Jumat, Maret 5, 2021

Kebaikan antara Politik dan Tuhan

Mengenang Kartini, Mengenang Misi Pembebasan Perempuan

Sejarah kemerdekaan Indonesia dan pembebasan perempuan tidak bisa dilepas-pisahkan dari peran dan kontribusi Raden Ajeng Kartini. Lahir pada tanggal 21 April 1879, di tengah...

Kemerdekaan yang Terakhir

Siapa manusia yang enggan untuk merdeka? Saya rasa tidak ada manusia yang tidak mau menjadi manusia yang merdeka. Menjadi merdeka berarti dapat meraih kesejahteraan,...

Membangun Optimisme Jaminan Kesehatan Nasional

Masalah pelayanan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) silih berganti tampil di media massa, mulai dari ketersediaan kamar rawat yang sulit didapatkan, ketersediaan...

Agama Mengajarkan Budaya Luhur

Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari kata buddhi yang artinya akal. Ada kalanya ditafsirkan bahwa kata budaya merupakan perkembangan dari kata majemuk...
munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan

Pagi ini belum sempat menelan kopi panas kepalaku sudah diobok-obok oleh statement diatas dari presiden Jancuker, Mbah Tejo. Seperti biasanya setelah ucek-ucek mata yang pertama saya cari adalah smartphone untuk mengetahui kabar tentang Nusantara.

Menurut pandangan saya keliaran fikirannya menunjukkan kedalaman pengetahuan, tak sedikit para ilmuwan dan ahli filsafat ikut dan berperan dalam meramaikan konstelasi politik di negeri ini, tentunya ini adalah bagian dari hak setiap warga negara.”

Namun bagaimana jika kelebihan ilmu dipakai hanya untuk memenangkan calonnya saja tanpa mempertimbangkan kebaikan dan kemaslahatan?”Disinilah pendidikan itu akan diuji, para ahli akan dilabeli dan dibranding, bukan saja soal kecapakan ia berbicara dan berlogika namun juga pada kebaikan yang akan tersebar dan bisa dirasakan oleh semua khalayak.

Menurut Ibnu Aqil politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rosulullah SAW.

Maka seyogyanya sebagai masyarakat yang bermartabat, sebagai individu yang berilmu dan sebagai mahkluk yang berakhlak, bentuk pilihan kita harus disandarkan pada nilai-nilai kemanfaatan dan kedekatan para calon kepada Tuhannya.”

Emang apa hubungannya?”

Jelaslah ada karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah kehendaki dengannya kebaikan, maka ia akan difahamkan dalam masalah agama.”[Muttafaqun ‘alaihi].

Saya mencoba memaknai hadis di atas dalam konteks ajang politik yang sedang berjalan, lihatlah bagaimana para elit politik berspekulasi, berbagai macam cara yang putih, abu-abu bahkan hitam sekaligus diperankan.

Tak ketinggalan para preman yang kekar dan bringas, hingga preman berdasi dan berdahi hitam semuanya ikut andil dalam mensukseskan calon yang didukungnya, tanpa berpikir bagaimana pendidikan politik dan konsekuensinya terhadap generasi esok.Lihatlah bagaimana wong cilik berdebat dan saling memaki karena pesan dan ulah kalian sebagai publik figur, kalian seolah tutup mata dan hati tanpa merasa prihatin sedikitpun atas konflik sosial yang terjadi asal kalian dan partai kalian bisa lolos ke dewan atau Senayan saja.

Entahlah sudah berapa lama saya mengigau hingga habislah cerutu dalam sela jariku. Maka ijinkanlah sebagai orang biasa ini berpesan sebagai bentuk kegalauan yang semata-mata karena kecintaan kami pada ibu pertiwi, “silahkan dukung dan pilih calon sesuai pilihan kalian, namun gunakan hati dan logika juga untuk menganalisa, mengukur dan mempertimbangkan sebagai yang paling layak berdasarkan pada kecakapan dan kedekatan dengan Tuhannya, karena bentuk kekuasaan dan kekuatan yang maha dahsyat adalah dari Tuhan, bukan otak manusia…”

Semua pesta politik kali ini bisa memberikan pelajaran yang baik bagi segenap bangsa Indonesia dan menjadikan lebih maju dan sejahtera serta berkeadilan.

munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

Tanah dan Transmigrasi

Peliknya urusan pertanahan dipadukan dengan samarnya transmigrasi di Indonesia menjadikan perpaduan masalah yang sulit diurai. Pasalnya permasalahan terkait tanah bukan sekedar konflik kepemilikan dan...

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.