Selasa, Maret 2, 2021

Komunis Pertama dalam Tubuh Organisasi Islam Di Indonesia

Menjadi Millenial yang Berisik

Ketika Revolusi Prancis abad ke-18 berakhir, salah satu kebaruan berpolitik di Prancis adalah lahirnya istilah kelompok; “sayap kiri”, “sayap tengah” dan “sayap kanan” sebagai...

Ahok, Rocky, Somad, Gitu Aja Kok Marah?

Entah mengapa, saya selalu tidak sepakat bila gagasan dilawan dengan 'senapan'. Dari kasus Ahok dengan polemik Al-Maidah, Rocky Gerung dengan kitab suci fiksinya, hingga...

Drama Pemilihan Cawapres Dipilih dalam Ruang Tertutup

Keputusan yang telah di ambil oleh kubu Jokowi maupun kubu Prabowo Subianto dalam pemilihan calon wakil presidennya masing-masing telah mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak...

Efek Domino Covid-19

Sudah lebih dari 2 bulan virus corona (COVID-19) mewabah di seluruh penjuru dunia. Melansir data dari John Hopkins University, tercatat kasus virus corona mencapai 156.112...
Avatar
nanto28
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah di FKIP UHAMKA dan Filsuf

Pada tahun 1913 H. J. F. M. Sneevliet (1883-1942) tiba di Indonesia. Dia memulai karirnya sebagai seorang pengamut mistik Katolik tetapi kemudian beralih ke ide-ide sosial demokratis yang revolusioner dan aktivisme serikat dagang. Pada tahun 1914 dia mendirikam Indische Social- Democratische Vereniging (ISDV: Perserikatan Sosial Demokrat Hindia) di Surabaya.

Partai beraliran kiri ini dengan mudah berkembang menjadi Partai Komunis di Asia yang berada di luar negeri Soviet. Anggota ISDV ini adalah orang-orang Belanda, tetapi Organisasi ini ingin merangkul rakyat Indonesia, karenanya ISDV menjalin persekutuan dengan Insulinde (Kepulauan Hindia). Partai ini sebagian besar anggotanya Indische Partjj yang berkebangsaan Indo-Eropa yang radikal, anggota Insulinde berjumlah 6000 orang termasuk beberapa orang jawa terkemuka.

Oleh karena itu perhatian ISDV mulai teralihkan kepada Sarekat Islam, organisasi perdagangan yang memiliki jumlah pengikut yang besar dari rakyat Indonesia. Karena ISDV masuk ke tubuh SI maka SI pecah menjadi SI Putih dipimpin H. Agus Salim berhaluan Kanan berpusat di Yogyakarta, dan SI Merah dipimpin Semaoen  berhaluan kiri berpusat di Semarang.

Dengan pecahnya Sarekat Islam yang merupakan organisasi dagang Islam terbesar yang tujuan utamanya untuk menyaingi dan menahan lajunya perdagangan orang-orang China karena akan merugikan penduduk pribumi Indonesia, yang terjadi perpecahan antara golongan tua dan muda.

Golongan tua yaitu SI Putih menginginkan organisasi ini berjalan sesuai kesepakatan bersama dan musyawarah, pemikiran golongan tua cenderung konservatif, sedangkan golongan muda yaitu SI Merah menginginkan organisasi ini berjuang secara revolusioner untuk membela kaun yang tertindas serta bertindak terburu-buru, pemikiran golongan muda cenderung revolusioner dan menginginkan revolusi.

Pada tahun 1916 SI sudah terpecah di Minangkabau karena adanya perbedaan doktrin. Kaum Islam Modern menyebut diri mereka sebagai ‘SI kartu putih’, sedangkam kelompok-kelompok agama yang tradisional yang dipimpin oleh kaum sufi disebut ‘SI kartu merah’.

Sangat jelas bahwa perpecahan dalam suatu organisasi apapun disebankan oleh perbedaan doktrin dan perbedaan pandangan politik. Sebenarnya perbedaan merupakan Sunnatullah (Kebiasaan) yang memang wajar adanya akan tetapi ini semua bisa dikalahkan pleh politik manusia itu sendiri (Vested Interest)

Sumber: Ricklefs, M.C. (2005). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hlm 260-261 dan 267.

Avatar
nanto28
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah di FKIP UHAMKA dan Filsuf
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.