Jumat, Januari 15, 2021

Kiprah Lulusan Sosiologi Agama dalam Penanggulangan Pandemi

"Era Baru China," Haruskah Khawatir?

24 Oktober 2017 menjadi hari terakhir digelarnya Kongres ke-19 Partai Komunis China. Kongres yang juga menjadi pesta politik lima tahunan ala China ini menghadirkan...

Doktor Kehormatan Politisi (1 dari 2)

Pada bulan lalu, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menganugerahi gelar doktor kehormatan atau doctor honoris causa kepada Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan...

Perlukan Swasta Turun Gunung dalam Pengelolaan Listrik?

"Panjang sekali.. pertanyaan saya bapak ibu ini semua kan pinter-pinter; apalagi urusan listrik kan sudah bertahun-tahun, apakah tidak dihitung? apakah tidak dikalkulasi bahwa akan...

Golput yang Melempem

Dari hasil hitungan cepat (Quick Count) diketahui pemilih yang tidak memilih calon presiden pada pilpres tahun 2019 ini ada sekitar 20%. Jika dibandingkan dengan...
Athoilah Aly Najamudin
Si melankolis yang kandang hubble kepada siapa saja, punya hobby sepak bola, menulis dan berdikusi. Saat ini menjadi santri Al-Kandiyas Yogyakarta. Alumnus UIN Sunan Kalijaga Jurusan Sosialogi Agama yang merupakan Founder dari Gesselscaft.ID sebuah daring tentang pelajaran sosiologi lini masa. Aktif sejak dini terhadap organisasi Nahdatul Ulama mulai dari IPNU hingga aktivis PMII, pernah dipercaya sebagai sekretaris jendral Keluarga Masyarakat Banyuwangi Yogyakarta. Hingga saat ini mengemban Lurah Pondok Pesantren Al-Kandiyas Krapyak Yogyakarta. Kicauan kadang terselip di akun Facebook dan Instagaram Kang Athoilah Najamudin.

Pandemi belum usai, semuanya menderita. Itu derita bagi semua pihak. Seperti ribuan masyarakat kehilangan pekerjaan, banyaknya pengusaha gulung tingkar, ribuan investor gagal menanam modalnya, dunia olahraga gagal menujukkan pentasnya. Derita Covid-19 menjadi kabar buruk untuk semuanya. Tapi tak melulu kita diam atas derita ini, tapi ikhtiar harus kita lakukan agar aktivitas kembali normal.

Tak lebih, bagi lulusan Sosiologi Agama, mempunyai tekad dalam membantu mengatasi pandemi bersifat global ini. Memang tak bisa disamakan dengan mahasiswa kedokteran atau jurusan kesehatan yang telah nyata berkontribusi dalam mengatasi promblematika Pandemi Covid-19 ini.

Pandemi Covid-19 ini bukan menjadi isu kesehatan global  saja, tetapi dibalik itu ada isu sosial, ekonomi, budaya hingga agama. Kompleksitas masalah cukup rumit dalam mengatasi dampak ini, itu yang menyebabkan hingga saat ini, penemuan vaksin saja belum ditemukan. Konsekuensinya, pemerintah bersama negara di dunia, hanya bisa mengurangi penyebaran saja dengan melakukan strategi Lokwdown atau di Indonesia dikenal dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Agama Isu Populis di Indonesia

Awalnya jurusan sosiologi agama tersebar di Indonesia fokus utama pengkajian agama dalam bingkai sosiologi. Itu artinya, lulusan di desain untuk terampil dalam mengatasi masalah keagamaan di Indonesia. Tapi, dalam perjalanan lulusan sosiologi agama akan menjadi stagnan saja, jika hanya mengurusi urusan agama dan sosial di Indonesia, tampa menyetuh dimensi-dimesi yang lain. Padahal, peran sangat strategis jika mengetahui potensi-potensi permasalahan di kita temukan di masyarakat.

Isu agama menjadi isu yang populer di abad ini, selama masyarakat di Indonesia masih memegang teguh agama menjadi nilai-nilai utama. Reretan promblematika di Indonesia selalu mengaitkan isu agama. Entah itu urusan politik, ekonomi, budaya, hingga kesahatan. Urusan selalu ada kaitan dengan agama.

Isu pandemi Covid-19 saja, kaitan dengan isu agama menjadi sangat populer di Indonesia. Dampak dari sebuah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saja untuk urusan agama menjadi rumit, mulai dari perdebatan boleh tidak sholat jumat di masjid, melakukan aktivitas di masjid selama ramadhan, larangan tak boleh mudik. Sehinga, masyarakat mengalami kebingungan sosial, pemerintah melarang, tetapi sebagian para agamawan membolehkan. Ujung-ujungnya konflik terjadi. itu semuanya realitas yang sedang kita alami.

