Senin, April 12, 2021

Komunitas Sosial untuk Indonesia

Hipnotis Media Sosial

Oleh: Cosmas GunMedia sosial yang lebih dikenal dengan medsos, menghipnotis siapa saja. Mulai dari anak-anak, pelajar, guru, mahasiswa, dosen,  politikus, orang awam, hingga warga...

Kebangkitan Nasional, Momen Healing Process

Hari Kebangkitan Nasional selalu diperingati pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Tanggal tersebut menjadi Hari Kebangkitan Nasional ditandai dengan berdirinya organisasi “Boedi Oetomo”, tepatnya...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Ridwan Kamil, Ahok dan Sentimen Anti-Tionghoa

Ridwan Kamil, pemilik sapaan akrab Kang Emil, tidak henti-hentinya dikaitkan dengan sosok Basuki Tjahaja Purnama dan situasi politik di Jakarta terkait Pilkada DKI lalu....
Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang

Secara Konstitusional, pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 Tidak hanya negara yang bertanggung jawab terhadap fakir miskin dan anak-anak, tetapi kita bersama.

Berusaha melakukan apa yang kita bisa terhadap implementasi dari pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Anak-anak panti asuhan mereka membutuhkan pengasuhan, dilihat dari dua sisi:

Pendidikan pengasuhan dan perlindungan

Ajaran Islam mendorong umatnya untuk mengobati “luka bathin” anak-anak yatim. Dalam islam, mereka diperlakukan dengan baik sehingga jiwanya tidak terguncang karena kehilangan sosok ayahnya.

Mereka masih dapat merasakan sosok pengganti ayah yang melindunginya, memperkuat tekadnya, dan memenuhi apa-apa yang mereka inginkan. Mereka tidak merasa kehilangan, kehilangan, dan terkucilkan di masyarakat, yang terkadang dapat menyebabkan penyimpangan tabiat mereka menjadi cendrung berontak dan kriminal.

Islam mengajarkan memberi makan kepada anak yatim, menanggung biaya hidupnya, pakaiannya, dan kebutuhan-kebutuhan lain. Keutamaan mengasuh anak yatim sekaligus menunjukan besarnya perhatian islam terhadap mereka.

Maka sangat penting bagi kaum muslimin untuk mengetahui adab-adab atau etika islam dalam mengasuh anak yatim. Mencintai dan memberi kepada anak yatim berdampak besar atas kehidupan mereka yaitu keberkahan dan keberuntungan.

Kisah Adil bin Abdillah As Sulthan yang bekerja di lembaga mengasuh anak yatim yang berada di kota Riyadh, banyak kaum muslimin yang ingin bersadaqah untuk keperluananak yatim yang ingin bersadaqah untuk keperluan anak yatim dan kemudian mereka mendapatkan dan memperoleh sesuatu yang berbeda di dalam kehidupan mereka.

Memulai gagasan baru dengan sebuah komunitas biasa dan sederhana. Komunitas ini berdiri atas gagasan 20 orang Mahasiswa. Komunitas Berdikari adalah Komunitas Mahasiswa Berbagi Peduli Kasih untuk panti yang berdomisili di Provinsi Sumatera Barat.. Komunitas ini tidak hanya beranggotakan Mahasiswa yang berasal dari Sumatera Barat tetapi juga mahasiswa dari Universitas Nasional.

Pentingnya penanaman jiwa sosial menjadi landasan komunitas ini didirikan. Dengan mengunjungi panti asuhan akan membuat rasa kepedulian Mahasiswa akan tumbuh, sehingga akan muncul rasa ingin memberikan manfaat. Harapannya mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga emosional.

Satu visi dan tujuan berusaha melakukan apa yang bisa dilakukan untuk bangsa dan negara. Seperti kutipan Jhon Fitzgerald Kennedy “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!”. “Berusaha” adalah kata yang tepat bagi komunitas ini, karena belum banyak yang bisa dilakukan.

Komunitas yang berdiri pada tanggal 28 Desember 2016 masih merintis dan membangun internal dan eksternal komunitas. Untuk saat ini Berdikari Group sudah ada dua cabang, Komunitas Berdikari Bukittinggi dan Komunitas Berdikari Padang.

Kedua cabang tersebut berada dibawah Berdikari Pusat atau Berdikari Group. Tidak hanya fokus ke panti asuhan, komunitas berdikari juga ikut untuk aksi sosial seperti penggalangan dan dan penghijauan lingkungan. Berusaha semaksimal mungkin melakukan apa yang kita bisa walaupun terlihat kecil seperti jargon komunitas Berdikari “ We Care We Share”

 

Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.