Kamis, Maret 4, 2021

Keyakinan yang Goyah

Tafsir Orba tentang G30S dan Generasi Zaman Old

Bagaimana tafsir Orba tentang G30S? Bagi yang berusia 35 tahun ke atas, tentu ini bukanlah hal yang asing lagi. Karena Orba sudah membuat film...

Arsip Sebagai Perekat Kesadaran Nasionalisme

Siapakah kamu dan bagaimanakah kamu menggambarkan dirimu, organisasimu, daerahmu dan bangsamu? Semua jawaban itu memerlukan ingatan baik sebagai individu maupun sebagai entitas sosial. Dan...

Ramuan Pencegahan Kekerasaan Seksual

Bagi masyarakat awam, pada umumnya kekerasan seksual diidentikkan dengan pemerkosaan. Seiring dengan perkembangan zaman bentuk kekerasaan seksual  beraneka ragam. Terhitung sejak tahun 2008-2013 ada...

Kartu Kuning Jokowi dan Mahasiswa yang Cengeng

Hari Jum’at 2 Februari kemarin, merupakan hari yang mengejutkan bagi Presiden Jokowi. Bagaimana tidak, dalam kesempatan berpidatonya ia tiba-tiba didatangi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa...
submarinejr
Masih belajar menjadi komentator Sosial-Sejarah juga Agama

Tulisan ini mohon dibaca dengan keyakinan tinggi dan kemantapan jiwa. Mengapa? Karena dengan adanya sedikit keraguan, maka akan timbul bara api yang memunculkan tindak kekerasan kepada penulis. Sebuah upaya refleksi tindakan nabi Muhammad SAW dengan tindakan-tindakan kita sebagai pengikutnya di masa kini. Mengapa ada kekerasan? Mengapa ada kebencian? Dua hal yang mendasar akibat adanya sebuah ketakutan, rendahnya keyakinan dan pesimis dalam tindakan hidup yang diakibatkan serangkaian aktivitas dari manusia untuk manusia oleh manusia.

Mengapa bisa begitu? Penulis perlu menjelaskan dengan alur seperti ini. Di Indonesia bentuk ideologi sangatlah banyak, di Orde Lama ada ideologi Komunis, Nasionalis dan Agama yang oleh bung Karno disatukan menjadi Ideologi Pancasila. Di dalam Pancasila ada tiga nafas tersebut, Nasakom, yang berakibat saling berupaya untuk menguasai satu sama lain sehingga terjadi perpecahan di tandai dengan sejarah tahun 1965. Tidak ingin terulang kedua kalinya, Orde Baru dengan kebijakan penyerderhanaan partai (tiga partai) menginginkan stabilitas ekonomi dan politik membuatnya menjadi Orde yang bertahan paling lama. Walaupun juga berbentuk demokrasi, namun nyatanya merupakan demokrasi semu, ada kontrol yang kuat dari pusat.

Begitu Orde Baru jatuh, merdekalah kebebasan berpendapat serta berpikir, bahkan pers yang dulu dikontrol oleh negara sekarang dapat bertindak tanpa perlu takut dianggap bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Dalam perjalanannya, Pancasila tetap dipegang teguh sebagai dasar negara, tapi pada kenyataannya belum ada tindakan yang maksimal untuk menerapkannya. Suap, korupsi, perampokan, pencurian, pembunuhan, kecelakaan di jalan raya karena ingin cepat sampai ke tujuan (apapun caranya) bukanlah bentuk dasar pancasila.

Dimana letak tindakan sila kedua, ketiga, dan kelima dalam aplikasi nyata, jika, sila kesatu saja, masih diperdebatkan? Masih ada upaya memaksa untuk memasukkan tujuh kata yang dihapus oleh para tokoh perumus demi tegaknya khilafah. Seruan aksi 299 yang menginginkan khilafah merupakan bukti tidak yakinnya mereka terhadap Pancasila sebagai dasar negara. Mengapa? Karena masih banyak celah para pemimpin negeri yang tertangkap melakukan tindakan tercela, seperti suap dan korupsi.

Mengapa masih saja ada suap dan korupsi? Karena, mereka masih belum yakin bahwa jabatan yang diembannya dapat memuaskan dahaga kesejahteraan. Mengutip nyanyian Doraemon “Ingin ini dan itu dan banyak sekali,” sehingga masih menerima suap dan korupsi dana demi keuntungan memperkaya diri sendiri. Disisi lain, penegakkan khilafah bahkan DI/TII tidak ada dalil baik dari hadist maupun firman dalam kitab suci untuk menegakkan negara islam, kecuali hanya kesempurnaan agama. Walaupun begitu, ada beberapa masyarakat yang beranggapan bahwa agama islam masih belum sempurna sehingga begitu ada sentilan sedikit mereka akan memaksa dengan cara yang kasar untuk meyakinkan. Mengapa begitu?

Kita perlu meneladani tindakan nabi Muhammad SAW, dimana beliau pernah ditimpuk batu hingga berdarah dan kotoran, namun beliau tidak marah. Malah sang penimpuk tersebut ketika sakit, sang Baginda malah menjenguknya. Mengapa? Karena beliau yakin bahwa orang-orang yang melempar dan menimpuk itu belum di buka rahmat dan berkah oleh-Nya. Oleh sebab itu, dengan keyakinan tinggi dan kemantapan jiwa, Baginda Rasulullah membantu untuk membuka pintu berkah dan rahmat-Nya dengan selembut-lembunya. Bukan dengan tindakan kekerasan, hanya masalah sepele karena agama atau bahkan Tuhan dihina. Keduanya telah sempurna.

Sesuatu yang sempurna haruslah diyakini dengan sunguh-sungguh mantab. Dengan yakin dapat dikatakan bahwa mereka yang menghina agama dan Tuhan masih belum mengetahui ajaran islam yang sesungguhnya. Ini yang belum dimengerti dan dipahami oleh masyarakat yang masih banyak dan mudah untuk dipengaruhi karena kekurangan bahan bacaan serta paham namun dengan sepotong-sepotong.

Dengan demikian, jika para pemimpin negeri ini mampu bertindak sesuai dengan ideologi Pancasila secara meyakinkan, maka diharapkan tindakan kekerasan yang dapat menghambat kemajuan dapat sirna. Rakyat berperilaku sesuai dengan tindakan pemimpinnya, jika pemimpinya bertindak onar dan berperilaku semena-mena, maka begitu pula tindakan rakyat yang dipimpinnya. Kecuali, mereka yang berkeyakinan bahwa masih ada titik terang dan perilaku-perilaku terpuji yang dapat dijadikan contoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekian.

submarinejr
Masih belajar menjadi komentator Sosial-Sejarah juga Agama
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Tanah dan Transmigrasi

Peliknya urusan pertanahan dipadukan dengan samarnya transmigrasi di Indonesia menjadikan perpaduan masalah yang sulit diurai. Pasalnya permasalahan terkait tanah bukan sekedar konflik kepemilikan dan...

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.