Senin, Januari 25, 2021

Kartun dan Pendidikan Anak

Upaya The New Prabowo dan Jokowi Menggaet Generasi Milenial

Demi meraup suara sebanyak-banyaknya pasangan Capres dan Cawapres berusaha melakukan segala cara. Termasuk mendekati generasi milenial dengan cara-cara yang identik dengan kehidupan, gaya hidup,...

Kontroversi Valentine dan Cinta yang Frustasi

14 Februari telah tiba. Dan kita disuguhkan kembali tentang kontroversi tentang hari Valentine. Kontroversi yang telah lama menghiasi dinding media sosial, dan diskusi sosial...

Remaja Hijrah Konsumtif?

Seorang penjual buku yang memiliki sebuah “kegilaan” terhadap kajian politik identitas pernah beberapa kali menarik perhatian saya terhadap fokus studinya mengenai hubungan integral antara...

Guncangan Ekonomi Iran Menghadapi Wabah Corona

Belum selesai perekonomian Iran berjibaku dengan beban sanksi embargo Amerika Serikat (AS). Kini, Iran harus menghadapi wabah virus Corona yang tentunya berdampak negatif terhadap...
Lailatammardiyah Utami
(UIN IMAM BOJOL PADANG)

Di zaman era digital seperti sekarang ini, perkembangan media sudah semakin maju dan pesat. Sehingga berbagai informasi mudah didapat pada zaman ini, disebabkan oleh kemajuan teknologi yang sudah global dan tumbuh pesat tersebut.

Di tengah majunya teknologi, perkembangan media salah satu contoh yang sangat memiliki pengaruh besar dalam setiap kehidupan manusia khususnya media media elektronik yang bersifat audio dan visual, yakni televisi.

Televisi merupakan alat komunikasi yang menggunakan media visual (penglihatan) dan audio (pendengaran), yang dimana didalamnya terdapat konten-konten dan program yang beragam mulai dari berita, drama, hingga kartun dan lain sebagainya.

Akan tetapi pada kesempatan ini penulis tidak membahas tentang televisi secara mendalam, melainkan tentang salah satu konten dari televisi tersebut yakni kartun. Kartun merupakan film atau serial animasi berbentuk gambar dan penampilan lucu yang mempresentasikan suatu peristiwa.

Banyak jenis atau genre dari film kartun terbaik yang bisa kita dapatkan dan tentu saja banyak pilihan. Pertumbuhan film dan serial kartun semakin maju dan meningkat sehingga banyak diminati. Saat ini negara Jepang dan Amerika masih merajai dunia perfilman kartun di dunia.

Hal itu sudah jelas karena dilihat dari produksi film dan animasi kartun yang sudah banyak dibuat dan pada umumnya sudah memiliki kualitas yang bagus. Oleh karena itu tak ayal banyak orang-orang yang menggemari kartun. Tak hanya dari kalangan anak-anak, peminat kartun itu sendiri juga banyak dari kalangan dewasa bahkan orang tua sekalipun.

Film kartun memang penuh dengan imajinasi. Di film ini, hal-hal dalam dunia nyata tidak pernah terjadi, sangat mungkin bisa terjadi di sini. Hal aneh dan lucu adalah bagian yang tak terpisahkan dari film-film kartun. Tapi apakah sudah sepenuhnya film dan serial kartun itu baik untuk pendidikan anak? Apakah dampak dari membiarkan anak-anak usia sekolah menonton kartun tanpa dibimbing?

Karena di sini kita sudah banyak melihat kartun yang ditayangkan di televisi tidak selalu membawa dampak yang bagus bagi anak-anak zaman sekarang. Karena itu penulis ingin sekali membahas topik tentang ini meskipun sebenarnya artikel yang lain sudah banyak yang mengulas pembahasan semisal ini.

Berdasarkan pengalaman penulis sendiri yang juga merupakan penggemar dari film kartun, terutama kartun yang ada di chanel Cartoon Network dan Nickelodeon, yang dimana dua channel kartun ini merupakan chanel kartun yang terkenal dan besar di Amerika Serikat. Maka penulis mengambil contoh atau sampel dari dua chanel kartun ini.

