OUR NETWORK

Kondisi Ekonomi dalam Dinamika Keadilan Sosial Di Indonesia

Tindakan KKN harus benar-benar dibasmi sampai ke akar-akarnya.

Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Sejarah menunjukkan bahwa dulu kekayaan Indonesia dimiliki dan dinikmati oleh penjajah, namun saat ini kekayaan Indonesia telah menjadi milik Indonesia. Namun dalam kenyataannya, kekayaan tersebut hanya dimiliki oleh beberapa orang saja yang artinya tidak seluruh kekayaan tersebut untuk seluruh lapisan masyarakat.

Bangsa Indonesia memiliki dasar negara yaitu pancasila , dimana pada ke 5 berbunyi keadilan sosial bagi seluruh Indonesia, tetapi dalam kenyataannya keadilan tersebut masih menjadi sebuah pertanyaan.

Tulisan ini akan membahas mengenai keadilan dalam bidang perekonomian yang berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Keadilan tersebut menyangkut kondisi perekonomian saat ini dan masalah-masalah yang terkait dengan proses penurunan perekonomian Indonesia.

Perekonomian menjadi tolok ukur suatu bangsa dikatakan sejahtera ataupun tidak. Hal ini karena perekonomian sejajar dengan uang yang ada dinegara tersebut serta nilai mata uang dan pengaruhnya dalam sistem keuangan dunia.

Indonesia dalam lingkup ekonominya terlihat lemah, rasio gini Indonesia menurut Credit Suisse adalah 0.49, atau dapat diartikan 1% orang terkaya (hanya 2.5 juta orang) menguasai 49% kekayaan Indonesia (Credit Suisse Global Wealth Report, 2016).

Lingkup ekonomi ini menjadi sebuah tantangan untuk rakyat Indonesia, karena faktor ini akan  berpengaruh terhadap kebutuhan serta bersinggungan dengan kehidupan bangsa. Dimana dampak tersebut terlihat  pada standar kehidupan yang ada di Indonesia yaitu 29 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah. Ini mencangkup 8.3% penduduk kota dan 14.2% penduduk desa (Badan Pusat Statistik (SUSENAS), 2015).

Kemisikinan akan menyebabkan banyaknya tindakan-tindakan yang menyalahi aturan dan hukum. Hal ini terkait dengan kebutuhan yang semakin meningkat dan masyarakat tidak mampu untuk menjangkaunya. Sekitar 26.9% atau 68 juta orang Indonesia hidup dari 50% di atas garis kemiskinan nasional (PPP US$ 1,30).

Terlihat bahwa besarnya data ini menjadikan angka kemisikinan terus meningkat.  Anka tersebut berkaitan dengan angka rupiah yang semakin menurun. Perlu diketahui bahwa kesadaran masyarakat dalam bidang ekonomi harus benar-benar perhatikan. Kesadaran ini jika dikaitkan dengan sejarah Indonesia yaitu mengenai bagaimana cara proses pelaksanaan demokrasi Pancasila, dan pelakasanaan sistem ekonomi yang dibangun oleh pemerintah yang sesuai dengan UUD 1945.

Kesadaran ini jika dibangun dengan baik, dipahami, dan di pelajari oleh para jajaran pemerintah serta juga dibantu oleh rakyat sebagai pemberi aspirasi atas kondisi yang ada dilapangan maka akan didapatkan keadilan sosial yang tepat, kemerataan, dan harapan masyarakat akan terpenuhi dengan baik.

Keterkaitan antara utang yang dimiliki Indonesia berdampak pada seluruh aspek kehidupan yang ada di Indonesia. Beban utang yang dimiliki oleh Indonesia akan mengurangi program-program yang akan diberikan kepada rakyat, dimana program tersebut dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Beban utang tersebut selain mengurangi program-program yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan rakyat juga akan berdampak pada mengurangnya pembangungan sumber daya manusia sebagai prioritas utama suatu negara.

Semakin masif pembangunan sumber daya manusia, maka kualitas  aspek kehidupan yang lain juga akan menyesuaikan dengan sumber daya manusia yang akan mengelolanya. Pembangunan tersebut dapat dikaitkan dengan pendidikan yang baik di lingkungan yang baik pula, serta pengelolaan sistem kesehatan dengan pelayanan yang tepat merupakan kewajiban negara untuk menjamin hal tersebut kepada rakyat.

Dalam lingkup ekonomi yang perlu diperhatikan adalah aspek keberlanjutannya, jika nilai ekonomi yang ada di Indonesia semakin turun dari tahun-ketahun bukan tidak mungkin Indonesia akan semakin jatuh bahkan menjadi negara termiskin di dunia. Dalam bidang ekonomi tahun 2017, negara harus membayar utang sebanyak Rp 330 trilliun menurut UU APBN 2017.

Utang yang sangat besar tersebut harus dibayar oleh Indonesia. Maka dapat dikatakan ekonomi yang ada di Indonesia seperti sudah tidak mampu lagi diselesaikan dengan anggaran yang ada di Indonesia, tetapi harus bergantung pada utang Negara. Seperti halnya Indonesia yang tidak mampu berpijak sendiri ditanah airnya yang kaya akan sumber daya alamnya.

Sebagai rakyat Indonesia, pemerintah harus memberikan keadilan yang semestinya. Keadilan tersebut mengenai bagaiamana cara para petinggi bangsa yang ada dijajaran pusat maupun daerah memberdayakan dan memaksimalkan perekonomian.

Tindakan KKN harus benar-benar dibasmi sampai ke akar-akarnya. Pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar di Indonesia harus dikelola dengan tepat. Negara juga harus memberikan keadilan sosial dengan memprioritaskan pembangunan, mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memperbaiki ketimpangan yang ada di Indonesia. Sehingga dengan pola tersebut akan menjadikani bangsa yang kuat dan rakyatnya hidup sejahtera.

Berbagai parameter yang dapat ditunjukkan dalam kondisi saat ini yang dirasakan oleh rakyat Indonesia antara lain mengenai ekonomi yang melemah, kualitas pendidikannya, situasi utang Indonesia, pemenuhan sandang pangan beserta harga yang ada di masyarakat, kualitas SDM , masalah gizi anak-anak Indonesia, proses pertanian di Indonesia yang dijuluki sebagai negara agraris, darurat korupsi.

Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya , Elektro Industri - D3K PLN - Menjadi manusia yang berguna untuk orang lain -

TINGGALKAN KOMENTAR

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

    Processing files…