Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Keadilan Untuk Audrey, Keadilan Untuk Kita Semua

Narasi Ekologi yang Tenggelam

Apa itu ekologi? Apakah sama dengan lingkungan hidup? Sementara ini istilah yang populer adalah lingkungan hidup dibandingkan ekologi. Saya memilih menggunakan istilah ekologi terkait...

Opini Komunitarian dalam Ruang Publik

Dalam linimasa media sosial Instagram, beredar video sekelompok masyarakat menghadang gerbang gereja di Medan, Sumatera Utara. Kasus ini menguap semenjak video yang diunggah oleh...

Membangun dengan Data

Data menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebuah keterangan yang benar dan nyata. Data juga dapat didefinisikan sebagai sebuah karakteristik atau informasi  berupa...

Mengkaji Kasus Ravio Perspektif Kognisi Sosial

23 April 2020 di tengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, tagar bebaskan Ravio mendadak trending dijagat internet Indonesia bersanding dengan tagar corona virus. Konon,...
Kevin Ng
Kevin saat ini sedang melakukan studi di University of Western Australia dan merupakan jurnalis lepas di salah satu media Indonesia di Australia. Ia tertarik pada filsafat, ilmu sosial, komunikasi, sejarah, bisnis, politik dan ekonomi, serta berbagai macam topik lainnya. Ia terbuka untuk berdiskusi atau sekedar berbincang mengenai isu-isu aktual hingga bercandaan.

Baru-baru ini saya mendengar jeritan perempuan yang hak asasi manusianya ditebas oleh manusia-manusia yang tak layak dianggap sebagai manusia. Dirinya dianiaya, dan sekarang terbaring di rumah sakit.

Namanya Audrey, siswi yang masih belia itu tidak tahu dari entah dari mana datangnya hari buruk itu menjemput. Saya di sini tidak akan menceritakan bagaimana ia ditindas, karena itu hanya akan menyebarkan kebiadaban semakin meluas.

Masalah yang menimpa Audrey boleh disetarakan dengan kasus Novel Baswedan, walaupun dalam kasus Audrey  pelakunya diketahui. Tindakan yang menimpa kedua korban tidak terjadi karena ketidaktahuaan.

Pelakunya sama-sama memilki niat yang sama : untuk menghabisi segala citra korban sebagai manusia. Saya tidak tahu jalan berpikir para pelaku, atau maksud mereka. Apakah mereka mau korban untuk menjadi “kapok” atau sekedar hiburan bagi mereka ?. Tentu saja, ada maksud mengapa mereka melakukan aksi brutal itu.

Sebagaimananya manusia beradab memilki amarah, hal itu tidak diutarakan dengan perampasan hak asasi manusia. Dan mempertontonkan aksi pemukulan dan sambil tertawa itu bukanlah manusia!

Bagi sebagian orang mungkin berpikir bahwa apa yang menimpa Audrey hanya urusan “anak sekolah” atau bullying. Tidak tahu apa benar atau tidak benar, pasti tetap ada yang menanggap kasus ini sekedar permasalahan bocah. Maka jalur “damai” menjadi salah satu jalan keluarnya.

Mohon maaf sebesar-besarnya kepada orang yang memilih penyelesaiaan kasus seperti itu. Ini bukan sekedar cara apa untuk menyelesaikan masalah, tetapi bagaimana seorang gadis lucu yang hakikatnya telah dirampas. Ini soal perampokan harta pribadi terbesar yang dimiliki oleh manusia, yakni kehidupannya. Dan jalur yang harus dilakukan untuk menyelesaikan ini ialah menghukum para pelaku-pelaku yang terlibat.

Usut tuntas apa yang mereka lakukan kepada Audrey dan jangan beri pupuk pada ketidakadilan. Kemanusiaan dipertaruhkan. Jujur saja saya sudah lelah setiap kali orang-orang ditindas, dan pelakunya hanya bisa berkata, “Maaf.”. Kemudian kejadian serupa berulang (walau pelakunya tak sama), dan seterusnya dan seterusnya.

