Senin, Oktober 26, 2020

Kasus Nikmat Artis Rp80 Juta, Biasa Aja Tuh!

Selamat Hari Pers Nasional, Masih Adakah Idealisme Wartawan?

Selamat hari Pers Nasional 9 Februari 2018, masih adakah idealisme wartawan? Pertanyaan ini sungguh menohok. Apa itu idealisme wartawan? Jawaban gampangnya ialah seorang wartawan...

Investasi dalam Bidang SDA dan Agenda Neoliberal

Hari telah menuju sore, dengan wajah yang elok Presiden Joko Widodo membacakan naskah pidatonya saat dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 2019 lalu. Sepenggal...

Kenapa Jokowi Tidak Memilih Mahfud MD?

Secara integritas mungkin Mahfud MD lebih mumpuni. Segudang prestasi beliau yang sudah pernah meduduki jabatan politik pada 3 pilar demokrasi dari mulai eksekutif, legislatif,...

Menakar Tugas dan Kewajiban Presiden

Pemilu dilaksanakan secara periodik dalam rangka sirkulasi kekuasaan. Salah satu lompatan “fantastis” pascareformasi terkait hal ini ialah perubahan sistem pemilihan Presiden. Jika sebelumnya Presiden...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Terbongkarnya kasus prostitusi online yang diduga melibatkan artis Vanessa Angel oleh Polda Jawa Timur, tidak perlu dihebohkan. Skandal lendir nikmat artis seharga Rp80 juta ini, bagi saya biasa aja tuh. Toh, jauh hari sebelumnya, puluhan kasus sejumlah artis yang juga berprofesi sebagai pelacur kelas atas sudah pernah diberitakan secara masif oleh media massa.

Skandal bisnis lendir nikmat memang menjadi berita paling seksi yang mampu menyedot perhatian publik. Selain itu, bisnis esek-esek Anak Baru Gede (ABG) dan berita kekerasan seksual juga berhasil membetot atensi warganet. Hampir sebagian besar orang Indonesia sangat antusias kalau berbicara soal seks, baik hanya sekadar untuk gurauan atau obrolan serius yang sembunyi-sembunyi.

Dari sejumlah kasus prostitusi yang berhasil diungkap polisi, diduga kuat, tampaknya Indonesia memang memiliki jaringan organisasi transaksi syahwat yang terorganisir. Buktinya, Kapolda Jatim Irjen Polisi Luki Hermawan mengakui bahwa tarif dalam jaringan prostitusi artis sangat beragam. Mulai dari yang seharga Rp25 juta hingga mencapai Rp100 juta. Semakin popular seorang artis, maka harganya semakin selangit. Namun, tetap saja uang sebesar itu harus dibagi dua dengan mucikarinya.

Menurut Luki, pihaknya sudah mengantongi nama-nama artis yang berprofesi sebagai pelacur. “Nama-nama mereka sudah kita pegang semua dan tarifnya juga ada sesuai dengan tingkat kepopulerannya,” katanya.

Eksistensi bisnis prostitusi di Indonesia, pasti didukung jaringan organisasi yang kuat dan sudah berakar sejak lama. Jaringan ini mungkin sudah menyebar dalam beberapa sel. Misalnya jaringan sel prostitusi oknum pramugari, jaringan sel prostitusi oknum Sales Promotion Girls (SPG), jaringan sel prostitusi oknum artis, jaringan sel prostitusi oknum pelajar, jaringan sel prostitusi oknum model, jaringan sel prostitusi oknum profesional serta jaringan sel prostitusi oknum pengusaha. Setiap jaringan sel prostitusi memiliki pangsa pasar sendiri dan nilai transaksi yang berbeda-beda.

Dalam bisnis prostitusi berlaku teori ilmu ekonomi, supply and demand. Teori ini secara tegas menunjukkan bahwa aktivitas pelacuran tidak akan pernah ada di dunia, kalau tidak ada peminatnya. Para konsumen lendir nikmat ini juga berasal dari berbagai lapisan sosial, diantaranya bisa dari kalangan oknum pengusaha, pejabat negara, politisi, tokoh agama, mahasiswa, kelompok akademisi, profesional, aparat hukum hingga rakyat jelata.

Pelacur Profesi Tertua

Pelacur merupakan salah satu profesi tertua di dunia. Di zaman Yunani dan Romawi kuno, temple prostitutes atau pelacur kuil bersanding erat dengan soal keagamaan. Pelacur kuil bekerja untuk Tuhan. Uang yang didapatkan pelacur disumbangkan untuk pembangunan kuil Aphrodite.

Di Yunani, juga dikenal pelacur Auletrides dan Hetaerae. Pelacur Auletrides sangat piawai di ranjang. Pelacur Auletrides bisa dipesan untuk pesta pribadi. Sedangkan pelacur Hetaerae adalah pelacur kelas tinggi di Athena yang hanya memberikan pelayanan seks kepada para bangsawan. Di Yunani, pelacur bukanlah profesi rendah, justru pelacur menempati kedudukan terhormat.

Tawaif adalah dunia pelacuran di India Utara (abad 18). Para pelacurnya disebut Tawaifs. Seorang Tawaifs memiliki status sosial tinggi karena mereka adalah pelacur keturunan. Sedangkan, di India Selatan, para pelacur disebut Devadasi.

Para orang tua yang anak gadisnya telah memasuki masa puber, akan segera melelang keperawanan anak gadisnya (Devadasi) kepada penawar tertinggi. Di negeri tirai bambu Tiongkok (100 SM), Kaisar Wu mengakui keberadaan pelacur profesional yang disebut Ying-chi. Dalam sejarahnya, para pelacur bukan hanya berperan memuaskan pelanggan, mereka mempunyai andil besar dalam peradaban manusia.

Sanksi Hukum Prostitusi

Di Indonesia, aparat hukum tidak punya hak memberi sanksi hukum kepada oknum yang terlibat prostitusi, selama aktivitas mereka tidak merugikan keuangan negara serta mengganggu kenyamanan dan keamanan sosial.

Di sisi lain, aparat hukum wajib bertindak, bila aktivitas prostitusi sudah mulai melibatkan kepentingan politik, mengganggu kenyamanan publik serta melanggar Undang-Undang (UU).

Prostitusi menjadi problem besar bagi bangsa ini, karena diduga kuat ada sekelompok oknum elit penguasa yang banyak menggunakan wanita pelacur untuk merebut kekuasaan. Dari sinilah muncul istilah gratifikasi seks. Salam seruput ngopi angetnya kawan….

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mencari Petunjuk Kekebalan Covid-19

  Orang yang telah pulih dari Covid-19 mungkin khawatir tentang efek kesehatan yang masih ada, tetapi beberapa mungkin juga fokus pada apa yang mereka lihat...

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

ARTIKEL TERPOPULER

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.