Senin, April 12, 2021

Komentar Fadli Zon Soal Bom Surabaya, Ngawur?

Fatsoen Politik di Tahun Politik

Dinamika politik di Indonesia kian lama, kian menampakan wajah para pelakunya (politikus). Pasca deklarasi cawapres yang telah dilakukan oleh kedua poros terkuat Jokowi dan...

Cak Imin dan Balihonya

Di sebuah pagi yang gerimis, di sebuah warung kopi Bu Supinah, sekumpulan anak muda tiba-tiba menyeletuk “Cak Imin, mendeklarasikan diri jadi Cawapres”. Kemudian hujan...

PK Ahok Ditolak MA: Antara Keadilan dan Ketidakadilan Hukum

Masyarakat tak begitu terkejut ketika Hakim Agung Artidjo Alkostar yang memimpin sidang peninjauan kembali (PK) mantan Gubernur Jakarta Ahok, mengetok palu usai memutuskan PK...

Mahfud MD, Sosok yang Konsisten Melawan Korupsi

Jakob Sumardjo pernah menulis di kompas (9/5/2014): “korupsi adalah penggerogotan material negara, sama berbahayanya dengan penggerogotan ideologi negara …Kaum koruptor benar-benar tidak memiliki rasa...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Ribuan caci-maki, hujatan, kecaman dan kekecewaan rakyat mengalir deras ke Fadli Zon yang mengeritik pemerintah soal kasus bom di Surabaya. Dalam akun twitternya Fadli mengatakan, “Terorisme biasanya bkembang di negara yg lemah pemimpinnya, mudah diintervensi, byk kemiskinan n ketimpangan dan ketidakadilan yg nyata.” Sontak saja komentar pendek yang bernada politis ini langsung mendapat tanggapan negatif dari warganet dan sejumlah politisi.

Bukan itu saja, Fadli Zon juga menegaskan bahwa pemerintah tak perlu mengeluarkan Perppu tentang terorisme. Menurutnya, pembahasan RUU Terorisme sudah hampir rampung. Ia kemudian menuding pemerintah kerap menunda pengesahan RUU tersebut.

Fadli mengungkapkan dirinya keberatan jika pemerintah kerap menjadikan DPR sebagai ‘kambing hitam’ terkait regulasi terorisme. Menurutnya, pemerintahlah yang gagal dalam menjaga keamanan negara.”Jangan seolah-olah karena gagal mengatasi (terorisme), undang-undang yang disalahkan. Yang salah jelas pemerintah dan aparat keamanan yang gagal mengamankan masyarakat,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Pernyataan Fadli di atas benar-benar sungguh memprihatinkan dan ngawur sebagai seorang wakil rakyat. Di tengah-tengah rasa empati dan belangsungkawa yang sangat mendalam dari seluruh elemen bangsa serta dan kutukan dunia internasional terhadap tindakan terorisme, Fadli Zon dengan entengnya melakukan manuver politik dengan memakai isu bom Surabaya.

Komentar yang disampaikan Fadli Zon jelas-jelas melawan gelombang duka dan dukungan rakyat kepada pemerintah dan aparat hukum untuk berperang melawan teroris. Pernyataan Fadli muncul pada waktu dan tempat yang salah. Keamanan dan kenyamanan rakyat, bukan hanya terusik oleh kekejian gerombolan teroris, tetapi juga menjadi semakin sakit hati dengan komentar Fadli yang tak peduli dengan rakyat yang sedang berkabung nasional.

Apa yang disampaikan Fadli menjadi salah satu catatan penting bagi rakyat bahwa mungkin saja ada sejumlah politisi lainnya yang pada saat-saat tertentu, ketika keamanan nasional terancam oleh kebiadaban teroris, mereka tidak peduli dengan keutuhan bangsa. Mereka malah lebih cenderung untuk merebut kekuasaan politik dengan cara-cara yang provokatif.

Kalau mau jujur, masih ada beberapa anggota parlemen yang kelakuannya sama dengan Fadli, hanya saja mereka lebih kalem dan tidak frontal. Namun, percayalah bahwa rakyat sudah tahu, mana politisi yang hanya menjadi pecundang dan mana politisi yang benar-benar punya hati nurani terhadap bangsa ini.

Patut juga disayangkan, sejumlah elit parpol Gerindra lainnya diam saja. Bahkan, seolah-olah membiarkan Fadli melakukan manuver politik secara membabi-buta yang ujung-ujungnya bisa merusak keutuhan dan kesatuan bangsa. Semestinya, sudah saatnya elit politik Gerindra dan sejumlah parpol di Senayan memberi somasi politik kepada Fadli.

Bukan hanya sejumlah politisi saja yang apatis terhadap kasus bom Surabaya, beberapa ormas berbasis agama yang selama ini dikenal radikal pun, tampaknya melihat kasus bom ini  ‘biasa-biasa’ saja. Mereka tak menanggapinya secara serius. Sampai  saat ini, tak ada reaksi sedikitpun dari mereka.

Lantas apa yang perlu dilakukan rakyat untuk menghadapi tindak-tanduk Fadli Zon yang nyeleneh ini? Tak ada yang perlu dilakukan oleh bangsa ini terhadapnya. Lebih baik rakyat dan pemerintah serta aparat keamanan fokus untuk melawan aksi terorisme. Biarkan Fadli asyik dengan aneka komentarnya yang ‘gaib’, saya percaya pada waktu dan saat yang tepat, rakyat dan bangsa ini akan memberikan ‘pelajaran politik’ berharga buat Fadli Zon. #Kami Tidak Takut Teroris

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.