Minggu, Februari 28, 2021

Kartini Masa Kini dan Perempuan Koperasi

Bagaimana Hukuman bagi Pembajak Film di Indonesia?

Menurut UU no. 8 tahun 1992 bab I ayat 2 perfilman adalah Perfilman adalah seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan, jasa teknik, pengeksporan, pengimporan,...

Konstitusi dan Tujuan Kebijakan Anggaran Negara

Tahun 2020 menjadi tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, sekaligus merupakan momentum awal bagi bangsa Indonesia yang akan memulai tahapan...

Agar Hari Anak Tak Sekadar Seremonial

Jamak ketika suatu negara merayakan hari anak. Begitupun di Indonesia. Hari Anak Nasional (HAN) tersebut diperingati pada 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik...

Quo Vadis Demokrasi

Kemunculan cara berpolitik baru di Indonesia menjadi signifier kemuakkan rakyat dengan politik gaya lama. Demokrasi pun dirasa terkunci sebatas prosedural tanpa diperankan secara substansial. Demokrasi...
Avatar
Catur Susanto
Kepala Bagian Rencana dan Program, Kementerian Koperasi dan UKM

Dalam bukunya yang populer berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Kartini telah menuangkan ide dan gagasan guna membangkitkan semangat bagi kalangan perempuan.

Semangat yang terus didoktrinasi oleh Kartini menjadi penting (urgens) mengingat banyaknya pembatas (barrier) bagi perempuan untuk merealisasikan potensinya dalam mencapai sesuatu atau pemimpin dibidangnya. Secara potensi, perempuan tidak mesti kalah dengan laki-laki. Perjuangan yang disebut sebagai emansipasi, sejalan dengan strategi pembangunan untuk mencapai suatu keadilan dan kesetaraan/emansipasi sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarus Utamaan Gender (PUG) Dalam Pembangunan Nasional.

Pada dasarnya, penghambat kemajuan bagi perempuan yang paling dominan disinyalir justru datang dari internal dirinya sendiri, misalnya: tidak pernah mempunyai mimpi dan cita-cita tinggi, atau merasa takut akan kegagalan, atau bahkan merasa tidak mampu. Hambatan yang lain datang dari luar dirinya, seperti paradigma pendahulu tentang perempuan atau pengaruh sosial budaya tentang perempuan dalam keluarga. Banyak perempuan malu untuk mempunyai cita-cita yang tinggi.

Padahal, menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai posisi puncak adalah adanya impian dan cita-cita yang membuat gerak dan langkah menjadi lebih terarah, semangat dan energi untuk bangkit.

Kartini merupakan salah satu tauladan atas keteguhan menggapai impian. Hal ini dapat dilihat, sejumlah sosok perempuan memiliki keteguhan yang sama, di setiap bidang yang digelutinya dengan terus berjuang mewujudkannya. Ada yang menjadi pemimpin negara, membawahi jutaan orang dan mengajak perempuan lain memiilki mimpi yang sama untuk terus maju.

Dalam Tech in Asia, 2019 ada juga yang menjadi pemimpin perusahaan atau pengusaha sukses serta ada yang menuangkannya lewat goresan tinta dan nada lewat musik, memberi suara pada perempuan lewat film, atau mengembangkan batik sebagai baju khas yang patut dibanggakan di kancah dunia. Terlepas dari judgement yang berorientasi pada kemampuan fisik tersebut, peran perempuan di dunia kerja makin menunjukkan gejala yang positif. Bahkan, tidak sedikit dari kaum perempuan sudah menduduki posisi manajerial atau bahkan pimpinan direksi.

Menurut data Badan Pusat Statistik, 49,80 persen dari penduduk Indonesia pada 2019 adalah perempuan. Angka ini menunjukkan besarnya potensi perempuan dalam turut menentukan kemajuan Indonesia diberbagai bidang. Meski sangat potensial, partisipasi perempuan di posisi kepemimpinan nasional, diketahui masih relatif terbatas. Tercatat, baru lima dari 34 menteri (14,70 persen) di Kabinet Indonesia Maju berasal dari kalangan perempuan. Selain itu, di DPR, dari 575 anggota DPR RI periode 2019-2024, sebanyak 118 orang di antaranya (21 persen) perempuan.

Perempuan Koperasi

Urgensi peningkatan partisipasi perempuan dalam ekonomi untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi pemulihan ekonomi pada saat resesi akibat Pandemi Covid-19 ini.

Untuk itu, kalangan perempuan kiranya mampu memanfaatkan peluang pesatnya perkembangan ekonomi, termasuk pesatnya perkembangan ekonomi digital, sehingga dapat menjadi akselerator peningkatan partisipasi perempuan dalam perekonomian.

Disamping itu, pemberdayaan ekonomi perempuan diperlukan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, antara lain mempertimbangkan jumlah perempuan yang mencapai setengah populasi dunia. Isu ini menjadi pokok bahasan diskusi seminar internasional “Women’s Economic Empowerment : A Framework For an Inclusive And Sustainable Growth” oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) pada 21 Juli 2019.

Lebih lanjut, Sebuah survey terhadap 600 responden yang terdiri dari praktisi koperasi, Non Government Organization (NGO), akademisi dan pekerja pemerintah di Eropa, Asia, Amerika, Afrika, Amerika Tengah dan Utara, dan Timur Tengah oleh International Labor Organization (ILO) bekerja sama dengan International Cooperative Alliance (ICA) bulan Maret 2015 ini menunjukkan bahwa, 75% responden merasakan partisipasi perempuan dalam berkoperasi naik dalam kurun waktu 2 dekade terakhir.

