Kamis, Desember 3, 2020

Kami Santri Nusantara

Benarkah Menulis Itu Bakat?

Benarkah menulis itu bakat? Pertanyaan itu kembali terulang di benak saya setelah lima tahun memasuki dunia literasi. Pertanyaan klise itu muncul lagi saat saya...

Tafsir Perdamaian

Inna arsalnaka rahmatan lil alamin adalah pesan universal yang disampaikan Tuhan dengan instrumen bahasa Arab kepada Muhammad Saw. untuk membumikan Islam rahmah kepada setiap...

Bahasa Mengganggu Bangsa

Ada dalil yang mengatakan bahwa bahasa sangatlah cair, tergantung kebiasaan dan perspektif. Kecairannya kadang-kadang membuat banyak orang sulit menentukan mana bahasa yang sopan, mana...

Desa, Urbanisasi dan Revolusi Mental

Ada sebuah pernyataan yang menarik dari Farid Gaban dalam tulisannya yang berjudul Membangun Desa, Menagih Nawa Cita Jokowi. Katanya, di balik nuansa pedesaan yang indah...
Mohimron
Apapun itu selalu disyukuri

Santri adalah identitas manusia yang selalu berkerabat dengan ilmu, pengetahuan, dan akhlak. Santi juga merupakan salah satu senjata dari awal beridirinya Indonesia.

Sudah begitu banyak para santri mengukir sejarah mereka yang tak kenal takut melawan para penjajah bangsa ini dengan luar biasa, dengan pengorbanan, raga dan harta serta air mata demi tanah air tercinta ini.

Sekarang sudah waktunya bagi seorang santri membangun legendanya sendiri melalui cerita-cerita dan kisah yang menyusuri kebenaran jalan Tuhan, dengan meneladani akhlak Nabi.

Pendidikan yang dijalani santri selama ini merupakan model pendidikan asli Indonesia yang berkembang sejak lama di Nusantara yakni pendidikan sistem pesantren dan pemondokan. Pendidikan ini berorientasi pada pendalaman ilmu agama, moral dan budi pekerti yang nantinya melahirkan generasi-generasi kyai dan ulama.

Konsep pendidikan semacam ini masih tetap dijalankan secara asli khususnya pesantren-pesantren salafi. Namun selain itu, pula terdapat banyak pesantren yang tetap menjalankan konsep ini tetapi juga memasukkan pelajaran-pelajaran umum yang disebut pesantren kholafi.

Di sisi lain terdapat konsep pendidikan lain seiring cepatnya arus globalisasi dan sangat kontras dengan konsep pendidikan asli Indonesia, yakni konsep pendidikan nasional dengan konsep pendidikan Barat.

Pandangan yang kedua ini tidak menerima konsep yang pertama dengan alasan sistem pesantren atau pemondokan merupakan konsep pendidikan yang sudah kuno dan tidak relevan lagi serta kembali lagi pada zaman purbakala, anti materislisme dan ant individualisme.

Santri harus menjadi orang yang mampu memadukan tiga peradaban dunia ini. Yakni peradaban Nusantara, peradaban Barat, peradaban Timur. Dalam hal ini, sistem pendidikan yang ada di Indonesia harus segera dipadukan. Yakni sekolah-sekolah agama dengan dipadukan karakter sekolah umum.

Yang nantinya akan melahirkan ulama yang cendekiawan dan berwawasan luas dan akan mampu menyesuaikan dengan arus globalisasi dan tidak tergerus oleh zaman.  Begitu pula sekolah-sekolah umum mampu memadukan dengan karakter pendidikan agama, yang nantinya akan melahirkan produk ilmuan yang agamis dan bermoral bukan sekuler. Perpaduan seperti ini akan mampu mengatasi masalah secara komprehensif bukan parsial.

Walaupun saat ini sistem pendidikan Indonesia sudah mengarah dan terealisasikan mengarah kesana, tapi setidaknya bisa lebih dimaksimalkan kembali. Sebab santri harus menjadi potensi SDM yang moderat dan inklusif yang mampu dan berpeluang untuk mengarah kesana.

Santri tetaplah santri, jiwa gotong-royong dan saling tolong menolong yang melekat erat dalam diri mereka serta intelektualitas dan budi pekerti mereka, diharapkan mampu membangun dan memajukan peradaban Indonesia dan saatnya bagi mereka untuk menorehkan tinta emas dalam sejarah bangsa ini dengan kisah-kisah yang dramatis dan heroik.

Mohimron
Apapun itu selalu disyukuri
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Meneguhkan Keindonesiaan di Tengah Pandemi

Sejak diumumkannya kasus pertama covid 19 di Indonesia pada bulan Maret 2019 silam, perjalanan kasus ini tidak pernah surut. Memasuki bulan Oktober 2020 justru...

Upah Minimum atau Upah Maksimum?

Belakangan ini demo buruh tentang upah minimum mulai sering terdengar. Kenaikan upah minimum memang selalu menjadi topik panas di akhir tahun. Kini menjadi semakin...

Menjatuhkan Ganjar-Jokowi dengan Satu Batu

Saya sebenarnya kasihan dengan Jokowi. Sejak beberapa hari yang lalu organ di bawahnya terlihat tidak bisa kerja. Misalnya soal kasus teroris di Sigi, tim...

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.