Kamis, Maret 4, 2021

Keamanan Sistem Bank Mandiri

PENDAMPING IDAMAN ZAMAN NOW

Ahmad Munir Hamid, kamis 16 November 2017Organization for Economic Corporation and Development (OECD) dalam mendefinisikan Good Corporate Governance adalah sistem yang dipergunakan untuk mengarahkan...

Kiat Memilih Rumah Agar Terhindar dari Mafia Tanah

Apakah ada manusia di dunia ini yang tidak mempunyai keinginan untuk memiliki rumahnya sendiri? Mungkin bisa jadi tidak terpikirkan oleh suku nomaden asli, yang...

Merawat Toleransi Dengan “Kutang”

Di suatu hari yang terik, saya berkunjung ke rumah salah seorang teman untuk mendiskusikan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan konteks keindonesiaan. Sampai di tempat,...

Berliterasi di Bulan Ramadan

Setiap Ramadan kita akan sering mendengar lantunan ayat suci Alquran. Tadarus menjadi agenda rutin setiap habis Isya. Selain kondisi fisik, Ramadan juga perlu dihadapi...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Sabtu 20 Juli 2019 pagi membuat terkejut sebagian orang. Sebagian orang tersebut merupakan nasabah Bank Mandiri. Terkejut karena melihat saldo di rekeningnya ada perubahan, padahal tidak melakukan transaksi perbankan. Perubahannya ada dua yaitu saldo bertambah atau saldo berkurang.

Perubahan tersebut terjadi karena ada eror system ketika proses perpindahan data dari core system ke back up system. Proses ini sebenarnya hal yang rutin dilakukan oleh Bank Mandiri. Namun sabtu itu terjadi eror. Menurut pihan Bank Mandiri, data nasabah yang berubah ada 10 % atau 1,5 juta nasabah.

Himbauan dari Bank Mandiri kepada 10 % nasabah yang berubah saldonya adalah jangan menggunakan terlebih dahulu fasilitas m-banking.

Bank Mandiri menghimbau nasabah untuk melakukan pengecekan rekening tabungan ke kantor cabang Bank Mandiri. Nasabah diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan kejadian di atas maka Bank Mandiri sebaiknya memperbaiki kembali kepercayaan nasabah.

Beberapa nasabah pasti akan kuatir atas kejadian perubahan saldo. Efek lain atas menurunnya kepercayaan nasabah adalah harga saham Bank Mandiri di bursa efek pasti akan jatuh atau bergejolak. Efek terburuk bisa jadi Bank Mandiri bisa digugat Bersama atau class action.

Bank Mandiri harus jujur dan tidak menutup-nutupi kejadian erornya sistem. Sebab jika Bank Mandiri kena retas sistem maka akan hancur kepercayaan nasabah. Kredibilitas Bank Mandiri menjadi pertaruhan. Bank Mandiri harus melakukan audit.

Bank Mandiri harus berfokus diri pada audit sistem. Perubahan saldo akar masalahnya dari mana? Apakah dari eror karena diretas atau karena eror program Bank Mandiri.

Eror Bank Mandiri ini harus menjadi pembelajaran bagi Bank-bank lain. Jangan sampai bank-bank lain juga kedepannya mendapat masalah seperti ini. Bank-bank harus meningkatkan keamanan sistem onlinenya. Cyber crime selalu mengancam bank setiap saat. Antisipasi bank harus lebih ditingkatkan.

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.