih dan berdemokrasi.

Membangun Optimisme

Pada akhirnya, Keresahan masyarakat pada penggunaan kotak suara kardus merupakan bukti kepedulian masyarakat pada suara dan hak pilihnya, masyarakat tentu berharap perubahan yang lebih baik kedepan. Terlepas Bahwa keputusan penggunaan kotak kardus ini merupakan hasil konfigurasi Political will dari  DPR bersama pemerintah dan KPU, penggunaan kotak suara kardus ini merupakan tanggung jawab semua pihak dan semua elemen bangsa.

Mari awasi serta pantau, proses pungut dan hitung suara di tempat pemungutan suara di sekitar kita. Keputusan rakyat sangat bergantung pada integritas penyelanggara pemilu, Ketelitian dari otoritas pengawas, kejujuran peserta pemilu dalam berkampanye jujur, serta integritas pemilih yang memilih berdasarkan kebebasan  hati nurani, tanpa paksaan dan tidak berdasarkan money politics atau lainnya. Mari kita jaga bersama integritas dan kejujuran dalam penyelenggaraan pemilu 2019.

Nurfahmi Kaffah
Mahasiswa Magister Fakultas Hukum Universitas Indonesia, awardee Rumah Kepemimpinan Angkatan 7
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.