Rabu, Januari 20, 2021

Kepada Penguasa, Asas Good Faith Itu Penting!

Kesadaran Melindungi Data Pribadi

Sudah cukupkah melindungi data pribadi di media sosial dengan membuat akun Instagram menjadi privat? Sebagian besar dari kita–termasuk saya– menganggap pengaturan privasi media sosial...

Dua Penghargaan Internasional untuk Ir. Ciputra

Ir. Ciputra founder Jaya grup, Metropolitan grup dan Ciputra grup adalah satu-satunya putra Indonesia yang mendapat anugerah dua penghargaan internasional sekaligus dari The Asia...

Anda Tahu, Mengapa Kita Malas?

Salah satu hal yang paling sulit dalam berkarya adalah “memulai”. Tak peduli seberapa banyak niat yang sudah dikumpulkan dalam kepala. Sering sekali terjadi saya...

Sebuah Prahara Bangsa Moro

Suku Moro di Mindanao. Sebuah bangsa etnoreligius yang hidup dalam entitas keberagaman dan adat-istiadat yang kuat. Dahulu, di tanah itu, nenek moyang mereka hidup...
Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang

Pada abad ke 21 ini perkembangan manusia untuk mencapai kekuasaan bersifat agresif. Banyak cara yang ditempuh untuk mencapai kekuasaan. Salah satu alat atau motor penggerak untuk mencapai kekuasaan adalah dengan cara politik. Bahkan tak jarang lawan dan kawan saling sikut untuk mendapatkan kekuasaan.

Semakin banyak arus yang ikut dalam gelombang maka gelombang akan semakin besar. Kekuatan-kekuatan politik di mana pun di atas dunia selalu mencerminkan masalah-masalah mendalam kesejarahan dan struktural di mana kekuatan politik itu tumbuh, berkembang, dan melakukan peran. Hilangnya kepercayaan terhadap pemimpin akan membuat suatu bangsa akan mudah menjadi disintegrasi dan terpecah belah.

Pentingnya asas good faith (ikhtikad baik) terhadap penguasa akan mengurangi ketegangan politik dan disintegrasi di suatu bangsa. Secara historical dapat kita lihat dari kepemimpinan sebelum abad ke 20 dimana raja dan pemimpin mendapatkan haknya dari rakyatnya untuk dipatuhi dan ditaati.

Walaupun masih banyak penguasa yang melakukan kesalahan atau pun kejahatan, tetapi ada penasehat penguasa yang akan menyampaikan kesalahan penguasa. Sebelum abad ke 20 banyak kita temui pergolakan dan perperangan di berbagai negara, tetapi satu hal yang dapat kita pelajari banyaknya pertempuran antar negara kepercayaan rakyat terhadap penguasa begitu tinggi dan inilah salah satu aspek dari kuatnya persatuan yaitu kepercayaan terhadap pemimpin, sehingga negara dapat mencapai tujuannya.

Mengatur sebuah negara dimulai dari dari mengatur sebuah keluarga. Penguasa adalah ibaratkan kepala keluarga yang akan berusaha mensejahterakan rakyatnya. Pemimpin kepala keluarga mencerminkan keluarga tersebut, karena berasal dalam ruang lingkup dan tujuan yang sama.

Bisa dikataakan jarang kepala keluarga yang ingin menyengsarakan keluarganya, kepala keluarga akan semaksimal mungkin memperjuangkan keluarganya agar tercapai semua kebutuhan keluarganya. Walaupun hidup dalam kemiskinan dan kebutuhan dan tuntutan keluarga yang sangat banyak akan tetapi kepala keluarga akan semaksimal mungkin bakal memperjuangkannya.

Harapannya agar semua sejahtera dan berkeadilan terhadap anak-anaknya. Pentingnya patuh dan taat terhadap pemipin selama tidak kepada perintah keburukan salah satu sebab yang membuat terhindar dari disintegrasi negara.

Satu tahun sebelum pemilu presiden, berbagai strategi politik sudah mulai dimainkan baik secara konstitusional ataupun secara non konstitusional. Bahkan Presiden yang masih duduk saat ini dihajar habis-habisan untuk menjatuhkan nama dan elektabilitas. Hal inilah yang menyebabkan rakyat menjadi terkotak-kotak dan diskriminasi. Belum tentu lawan calon pemimpin pemilu 2019 lebih baik pada pemimpin pada saat ini, tetapi mereka sudah bisa mengklaim pemimpin itu lebih baik.

Penulis tidak berpihak kepada siapapun atau kelompok manapun. Tetapi penulis menyayangkan oknum kelompok yang tidak adanya sikap Good Faith terhadap pemimpin saat ini, ini diluar adab dan akhlak budaya luhur nilai-nilai yang ada di Republik Indonesia. Pemimpin adalah tokoh atau elit anggota sistem sosial yang dikenal oleh dan berupaya mempengaruhi para pengikutnya secara langsung atau tidak langsung.

Pemimpin adalah tokoh anggota masyarakat yang dikenal secara langsung atau tidak langsung oleh para pengikutnya. Setiap rakyat memiliki hak untuk menasehati seorang pemimpin. Diantara bentuk nasihat kepada pemimpin adalah dengan mendoakannya. Namun realita saat ini semakin banyak rakyat yang tidak mengetahui hak seorang pemimpin. Bahkan banyak yang menghinakan dan melecehkan nya. Bahkan berujung kepada sikap tidak mengakui keabsaahan pemerintahannya

Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.