Jumat, Oktober 30, 2020

Keturunan Imigran dalam Tim Perancis di Piala Dunia, Bagaimana Statusnya?

Masyarakat Indonesia di Guangzhou Gelar Ibadah Natal 2018

Evangelical Reformed Church Guangzhou menggelar ibadah natal di Baoli Conghui yang letaknya tak jauh dari Stasiun Kereta Api Guangzhou Timur,Tiongkok (Guangzhou East Railway Station)...

Perspektif Hukum Kasus Meiliana

Saya melakukan sedikit riset pemberitaan media mengenai kasus Meiliana. Hasilnya cukup memprihatinkan. Pemberitaan kasus ini diframing secara sepotong-sepotong, yang kemudian dijadikan bahan bakar perdebatan. Secara...

Belenggu Angka Penyelesaian Sengketa Pemilukada di MK

Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus kurang lebih 57 kasus tentang Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah yang dikeluarkan pada bulan Agustus ini. Hampir seluruh...

Jangan Salahkan Arek Suroboyo Hadang Prabowo

Kalau arek Suroboyo sampai bereaksi. Itu tandanya, sudah keterlaluan. Melampaui batas kewajaran. Jadi, Prabowo dan Pendukungnya, tidak perlu menyalahkan sambutan arek-arek Suroboyo ini. Kedatangan calon...
Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang

Perancis merupakan salah satu tim Eropa yang berhasil masuk sampai ke babak semifinal Piala dunia selain Belgia, Kroasia, dan Inggris.

Perancis termasuk tim yang diunggulkan di Piala Dunia 2018 karena pemainnya bermain di liga-liga top dunia seperti di liga Inggris ada Paul Pogba yang bermain di Manchester United, Antoine Griezman yang bermain di Athletico Madrid laliga Spanyol, Toliso yang bermain di Bayern Munchen bundes liga jerman dan lain-lain.

Tidak hanya di luar Perancis, liga domestik Perancis pun banyak menghasilkan pemain-pemain hebat sebut saja Kylian Mbappe (Paris Saint German) , Nabil Fekir (Olympique Lyon), Thomas Lemar (As. Monaco) dan masih banyak lagi yang lain.

Perancis merupakan salah satu tempat persinggahan imigran di negara Eropa, sehingga banyak para imigran yang menjadi warga negara Perancis.

Perancis merupakan negara multikultural etnis di mana tidak hanya bangsa asli Perancis juga imigran yang datang ke Perancis. Imigran adalah orang yang datang dari negara lain dan tinggal menetap di suatu negara, dan Perancis adalah salah satu negara yang banyak dikunjungi para imigran terutama dari Timur Tengah dan Afrika.

Adapun negara bekas koloni Perancis kini sebagian besar tersebar di Afrika Utara dan Afrika Barat. Dua negara bekas koloni, Al Jazair dan Maroko menjadi penyumbang imigran terbanyak di Perancis berdasarkan Institut National d’Etudes Demographiques

Di Piala Dunia 2018 menarik untuk kita lihat, tidak hanya pemain yang merupakan bangsa asli perancis tetapi juga imigran dan keturunan imigran. Perancis sendiri memang dikenal sebagai negara yang sangat beragam suku, agama, dan ras, karena dihuni oleh imigran-imigran dari benua eropa.

Di antara daftar 23 orang pemain yang dipanggil pelatih Deschamps terselip nama-nama keturunan imigran. Beberapa pemain Perancis yang merupakan keluarga imigran seperti Kylian Mbappe keturunan Kamerun dan Al Jazair, Umtiti, Paul Pogba, Adil Rami berdarah Maroko, Benjamin Mendy berdarah senegal, N’golo Kante keturunan imigran Mali, Nabil Fekir anak dari imigran Al Jazair, Raphael Varane dan Blaise Matuidi.

Salah satu sebab ada keturunan imigran di negara Perancis karena Kewarga-negaraan Perancis berdasarkan prinsip ius soli “hak mendapatkan kewarganegaraan yang dapat diperoleh bagi individu berdasarkan tempat lahir di wilayah suatu negara”.

Hukum 1993 Megaignerie memperbolehkan anak yang lahir di Perancis dari orang tua asing untuk meminta kewarganegaraan Perancis pada masa dewasa, ketimbang secara otomatis diberi kewarganegaraan.

Permintaan “manifestasi kehendak” tersebut kemudian disingkirkan oleh hukum Guigou 1998, namun anak yang lahir di Perancis dari orang tua asing masih dianggap asing sampai meraih mayoritas hukum.

Tidak hanya di Perancis, beberapa negara juga menggunakan prinsip ius soli untuk mendapatkan status kewarganegaraan seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan termasuk Indonesia. Prinsip ius soli ini juga menguntungkan bagi sepakbola suatu negara.

Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pilu-Kasih di Medan Aksi

Malam itu menjadi momen yang tak terlupakan. Saya kira, saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan atau nongkrong di kafe favorit bersama sang kekasih....

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Kelamnya Dunia Politik di Thailand

Apa yang kalian bayangkan tentang negara Thaiand? Ya, negara gajah putih tersebut sangat dikenal dengan keindahannya. Apalagi keindahan pantai yang berada di Krabi dan...

Anak Muda dan Partai Politik

Tak dapat disangkal, gelombang demokratisasi seiring dengan gerakan reformasi 1998 telah mengantarkan kita pada suatu elan kehidupan publik yang terbuka, egaliter, dan demokratis. Reformasi...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Pemuda, Agama Sipil, dan Masa Depan Indonesia

Sejarah sangat berguna untuk mengetahui dan memahami masa lampau, dalam rangka menatap masa depan, ungkap Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Semestinya tidak hanya dibaca sebagai...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.