Kamis, Desember 3, 2020

KDRT Saat Pandemi

Agora Politik di Media Sosial

Anda tentu tidak lagi asing dengan media sosial di internet seperti Facebook, twitter, instagram dan lainnya. Belakangan ini media sosial tak lagi sekadar soal bertemu...

Selebriti dan Kedangkalan Industri Hiburan

Bila kita membuka search engine dan menuliskan kata kunci “pekerjaan yang tidak membutuhkan otak” di kolom pencarian, selebriti akan muncul menjadi salah satu jawabannya. Dalam sebuah...

Selamat Natal Sebagai Problem Bahasa

Perdebatan seputar boleh tidaknya memberikan ucapan ‘Selamat Natal’ seolah selalu bermunculan setiap tahun. Tulisan ini tentu salah satunya. Ada beragam alasan yang dilontarkan oleh...

Fenomena Tsunami Langka di Selat Sunda

Hiruk-pikuk kegiatan akhir tahun yang seharusnya penuh rasa bahagia justru menjadi kisah memilukan bagi kita. Baru-baru ini peristiwa bencana alam tsunami terjadi di perairan...

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia, orang dewasa, remaja, anak-anak, bahkan bayi.

Kasus pertama dari virus ini dikonfirmasi terjadi di Wuhan, China pada akhir tahun 2019, lalu mulai menyebar ke seluruh dunia pada awal tahun 2020 dan dikonfirmasi masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020. Virus ini menjadi pandemi besar dan menginfeksi hampir seluruh negara di dunia ini.

Pandemi COVID-19 di Indonesia memaksa Pemerintah RI untuk melakukan berbagai kebijakan. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menekan jumlah korban yang terinfeksi virus corona. Penyebaran COVID-19 melalui droplet dan kontak fisik membuat adanya penerapan social distancing dan karantina mandiri di rumah. Hal ini menyebabkan masyarakat harus tinggal di rumah setiap harinya.

Dilema penerapan kebijakan ini membawa konsekuensi pada berbagai aspek. Di satu sisi penerapan sosial distancing memberi dampak positif pada bidang kesehatan untuk menekan angka penyebaran virus corona, di lain sisi dampak negatif muncul pada bidang perekonomian karena sulitnya masyarakat mencari penghasilan.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan juga perceraian meningkat di masa pandemi ini, seperti yang tercantum dalam jurnal Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ditulis Theresia Vania, dkk. Jurnal yang dipublikasikan di laman resmi Universitas Padjajaran mengatakan, kasus KDRT di masa pandemi meningkat di beberapa negara seperti Australia, China, Spanyol, dan Indonesia.

Di China tercatat 300 pasangan mengajukan cerai disebabkan pertengkaran yang bisa berujung KDRT sejak 24 Februari 2020. Di Australia terjadi peningkatan sebanyak sepertiga kasus dari 40% jumlah klien korban KDRT. Lalu, di Spanyol terdapat 18% lebih banyak kasus di dua minggu pertama lockdown. Di Indonesia kasus KDRT di Jogja meningkat menurut Edy Muhammad, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Jogja.

Menurut Penulis, banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya KDRT selama masa pandemi COVID-19 seperti faktor sosial, faktor ekonomi, dsb. Namun, faktor ekonomi menjadi penyebab utama yang paling sering terjadi karena banyak aktivitas ekonomi yang mati atau berkurang di masa ini.

Faktor ekonomi tersebut banyak dipicu terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar sehingga banyak keluarga yang memiliki kesulitan ekonomi karena tidak adanya pemasukan untuk biaya hidup. Masalah tersebut dapat memicu tekanan dan dan menyebabkan ketidakstabilan emosi anggota keluarga yang dapat berujung pada kekerasan fisik.

Adanya peningkatan angka KDRT bukan hanya tugas atau tanggung jawab dari pemerintah melainkan semua lapisan masyarakat. Ada beberapa upaya dalam mengatasi KDRT selama masa pandemi ini. Kita dapat langsung melapor kepada petugas yang berwenang, selain itu lembaga yang mengawasi masalah ini juga harus cepat serta tanggap dalam memproses laporan mengenai KDRT dan membantu menyelesaikan masalah agar bisa mengurangi angka peningkatan.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Upah Minimum atau Upah Maksimum?

Belakangan ini demo buruh tentang upah minimum mulai sering terdengar. Kenaikan upah minimum memang selalu menjadi topik panas di akhir tahun. Kini menjadi semakin...

Menjatuhkan Ganjar-Jokowi dengan Satu Batu

Saya sebenarnya kasihan dengan Jokowi. Sejak beberapa hari yang lalu organ di bawahnya terlihat tidak bisa kerja. Misalnya soal kasus teroris di Sigi, tim...

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.