Jumat, Januari 22, 2021

Kebaikan antara Politik dan Tuhan

Kontestasi Meme Jomblo

Bagaimana kondisi hati anda saat membaca kalimat tersebut? Perihkah? Sakitkah? Atau mungkin biasa saja? Ya sudah, tak perlu dijawab. Biarlah menjadi rahasia anda dan...

Apakah Umat Islam Masih Menjadi “Khairu Ummah”?

Dalam al-Qur’an, umat Nabi Muhammad Saw dijuluki umat terbaik “khairu ummah” oleh Allah Swt.  Sebutan umat terbaik tersebut masih menyisakan tanda tanya, kepada umat...

Gerakan 212 dan Bloody Sunday

Setelah mengadakan “reuni” untuk yang kedua kalinya, mulai kelihatan arah politik dari gerakan 212 ini. Dari tahun ke tahun, jumlah massa yang menghadiri demonstrasi...

Menelisik Tradisi Kawalu Suku Baduy

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 13.400 lebih pulau. Oleh karena itu, suku-suku di Indonesia juga beraneka ragam—tradisi (adat) dan budaya—seiring dengan...
munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan

Pagi ini belum sempat menelan kopi panas kepalaku sudah diobok-obok oleh statement diatas dari presiden Jancuker, Mbah Tejo. Seperti biasanya setelah ucek-ucek mata yang pertama saya cari adalah smartphone untuk mengetahui kabar tentang Nusantara.

Menurut pandangan saya keliaran fikirannya menunjukkan kedalaman pengetahuan, tak sedikit para ilmuwan dan ahli filsafat ikut dan berperan dalam meramaikan konstelasi politik di negeri ini, tentunya ini adalah bagian dari hak setiap warga negara.”

Namun bagaimana jika kelebihan ilmu dipakai hanya untuk memenangkan calonnya saja tanpa mempertimbangkan kebaikan dan kemaslahatan?”Disinilah pendidikan itu akan diuji, para ahli akan dilabeli dan dibranding, bukan saja soal kecapakan ia berbicara dan berlogika namun juga pada kebaikan yang akan tersebar dan bisa dirasakan oleh semua khalayak.

Menurut Ibnu Aqil politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rosulullah SAW.

Maka seyogyanya sebagai masyarakat yang bermartabat, sebagai individu yang berilmu dan sebagai mahkluk yang berakhlak, bentuk pilihan kita harus disandarkan pada nilai-nilai kemanfaatan dan kedekatan para calon kepada Tuhannya.”

Emang apa hubungannya?”

Jelaslah ada karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah kehendaki dengannya kebaikan, maka ia akan difahamkan dalam masalah agama.”[Muttafaqun ‘alaihi].

Saya mencoba memaknai hadis di atas dalam konteks ajang politik yang sedang berjalan, lihatlah bagaimana para elit politik berspekulasi, berbagai macam cara yang putih, abu-abu bahkan hitam sekaligus diperankan.

Tak ketinggalan para preman yang kekar dan bringas, hingga preman berdasi dan berdahi hitam semuanya ikut andil dalam mensukseskan calon yang didukungnya, tanpa berpikir bagaimana pendidikan politik dan konsekuensinya terhadap generasi esok.Lihatlah bagaimana wong cilik berdebat dan saling memaki karena pesan dan ulah kalian sebagai publik figur, kalian seolah tutup mata dan hati tanpa merasa prihatin sedikitpun atas konflik sosial yang terjadi asal kalian dan partai kalian bisa lolos ke dewan atau Senayan saja.

Entahlah sudah berapa lama saya mengigau hingga habislah cerutu dalam sela jariku. Maka ijinkanlah sebagai orang biasa ini berpesan sebagai bentuk kegalauan yang semata-mata karena kecintaan kami pada ibu pertiwi, “silahkan dukung dan pilih calon sesuai pilihan kalian, namun gunakan hati dan logika juga untuk menganalisa, mengukur dan mempertimbangkan sebagai yang paling layak berdasarkan pada kecakapan dan kedekatan dengan Tuhannya, karena bentuk kekuasaan dan kekuatan yang maha dahsyat adalah dari Tuhan, bukan otak manusia…”

Semua pesta politik kali ini bisa memberikan pelajaran yang baik bagi segenap bangsa Indonesia dan menjadikan lebih maju dan sejahtera serta berkeadilan.

munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.