Penulis melihat kebanyakan kartun-kartun Amerika Serikat yang ada pada dua chanel tersebut memang mengasyikkan, konyol, dan menarik. Dan film-film kartun yang ada pada chanel tersebut terkadang juga ada mengandung pesan baik.

Akan tetapi menurut penulis film kartun yang ada disana sebenarnya lebih banyak mengandung unsur yang tidak mendidik dan bahkan tidak bermakna, seperti menampakkan pakaian yang tidak senonoh pada karakternya atau dengan memperlihatkan sikap dan tindakan yang tidak pantas untuk diperlihatkan sering dilakukan oleh karakter kartun bersangkutan.

Sehingga jika yang menonton kartun seperti itu adalah anak-anak  usia sekolah dasar, maka itu dapat merusak dan mempengaruhi mental, moral dan psikologi anak-anak, khususnya  untuk anak-anak Indonesia yang masih diusia sekolah dasar.

Berikut penulis paparkan sedikit contoh hal yang tidak mendidik dan merusak anak-anak pada film-film kartun yang cukup terkenal yaitu yang pertama pada film kartun The Amazing World of Gumball yang tayang pada chanel Cartoon Network. Pada film ini tokoh utama dari kartun ini yaitu Gumball, sifatnya ialah memliki ego yang besar dan sensitif. Walaupun Gumball itu pintar, akan tetapi Gumball itu karakter yang tidak bijaksana dan sering menghabiskan waktu luangnya dengan melakukan sesuatu hal yang konyol dan tidak berguna bersama sahabatnya.

Contoh hal bodoh yang sering dilakukan karakter Gumball dan tidak patut ditiru adalah: membohongi ibunya dengan pura-pura sakit agar bisa menonton televisi sepanjang hari dan dimanjakan ibunya, mengganggu ayahya yang sedang tidur dengan mencoret-coret badan dan wajah ayahnya, hingga tidak mengenakan pakaian sehelaipun di tempat umum.

Berdasarkan dari tayangan Gumball tersebut, penulis sendiri sudah melihat dampaknya pada adik dari penulis sendiri yang masih kelas 1 SD. Yang dimana adik dari penulis sendiri pada suatu waktu pernah tidak mau memasang celana sehabis dari toilet dan keluar dengan berjoget-joget tanpa mengenakan celana karena dia masih ingat dengan adegan film Gumball yang tidak mengenakan pakaian dan berjoget-joget di tempat umum itu. Begitulah salah satu contoh dampaknya jika tidak ada orang terdekat yang ikut membimbing dan memilah film-film kartun yang pantas dan layak untuk ditontonkan kepada anak kecil yang masih usia sekolah dasar.

Selanjutnya contoh yang kedua yaitu pada kartun Spongebob Squarepants yang tayang di saluran Nickelodeon. Kartun yang satu ini adalah kartun yang paling dikenali oleh hampir seluruh dunia termasuk di Indonesia yang mana juga sangat banyak peminatnya. Sudah tak jadi rahasia lagi bahwasanya anak-anak Indonesia sering menonton film kartun yang satu ini, karena jalan ceritanya yang tidak mainstream dan konyol.

Film kartun Spongebob Squarepants ini memiliki tokoh utama yakni Spongebob itu sendiri. Karakter dari Spogebob adalah semangat, riang, positif, dan suka bekerja keras. Menurut penulis pada kartun ini, ada dampak positifnya bagi anak-anak yang menontonnya dan ada pula dampak negatifnya.

Hal ini ditakutkan jika ditonton oleh anak usia sekolah dasar maka dapat merusak dan mempengaruhi sikap dan pemikiran anak-anak yang menonton tayangan tersebut. Karena seharusnya film-film yang disuguhkan kepada anak-anak yang masih di usia sekolah dasar adalah film kartun yang dapat membangun dan menanamkan nilai-nilai sikap yang baik dan bermoral sesuai dengan yang telah diajarkan oleh guru dan orang tua kita terdahulu.

Lailatammardiyah Utami
(UIN IMAM BOJOL PADANG)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.