Mungkin kita bisa melihat kalau pelaku dalam kasus ini memiliki usia yang cukup belia pula. Dengan alasan seperti itu, penyelesaian kasus tidak sampai ke ranah hukum. Kalau begitu terus, maka ini bisa menjadi alasan primer setiap kali kasus yang mirip terulang kembali. Bukankah segala bentuk keadilan tidak memandang usia ? Pelaku sadar betul ketika mereka melakukan perbuatannya. Mereka bahkan telah menyiapkan skema agar berjalannya kegiatan.

Mungkin saat ini mereka (pelaku) masih “kecil”, tetapi suatu saat akan jadi besar. Kita selalu mengatakan bahwa generasi penerus bangsa ada di tangan para pemuda. Kalau masih muda sudah melakukan kejahatan, masa depan telah hancur sebelum datang. Pemahaman soal hak asasi manusia perlu diilhami oleh semua orang, termasuk bagi mereka yang muda. Dan jangan harap kita bisa mendapatkannya di media sosial, karena sejatinya itu berasal dari hati. Ingatlah ! Mereka yang tidak menghargai hak-hak manusia sebagai manusia berarti tak punya hati.

Sudah sepantasnya bila keadilan dalam kasus ini dipertaruhkan. Apa yang harus kita lakukan sekarang adalah melawan segala ketidakadilan yang ada. Kejahatan atas kemanusiaan tidak boleh lagi terbentuk dalam segala rupa. Usia tak boleh dipandang sebelah mata karena segala bentuk ketidakadilan berawal dari kebiasaan.

Dan kita tidak perlu lagi mendeskripsikan kejadian yang menimpa korban, atau bagaimana pelaku melakukannya. Kejadian serupa tak boleh lagi berulang. Saya berharap kasus ini adalah kasus perampasan hak asasi manusia yang terakhir. Audrey telah memberikan suaranya kepada kita untuk menolak diam, terus menyuarakan kebenaran. Jangan sia-siakan pengorbanannya , karena inilah saat yang tepat untuk bersuara atas keadilan. Berhentilah sejenak dalam kegalauanmu, dan sebarkan kebenaran di mana-mana.

Sekarang kita hanya punya satu tujuan, yakni meminta keadilan untuk Audrey. Ketidakadilan terhadap Audrey adalah bentuk ketidakadilan terhadap kemanusiaan. Mintalah keadilan dan jangan berhenti. Bila kita manusia, maka kita juga perlu menuntut keadilan. Dalam kebisingan kita tak boleh diam, dan kesunyian akan datang setelahnya. Bersuaralah… Bersuaralah….

Kevin Ng
Kevin saat ini sedang melakukan studi di University of Western Australia dan merupakan jurnalis lepas di salah satu media Indonesia di Australia. Ia tertarik pada filsafat, ilmu sosial, komunikasi, sejarah, bisnis, politik dan ekonomi, serta berbagai macam topik lainnya. Ia terbuka untuk berdiskusi atau sekedar berbincang mengenai isu-isu aktual hingga bercandaan.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pilkada dan Jerat Klientelisme

Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mulai semarak. Kurang lebih 270 daerah (Kota/Kabupaten dan Provinsi) akan menyelenggarakan pesta demokrasi elektoral ini. Tentunya Pilkada tahun...

Pancasila dan Demokrasi Kita Hari Ini

Perjalanan demokrasi di Indonesia tidak selamanya sejalan dengan ideologi negara kita, Pancasila. Legitimasi Pancasila secara tegas tercermin dalam Undang-Undang Dasar 1945, dan difungsikan sebagai...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

ARTIKEL TERPOPULER

Lebih Baik Dituduh PKI daripada PKS

Ini sebenarnya pilihan yang konyol. Tetapi, ketika harus memilih antara dituduh sebagai (kader, pendukung/simpatisan) Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS), maka...

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.