Jangan sampai permasalahan ini terjadi, vaksin saja belum ditemukan, korban semakin banyak masyarakat stress hingga timbul hura-hara dimana-mana, kriminalitas meningkat, Jika itu dibiarkan maka  tak bisa membayangkan suasana itu terjadi,  seraya bermunajat agar pandemi ini berakhir.

Dari dampak yang berakar akibat Pandemi Covid-19 ini, menjadi suatu masalah sosial yang harus gotong royong dalam upaya menyelesaikan permasalahan ini. Tidak harus kita terus membebani dokter, perawat, peneliti kesehatan untuk terus berusaha menemukan obat mujarab. Tapi, tugas kita semua harus turun tangan dalam menyelesaikan masalah ini.

Keahlihan Ahli Sosiologi Agama 

Lulusan sosiologi agama merespon situasi saat ini harus cepat dan reaktif. Jangan hanya diam sebagai penonton saja. Tapi, ini memang tugas kemanusian, untuk itu diperlukan pembacaan masalah mendalam atau promblem mapping untuk menentukan permasalahan atas dampak ini. Analisa sosial menitikberatkan isu agama sebagai kajian utama dalam penanganan ini.

Analisa sosial ini menjadi kunci utama dalam mengatasi promblem pandemi ini, seperti bagaimana merespon masyarakat yang mengalami kebinggungan sosial akibat masalah ubuddiyah atau ibadah, hingga soal muamalah seperti pernikahan, mudik, jual beli. Itu semuanya melibatkan isu agama didalamnya. Kepekaan sosial memang perlu dilakukan, memang sudah dilatih lulusan sosiologi agama sejak dalam hal ini.

Menganalisa ini dilakukan melahirkan beragam tindakan dalam penanganan masalah Covid-19 ini, terkait masalah ubudiyah misalnya, lulusan sosiologi agama harus tampil utama di masyarakat untuk menjelaskan prombelamatika antara sains dan agama. Tak hanya berbicara di depan masyarakat saja, tapi mengkomunikasi antara agamawan dan pemerintah agar satu suara. Tugas sebagai komunikator agama ini melerai pertikaian di masyarakat hingga menyebabkan persatuan di masyarakat. Ini yang saat ini belum banyak ditemukan di masyarakat.

Selain itu, lulusan sosiologi agama ambil bagian untuk pendampingan masyarakat terkena dampak Pandemi Covid-19. Pendampingan sebagai langkah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana upaya mitigasi-mitigasi ketika pandemi Covid-19 berlangsung. Tentu, pendampingan masyarakat tak melulu kepada masyarakat terkena dampak saja, tetapi masyarakat yang belum terkena dampak menjadi utama fokusnya, agar penularanya dapat dicegah.

Terakhir, lulusan sosiologi mampu menggalang dana sebagai bentuk empati terhadap korban kemanusian ini. Kemampuan sebagai diplomat kemanusian dibutuhkan untuk mengentuk hati dermawan untuk memberikan kontribusi terhadap penanganan Pandemi Covid-19 ini.

Demikian, peran strategis lulusan Sosiologi Agama membantu dalam penaggungalan mitigasi Covid-19 ini. Maka, Lulusan Sosiologi jangan hanya diam, tetapi bergerak dalam mengemban tugas mulia ini. Memang, dipungkiri memang masih ada rasa tak pede dalam urusan ini. Maka, buang jauh-jauh itu semua, sekarang saatnya menjadi berkarya untuk berkontribusi di masyarakat. Jangan hanya diam, tapi bergerak, untuk menuntaskan Pandemi Covid-19 Ini. Tabik.

Athoilah Aly Najamudin
Si melankolis yang kandang hubble kepada siapa saja, punya hobby sepak bola, menulis dan berdikusi. Saat ini menjadi santri Al-Kandiyas Yogyakarta. Alumnus UIN Sunan Kalijaga Jurusan Sosialogi Agama yang merupakan Founder dari Gesselscaft.ID sebuah daring tentang pelajaran sosiologi lini masa. Aktif sejak dini terhadap organisasi Nahdatul Ulama mulai dari IPNU hingga aktivis PMII, pernah dipercaya sebagai sekretaris jendral Keluarga Masyarakat Banyuwangi Yogyakarta. Hingga saat ini mengemban Lurah Pondok Pesantren Al-Kandiyas Krapyak Yogyakarta. Kicauan kadang terselip di akun Facebook dan Instagaram Kang Athoilah Najamudin.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.