Sabtu, Oktober 31, 2020

Kepemimpinan Perempuan di Masa Kini

Arsip Sebagai Perekat Kesadaran Nasionalisme

Siapakah kamu dan bagaimanakah kamu menggambarkan dirimu, organisasimu, daerahmu dan bangsamu? Semua jawaban itu memerlukan ingatan baik sebagai individu maupun sebagai entitas sosial. Dan...

Integritas Gelar Harga Mati

Beberapa minggu terakhir, kita disajikan berita yang cukup menghebohkan dari dunia pendidikan. Pertama, Rektor Universitas Negeri Jakarta, Profesor Djaali, terlibat aksi plagiat disertasi yang...

Ribut-Ribut Pemecatan Kader Golkar

Partai Golongan Karya (Golkar) kembali heboh, seperti tiada habisnya, seakan semua terjadi untuk mempertahankan kata Golkar berbunyi di telinga rakyat. Baru-baru ini informasi pemecatan...

Ole, Belajarlah dari Sir Alex Ferguson!

Musim yang berat tengah dijalani oleh Manchester United. “bulan madu” bersama Ole Gunnar Solksjaer, pemain Setan Merah yang menjadi pahlawan saat klub ini meraih...
frider
tulis supaya diingat-ingat

Isu kesenjangan gender merupakan isu yang sangat kompleks dan tidak pernah selesai dianggap sebagai masalah. Hingga saat ini perbedaan kedudukan perempuan dan laki-laki masih dapat ditemukan, tidak terkecuali dalam pemerintahan, dan juga di lembaga-lembaga swasta. Terlebih dalam hal kepemimpinan, perempuan masih berada dibawah jumlah laki-laki yang berperan sebagai pemimpin. Hal ini terbukti dengan Indeks Kesenjangan Gender (IKG) yang diliput media cetak Kompas tanggal 31 agustus 2017 menunjukan bahwa Indonesia berada pada peringkat 105 dari 188 negara di dunia. Peringkat tersebut salah satunya dinilai dari jumlah perempuan di kursi di parlemen, dan partisipasi angkatan kerja secara formal maupun informal masih sangat sedikit.

Fakta lain menunjukan bahwa jumlah perempuan sebagai pemimpin dalam birokrasi masih sangat rendah. Sebagai contoh pada tahun 2017 di Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur terdapat 35 orang kepala desa perempuan dari 462 Desa. Dengan demikian, jumlah kepala desa perempuan hanya 8%. Budaya patriarkhi masih kental dalam masyarakat indonesia. Perempuan hanya diperbolehkan memainkan peran domestik seperti urusan dalam internal rumah tangga. [1]

Kondisi seperti diatas ternyata tidak hanya ditemukan di daerah pedesaan, namun juga terjadi di daerah perkotaan. Ditingkat kelurahan yang merupakan level terendah pemerintahan di daerah perkotaan seperti di DKI, jumlah perempuan juga sedikit. Data menunjukan bahwa jumlah Lurah perempuan di Provinsi DKI dari seluruh jumlah Lurah 267 menunjukan angka 20%, yang artinya bahwa masih rendah dibandingkan dengan jumlah Lurah laki-laki yang berjumlah 80%. [2] 

Pembedaan fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan tidak ditentukan karena keduanya terdapat perbedaan biologis atau kodrat, melainkan dibedakan menurut kedudukan, fungsi, dan peranan masing-masing dalam kehidupan sosial budaya. Perbedaan itu disebut gender, yang dapat diartikan secara umum sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai tingkah laku. Aspek yang membedakan perempuan dan laki-laki tersebut seringkali menjadi patokan masyarakat dalam menentukan pemimpinnya.

Belajar dari Tokoh Perempuan Desa

Temuan dari penelitian Inovasi Untuk Mewujudkan Desa Unggul dan Berkelanjutan tahun 2017 oleh Tim Peneliti Universitas Katolik Parahyangan Bandung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Lokus Penelitian di Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberhasilan pemimpin kepala desa perempuan terletak pada gaya kepemimpinan yang mampu memberdayakan masyarakat. Dalam penelitian ini, gaya kepemimpinan ibu Dewi Purba selaku Kepala desa perempuan yang menjabat sejak 2007 sampai sekarang menunjukan gaya kepemimpinan yang demokratis dengan pendekatan  situasional untuk bisa membentuk masyarakat yang maju, mandiri, berpartisipasi, dan sejahtera melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal dan kerjasama antar lembaga lain sebagai peluang untuk mewujudkan inovasi pembangunan.

Selanjutnya dari penelitian yang sama, dengan lokus penelitian disebuah desa pesisir Kabupaten Bone, Kecamatan Awangpone, yakni Desa Mallari. Desa ini dipimpin oleh seorang kepala desa perempuan pertama yang terpilih karena politik dinasti, yakni ibu Andi Wahyuni. Walaupun demikian,  beliau memiliki pendekatan yang baik dengan masyarakat lewat blusukan ke rumah-rumah warga untuk mengetahui gambaran nyata mengenai kondisi kehidupan masyarakat. Selain pendekatan yang baik dengan masyarakat, kepala desa perempuan tersebut berorientasi pada isu-isu inklusif dalam kepemimpinannya.

Dari temuan diatas membuktikan bahwa “atribut natural perempuan yang sensitif, intuitif, empati, suka merawat, mampu bekerjasama, dan mengakomodasi dapat menjadikan proses-proses organisasi menjadi efektif (Growe, 1999)”. Dan sekaligus menunjukan kepada kita bahwa perempuan dalam kepemimpinanya mampu mencapai prestasi yang lebih berhasil ataupun gemilang dalam melaksanakan pekerjaan mereka. Hal tersebut misalnya disebabkan adanya dukungan kemampuan dalam hal pendidikan, pengalaman berorganisasi dan motivasi dari kaum perempuan itu sendiri.

Barangkali isu tentang perempuan hari-hari ini sudah tidak hangat diperbincangkan, akan tetapi perlu kita ketahui bahwa disekeliling kita acap kali muncul perbedaan perspektif tentang perempuan dalam kepemimpinannya.

Semoga dengan tulisan ini kita semakin diantarkan pada cara pandang keadilan dan kesetaraan bagi siapapun.

 

[1] Data diolah berdasarkan sumber yang diperoleh dari website pemerintah setempat http://lamongankab.go.id/bag-pemdes/2017/01/18/1458/; diakses pada tanggal 07 November 2017 Pukul 13.13 WIB

[2] Data diolah berdasarkan sumber yang diperoleh dari website pemerintah setempat http://data.jakarta.go.id/dataset/data-lurah-di-lingkungan-pemerintah-provinsi-dki-jakarta,,,,,, diakses pada tanggal 07 November 2017 Pukul 14.50 WIB

frider
tulis supaya diingat-ingat
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.