Rabu, April 14, 2021

Konfrontasi Laut China Selatan dan Taktik Perang Paul Van Riper

Mudik, Balik, dan Ilusi Urbanisasi

Perpindahan masyarakat dari daerah ke perkotaan menjadi hal yang lumrah terjadi. Peristiwa yang diistilahkan dengan urbanisasi ini menjadi pilihan beberapa kalangan masyarakat setidaknya karena...

Hoegeng, dan Integritas Pejabat Negara

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini mencari pejabat negara yang jujur bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, sangat sulit. Jumlah pejabat yang terlibat korupsi...

Pornografi, Ancaman atau Ajaran?

Belum lama ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan peredaran video pornografi anak yang diperankan bocah laki-laki yang diduga berusia sekitar 12 tahun dengan seorang perempuan...

Bagaimana Memahami Tagar #2019GantiPresiden?

Tahun 2019 sudah berada di depan mata. Hal ini mendorong banyak bermunculan nama-nama yang diprediksikan dapat menjadi penantang Joko Widodo. Salah satunya adalah Mardani...
Ahmad Cody
Medical Student 2014. Ig: @nabhancody

Laut china selatan sedang menjadi konflik dibeberapa negara, ada sekitar enam negara memperebutkan wilayah laut china selatan, seperti China, Taiwan, Brunei, Filipina, Vietnam dan juga Malaysia.

Selama bertahun-tahun laut china selatan memegang pengaruh besar dalam keberlangsungan negara-negara ASEAN. Laut china selatan juga merupakan daerah yang menyimpan sumberdaya alam yang menggiurkan, seperti keberadaan ikan yang melimpah dan juga dikabarkan daerah laut china selatan memiliki cadangan gas dan minyak yang melimpah ruah.

China memulai konfrontasi dengan mengakui sisi bahwa daerah laut china selatan adalah teritori mereka, termasuk pulau-pulau kecil yang berada disana, tentunya hal ini membuat negara – negara tetangga geram, bukan main-main China sampai membangun pangkalan perang di laut China selatan dengan persenjataan lengkap, sampai-sampai dikabarkan china membangun terowongan dibawah pulau tersebut sebagai cadangan amunisi mereka. China sungguh telah bersiap-siap untuk mengklaim daerah laut china selatan.

Lalu apa masalah dengan Indonesia? Kenapa Indonesia cukup agresif dalam masalah ini? Jawabannya karena perbatasan laut china selatan berbatasan dengan laut Natuna yang merupakan daerah teritori dari Indonesia, beberapa kali nelayan ilegal dari China tertangkap di laut natuna dan ditangkap, setelah diwawancarai nelayan china tersebut mengklaim bahwa itu masih dalam daerah laut mereka yaitu laut china selatan. China nampaknya serius sekali untuk hal ini, bisa dilihat dari armada-armada perang baru China yang banyak sekali yang mereka rakit sendiri dan sangat mumpuni.

Tentunya ini akan menjadi sebuah konflik besar antar negara-negara asean yang masing – masing mengklaim daerah mereka, laut china selatan juga merupakan jalan masuk perekonomian dari negara-negara yang terlibat konflik. Yang menjadi masalah apakah Indonesia siap perang melawan china yang ingin mengklaim seluruh laut china selatan?

Jika ditilik dari tentara nasional, jelas tentara nasional indonesia lebih berpengalaman dibanding tentara China, akan tetapi peralatan dan persenjataan kita jauh sangat kalah dari persenjataan China yang memiliki armada perang baru dan masih fresh, sedangkan persenjataan Indonesia masih kurang dan banyak juga yang telah uzur dimakan zaman.

Menteri pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan persenjataan Indonesia bisa bertahan selama 3 hari saja, sedangkan menurut Rocky Gerung Indonesia cuma bisa bertahan 14 jam saja dan menurut pengamat pertahanan asal lembaga ilmu pengetahuan indonesia (LIPI), Indonesia perang 5 jam saja sudah keteteran.

Andaikan perang ini terjadi, apakah Indonesia akan melakukan taktik lawas nya Paul Van Riper? Yang sempat diragukan di Amerika tetapi diluar ekspektasi malah bisa mengalahkan pasukan elit Amerika yang bersenjata lengkap dan berteknologi tinggi?