Temuan lain yang menarik dari survey tersebut adalah bahwa koperasi oleh 80% respondennya dianggap lebih baik dibandingkan organisasi bisnis perseorangan ataupun bisnis publik dalam meningkatkan kesetaraan gender (advancing gender equality), selain itu survey juga menunjukan bahwa 2/3 (dua per tiga) responden merasakan kesempatan perempuan terlibat dalam kepengurusan dan manajemen koperasi adalah hal yang penting dalam bentuk (feature) sebuah koperasi.

Dari survey tersebut, bisa mengambil kesimpulan bahwa eksistensi koperasi di belahan dunia telah mengambil peran signifikan dalam peberdayaan perempuan. Mengingat perempuan dalam aspek ekonomi merupakan sosok yang sangat rentan (vulnerable) jatuh ke garis kemiskinan. Lebih setengah orang miskin di dunia adalah perempuan.

Sejalan hal tersebut diatas, berdasarkan Data Kementerian Koperasi dan UKM yang diolah dari Online Data System (ODS) pada tanggal 31 Maret 2020 atau Triwulan I terdapat Koperasi Wanita sebanyak ± 11.419 unit, Total Aset sebesar Rp. 1,74 triliun, Total Modal Sendiri sebesar Rp. 965,5 miliar, Total Modal Luar sebesar Rp. 782,2 miliar, Total Volume Usaha sebesar Rp. 1,71 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 34.257 orang.

Berdasarkan deskripsi ringkas di atas, mengindikasikan bahwa sebesar ± 9,28% merupakan Koperasi Perempuan. Segenap potensi besar untuk menjadi basis pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Koperasi menjadi kendaraan yang efektif dalam pemberdayaan perempuan di seluruh dunia karena dalam operasionalnya koperasi didasari oleh 7 (tujuh) prinsip sehingga mampu memberikan kesempatan yang lebih tinggi kepada perempuan untuk lebih mengeksplorasi dan mengaktualisasikan dirinya.

Tidak mengejutkan apabila manfaat koperasi bagi kaum perempuan di berbagai belahan dunia telah dirasakan secara signifikan dalam meningkatkan harkat dan martabatnya dan mengangkat perempuan dari ketidakberdayaan ekonomi.

Penelitian Tadele dan Tesfay (2013) yang berjudul “The Role of Cooperatives in Promoting Socio-Economic of Women: Evidence from Multipurpose Cooperatives in Ethiopia” menemukan bahwa perempuan yang menjadi anggota Koperasi Serba Usaha (multipurpose cooperative) di Ethiopia telah mengalami kenaikan income, memiliki lebih banyak ternak, kemampuan mengambil keputusan lebih otonom dan kemampuan berbelanja (spending power) lebih baik dibandingkan, sebelum bergabung menjadi anggota koperasi.

Studi lainnya juga menunjukkan bahwa unsur-unsur kemandirian (self-reliance) dan tindakan kolektif (collective action) yang terbangun dalam kelembagaan koperasi juga memungkinkan perempuan untuk mengembangkan modal sosial (social capital) yang sebenarnya akan sulit untuk dicapai tanpa berkoperasi.

Keanggotaan dalam usaha kolektif (koperasi) memungkinkan perempuan untuk membangun hubungan kerja dan hubungan personal yang baik, yang akan meningkatkan status sosial mereka. Jones, Smith and Wills (2012) menemukan bahwa perempuan yang menjadi anggota koperasi mengalami adanya peningkatan harga diri (self-esteem) dan rasa solidaritas (sense of solidarity) dan dukungan (support), terutama pada situasi dan kondisi yang sangat membutuhkan.

Keberhasilan koperasi, terutama koperasi perempuan yang dikembangkan oleh beberapa negara seperti disebutkan bagian sebelumnya, patutlah menjadi inspirasi kita dan diberikan tempat yang lebih layak dalam program pengembangan koperasi di tanah air. Koperasi sebagai soko guru pembangunan sudah saatnya lebih diberikan peran yang lebih memadai dan dominan.

Penumbuhan dan pemberdayaan koperasi berbasis perempuan menjadi jalan yang sangat tepat. Kesuksesan koperasi dalam memberdayakan dan mengembangkan perempuan akan berimplikasi terhadap peningkatan kemandirian kalangan perempuan yang akan berkorelasi langsung dan positif terhadap peningkatan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Bahwasanya, hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan dan strategi Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2020 ini terutama melaksanakan program Modernisasi Koperasi melalui Rebranding Koperasi Berbasis Kelompok Strategis, salah satu kegiatannya pengembangan Koperasi Perempuan dijadikan sebagai prioritas.

Sudah saatnya peringatan Hari Kartini tahun ini lebih dimanfaatkan guna mencanangkan tahun pengembangan ekonomi perempuan dengan meningkatan peran koperasi perempuan menjadi perhatian penting dan fokus untuk hal tersebut.
Penulis adalah Kepala Bagian Rencana dan Program Kementerian Koperasi dan UKM

Avatar
Catur Susanto
Kepala Bagian Rencana dan Program, Kementerian Koperasi dan UKM
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.