OUR NETWORK

Kongkow Imajiner dengan Tommy Soeharto, Dukung Jokowi atau Prabowo?

“Mas Tommy, diantara dua nama capres yang banyak beredar yaitu Jokowi dan Prabowo, mana yang Anda dukung?” Tanya saya langsung tanpa basa-basi.

Usai melakukan wawancara dengan Najwa Shihab yang ditayangkan dalam channel YouTube Najwa, putra sulung mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto atau Hutomo Mandala Putra mengundang saya untuk kongkow santai imajiner di sebuah kafe kecil, kawasan kota Tua, Jakarta Kota usai sholat Jum’at lalu. Berikut isi perbincangan singkat itu.

“Mas Tommy, diantara dua nama capres yang banyak beredar yaitu Jokowi dan Prabowo, mana yang Anda dukung?” Tanya saya langsung tanpa basa-basi.

“Sampai hari ini saya belum menentukan pilihan siapa yang akan saya dukung. Saya juga ingin mendengar aspirasi dari kader-kader partai Berkarya. Artinya keputusan politik parpol Berkarya muncul bukan hanya karena suara saya pribadi, tetapi juga suara partai,” jawabnya.

“Anda dukung mantan ipar Anda, Prabowo?” Sambung saya.

“Selama capres itu berpikir soal kepentingan rakyat dan membuat sejuk politik nasional kenapa tidak! Siapapun capresnya, entah itu orang lain ataupun mantan ipar, saya dukung kok. Ini suara pribadi lho yaaa…bukan suara partai Berkarya,” tandasnya tenang.

“Kalau Jokowi menurut Anda, gimana?”Lanjut saya.

“Hal yang sama juga ingin saya katakan, baik untuk Jokowi, Prabowo dan semua calon-calon lain yang sudah banyak beredar di publik, semua capres itu merupakan bentuk refresentasi rakyat. Suara saya bukan suara rakyat. Politik adalah aspirasi dan suara rakyat. Setiap orang punya penilaian pribadi terhadap sosok capres. Perbedaan rakyat dalam menilai sosok capres merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi,” ucapnya nyantai. 

“Kenapa dan apa alasannya Anda bikin parpol Berkarya?” Tanya saya.

“Khan… setiap hak politik rakyat di jamin UU, termasuk membuat parpol. Selama parpol itu visi dan misinya untuk kepentingan rakyat serta berazaskan Pancasila dan UUD 45, maka tidak ada salahnya saya bikin parpol, sama seperti yang lainnya,” sergahnya.

“Masyarakat mungkin saja mengaitkan parpol Anda dengan kebangkitan era Orde Baru di zaman Ayah Anda, menurut Anda?” Tanya saya lagi.

“Buat saya, itu juga hak rakyat untuk menilai. Rakyat boleh suka atau tidak suka. Tidak ada masalah dengan saya maupun dengan parpol Berkarya. Kepentingan saya membuat parpol ialah salah satunya sama dengan parpol-parpol lama atau parpol yang baru lainnnya yaitu untuk menampung aspirasi sosial.

“Anda berminat dan berniat jadi presiden?” Tanya saya langsung.

“Waduh…pertanyaan Anda bikin saya sesak nafas juga yaaa…(Tommy tersenyum). Saya yakin dan percaya rakyat pasti punya calon presiden terbaik untuk negeri ini. Saya akan dukung pilihan terbaik rakyat, siapapun presidennya….. asalkan dalam proses pemilihannya fair play dan sportif.  Jadi presiden atau tidak, bagi saya bukan sebuah tawaran menarik yang harus diperjuangkan secara ngotot. Buat saya, terlibat dalam dunia politik saja, saya sudah bersyukur kok. Ngak ada urusannya dengan ambisi jadi presiden lho…,”ucapnya tegas.

“Anda yakin tidak berambisi jadi presiden?” Tanya saya berusaha mengorek.

“Jadi Presiden itu bukan ambisi dan tujuan saya. Kalau ada orang-orang  menyebut saya ingin jadi presiden ya…boleh-boleh saja. Itu bukan keluar dari mulut saya. Itu khan hak mereka. Saya tidak bisa melarang publik. Itu semua berpulang kembali kepada saya pribadi karena saya memiliki tujuan ketika membuat parpol berkarya,” tegasnya.

“Jadi Anda dukung Jokowi atau Prabowo?” Saya ulang pertanyaan awal.

“Bagi saya masih terlalu instan untuk menyebut dukung-mendukung capres. Toh… pada saatnya saya dan parpol berkarya pasti akan menentukan sikap politik terhadap capres pilihan rakyat,” tutup Tommy. 

Kongkow santai imajiner saya dengan Tommy Soeharto selesai. Tommy yang akhir-akhir ini acapkali mengkritik kebijakan Presiden Jokowi, ternyata memiliki pandangan politik tersendiri dalam menilai situasi politik yang memanas menjelang pilpres 2019 mendatang. Terima kasih mas Tommy.

Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.