Selasa, Maret 2, 2021

Kebudayaan Nusantara Kita

Mengkaji Pencalonan Menteri di Pileg 2019

Sesuai tahapan Pemilu tahun 2019 Pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif  (Bacaleg) tingkat pusat dan daerah telah resmi ditutup oleh KPU pada hari selasa pukul...

Hapuskan Siksa atau Hapuskan Kuasa

Berbagai kejadian kekerasan seksual terjadi di masyarakat masih menjadi perbincangan yang hangat dan belum turunnya legitimasi yang kuat dari pemerintah. Masyarakat yang terpencil dan...

Ketika Persma Tak Lagi Diminati

Bagi mahasiswa baru, Pers Mahasiswa atau biasa disebut dengan persma, nampaknya masih menjadi sesuatu yang tabu di telinga. Padahal, persma sendiri berperan sebagai roda...

Bisnis Modern Berbasis Syari'ah

Definisi bisnis menurut islam adalah suatu ladang untuk mencari rezeki dengan cara membuka usaha dengan tujuan untuk mencari keuntungan yang halal. Sedangkan etika adalah...
Nurul Firmansyah
Advokat dan Peneliti Hukum I Tertarik menggunakan pendekatan multidisplin & interdisplin (Socio-Legal) untuk telaah hukum.

Kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan Nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai dengan Timor. Indonesia ibarat bangunan besar yang menopang ruang-ruang suku bangsa, mulai dari Melayu, Jawa, Bugis, Minahasa, Sunda dan lainnya.

Bangunan yang dikenal sebagai Nusantara ini telah hadir sejak lama, yaitu ketika pertemuan antar suku bangsa terjalin oleh kebudayaan maritim.

Pertemuan-pertemuan antar suku bangsa menampilkan rona kebudayaan Nusantara yang majemuk dan dinamik. Sejarah menunjukkan bagaimana interaksi antar kebudayaan di Nusantara terjadi melalui pertukaran pengetahuan, komoditi dan nilai melalui media perdagangan laut.

Pertukaran antar budaya bangsa-bangsa Nusantara tersebut juga melibatkan bangsa maritim besar lainnya, seperti Arab, Persia, India, Cina dan Eropa.

Sejarah juga telah menunjukkan bagaimana peradabaan Nusantara dirajut oleh kerajaan-kerajaan kuno besar, yang menggunakan maritim sebagai media politik dan kebudayaan, seperti halnya Sriwijaya dan Majapahit.

Dengan maritim sebagai media kebudayaan, maka watak Nusantara mestinya terbuka dan dinamis dalam interaksinya dengan yang global. Dinamis dalam arti membangun konstruksi kebudayaan yang mampu menghadapi perubahan dan tetap berakar pada primodial. Sehingga, makna mainstream tentang kebudayaan kita yang umum dan statis nampaknya perlu dikaji ulang.

Kemunduran Kebudayaan

Pramoedya Ananta Toer, dalam karya novelnya berjudul arus balik telah mengungkap rahasia kemunduran kebudayaan nusantara. Arus balik mengupas tentang makna sejarah bergesernya watak kebudayaan maritim nusantara sejak keruntuhan majapahit.

Keruntuhan Majapahit itu seiring dengan bangkitnya Mataram sebagai entitas kebudayaan baru, yaitu kebudayaan pedalaman. Mataram perlahan namun pasti meruntuhkan pilar maritim dengan membatasi ruang gerak kota-kota dagang pesisir dan memindahkan pusat ke pedalaman.

Watak kebudayaan pedalaman telah membuka peluang bagi imperium maritim baru Eropa di Nusantara yang mengubah Nusantara tiga abad setelahnya.

Pada dasarnya, kebudayaan pedalaman menuntut kesatuan total, feodal, dan statis. Kebudayaan pedalaman menuntut ketunggalan tafsir, termasuk atas teks. Kebudayaan ini mempersembahkan semua segi kehidupan untuk yang tunggal itu.

Dengan kata lain, persembahan untuk yang tunggal adalah nafas otoriter dengan menafikan keberagamaan, dan memaksa yang lain menjadi kusta yang pantas dimusnahkan.

Filsafat berbudaya seperti ini bukan hanya semata-mata milik peradaban kuno (Nusantara), namun juga hadir dalam era modern. Filsafat ketunggalan budaya sebagai watak kebudayaan pedalaman dilegitimasi oleh modernisme dalam formasinya yang baru.

Modernisme adalah filsafat linear tentang keterbelakangan dan kemajuan kebudayaan. Modernisme membuat batas antara yang modern dan beradab dengan yang purba.

Modernisme menyajikan mitos-mitos tentang keterlambatan evolusi sosial, barbar dan kepantasan membimbing yang kuno oleh modernis. Modernisme dalam makna ekstrimnya lahir dalam bentuk legitimasinya atas keabsahan kolonialisme dan totalitarianisme.

Lihat saja, bagaimana rezim orde baru telah memaknai Pancasila dalam format totalitarian yang menyingkirkan demokrasi dan mempersempit makna keberagaman dengan separatisme. Kebudayaan Indonesia oleh orde baru adalah pemaknaan yang tunggal dan statis.

Visi Pancasila

Tepatlah mantra luhur Bhineka Tunggal Ika dalam genggaman Garuda itu. Bhineka Tunggal Ika adalah inti sari dari makna kebudayaan kita yang historis, sekaligus visi Indonesia.

Makna ketunggalan kebudayaan orde baru yang menggunakan Pancasila secara sempit jelas ahistoris. Pancasila sejatinya adalah visi yang bertumpu secara historis untuk menjamin watak kebudayaan nusantara. Dalam hal ini, Pancasila mengembalikan kebudayaan maritim kita yang pernah hilang dan tenggelam tersebut.

Bangsa Indonesia yang memiliki pantai terpanjang kedua setelah Kanada ini tentunya bangsa pembelajar, terutama belajar dari sejarah bangsanya. Bangsa ini tentunya enggan kembali terperosok ke dalam palung keterbelakangan yang sama dalam ranah politik maupun dalam budaya.

Sudah saatnya, kita melihat lagi dengan seksama Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai Timor dengan mata dan pikiran terbuka. Melihat Indonesia dengan terbuka adalah cara meninggalkan ilusi ketunggalan budaya, yang muncul kembali dalam narasi sempit etnisitas, agama dan golongan.

Nurul Firmansyah
Advokat dan Peneliti Hukum I Tertarik menggunakan pendekatan multidisplin & interdisplin (Socio-Legal) untuk telaah hukum.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.