Paul Van Riper Jenderal tentara Amerika pada masa nya, Paul van river sendiri dikenal dengan gagasan gagasan nya yang cemerlang dalam kondisi perang, kemampuan dia menganalisis sangat mumpuni.

Pada suatu waktu Amerika ingin melakukan simulasi perang yang bernama JFCOM (Joint Forces Command) atau komando pasukan gabungan, yang mana merupakan simulasi atau latihan perang paling mahal Amerika pada saat itu, simulasi ini dibagi dua tim, yaitu tim biru dan tim merah, yang mana tim biru diberi alat-alat canggih seperti pelacak radar, komunikasi yang baik sehingga memiliki sumber daya intlektual perang yang lebih banyak dari sepanjang sejarah.

Sedangkan tim merah Paul Van Riper dengan gagasan“improvisasi perang” yang menarik, dia menggunakan teknik konvensional, dengan pengalaman perangnya di vietnam, dia meyakini teknologi tidak selalu menentukan keberhasilan perang, dia lebih suka menggunakan analisis teori perang dilapangan.

Jelas perang ini merupakan perang dua falsafah militer, tim biru dilengkapi dengan database, matriks dan metodologi untuk melumpuhkan musuh secara sistematik, sedangkan tim merah dibawah kepemimpinan Paul Van Riper menggunakan teknik konvensional yang dia pelajari dari perang dunia kedua dan mengharuskan membuat keputusan secara cepat dan mendadak dalam kondisi perang yang carut marut.

Simulasi ini berlangsung selama 2 tahun, pada hari pertama perang ini, tim biru membanjiri teluk persia tempat mereka mengadakan simulasi dan juga memasang benteng kapal besar mereka, dengan analisis perkiraan apa yang akan dilakukan tim merah.

Pilihan apa saja yang tersisa bagi tim merah dan keputusan apa yang akan diambil oleh tim merah, tetapi sayangnya Paul Van Riper komandan tim merah tidak melakukan pergerakan sesuai analisis komputer canggih tim biru.

Tim biru meruntuhkan menara- menara gelombang mikro tim merah, merusak jaringan kabel serat optik tim merah dengan asumsi bahwa tim merah akan menggunakan komunikasi satelit dan telepon seluler sehingga tim biru bisa menyadapnya sambil seraya berkata “tim merah akan terkejut karena hal yang tim biru lakukan” tapi sayangnya paul van riper tidak sedungu itu, Paul Van Riper belajar dari kesalahan Osama Bin Laden yang tertangkap karena menggunakan telepon seluler dan komunikasi satelit.

Tapi dengan mengejutkan paul van riper berkomunikasi dengan teknik lawas yaitu menggunakan kurir yang menggunakan sepeda motor sebagai transportasinya, dan tim biru pun terkejut seraya berkata bagaimana mungkin anda bisa menerbangkan pesawat tanpa komunikasi dan menara pengawas? Ternyata Paul Van Riper belajar dari perang dunia kedua, dia menerbangkan pesawat dengan metode cahaya, sungguh lawas sekali.

Lalu dengan mengejutkan lagi pasukan van ripper membombardir tameng kapal besar tim biru hanya dengan menggunakan perahu perahu kecil yang tak disangka – sangka oleh tim biru sehingga menengelamkan kapal tameng tim biru. Dan secara mengejutkan pasukan tim merah dibawah kendali paul van riper menang dalam simulasi perang tersebut.

Paul van riper mengatakan kita kadang terlalu sibuk menyusun sebuah matriks, membuat program komputer dan tanpa sadar kita terperangkap di dalamnya dan terjuga terjebak dalam mekanika sehingga melupakan aspek-aspek pandangan secara holistik.

Pada akhirnya pasukan Paul Van Ripper menang besar dalam simulasi ini, sehingga membuat ahli analitik dan para pakar heran kebingungan.

Nah apakah indonesia siap melakukan taktik paul van riper dengan keterbatasan Alutsista yang kita miliki? Kita akan lihat!

Ahmad Cody
Medical Student 2014. Ig: @nabhancody
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.