Jumat, Oktober 30, 2020

Kami Santri Nusantara

Terorisme Anak Kandung Intoleransi

Aksi-aksi terorisme tidak berdiri sendiri. Jika Donny Gahral Adian dalam artikelnya “Bahaya Laten Intoleransi” menyebut jarak antara intoleransi dan terorisme hanya setarikan napas (Kompas,...

Masyarakat Indonesia dan Kesadaran Sejarah

Apakah yang terlintas di benak kita (warga masyarakat) setiap kita mendengar kata sejarah? Umumnya masyarakat kerap menghubungkan kata sejarah dengan suatu ingatan peristiwa atau...

Problem Sampah Tak Pernah Melihat Akarnya

Problem sampah menjadi persoalan yang berlarut-larut hingga kini, jika melihat secara empirik, di mana-mana kita menjumpai sampah yang berceceran. Tidak di jalan, sungai, tetapi...

Nasib Bola di Masa Pandemi Corona

Dalam beberapa bulan terakhir dunia berduka disebabkan adanya wabah virus Korona (Covid-19). Virus tersebut membuat seluruh warga dunia merasa terancam dan bahkan mengganggu aktivitas...
Mohimron
Apapun itu selalu disyukuri

Santri adalah identitas manusia yang selalu berkerabat dengan ilmu, pengetahuan, dan akhlak. Santi juga merupakan salah satu senjata dari awal beridirinya Indonesia.

Sudah begitu banyak para santri mengukir sejarah mereka yang tak kenal takut melawan para penjajah bangsa ini dengan luar biasa, dengan pengorbanan, raga dan harta serta air mata demi tanah air tercinta ini.

Sekarang sudah waktunya bagi seorang santri membangun legendanya sendiri melalui cerita-cerita dan kisah yang menyusuri kebenaran jalan Tuhan, dengan meneladani akhlak Nabi.

Pendidikan yang dijalani santri selama ini merupakan model pendidikan asli Indonesia yang berkembang sejak lama di Nusantara yakni pendidikan sistem pesantren dan pemondokan. Pendidikan ini berorientasi pada pendalaman ilmu agama, moral dan budi pekerti yang nantinya melahirkan generasi-generasi kyai dan ulama.

Konsep pendidikan semacam ini masih tetap dijalankan secara asli khususnya pesantren-pesantren salafi. Namun selain itu, pula terdapat banyak pesantren yang tetap menjalankan konsep ini tetapi juga memasukkan pelajaran-pelajaran umum yang disebut pesantren kholafi.

Di sisi lain terdapat konsep pendidikan lain seiring cepatnya arus globalisasi dan sangat kontras dengan konsep pendidikan asli Indonesia, yakni konsep pendidikan nasional dengan konsep pendidikan Barat.

Pandangan yang kedua ini tidak menerima konsep yang pertama dengan alasan sistem pesantren atau pemondokan merupakan konsep pendidikan yang sudah kuno dan tidak relevan lagi serta kembali lagi pada zaman purbakala, anti materislisme dan ant individualisme.

Santri harus menjadi orang yang mampu memadukan tiga peradaban dunia ini. Yakni peradaban Nusantara, peradaban Barat, peradaban Timur. Dalam hal ini, sistem pendidikan yang ada di Indonesia harus segera dipadukan. Yakni sekolah-sekolah agama dengan dipadukan karakter sekolah umum.

Yang nantinya akan melahirkan ulama yang cendekiawan dan berwawasan luas dan akan mampu menyesuaikan dengan arus globalisasi dan tidak tergerus oleh zaman.  Begitu pula sekolah-sekolah umum mampu memadukan dengan karakter pendidikan agama, yang nantinya akan melahirkan produk ilmuan yang agamis dan bermoral bukan sekuler. Perpaduan seperti ini akan mampu mengatasi masalah secara komprehensif bukan parsial.

Walaupun saat ini sistem pendidikan Indonesia sudah mengarah dan terealisasikan mengarah kesana, tapi setidaknya bisa lebih dimaksimalkan kembali. Sebab santri harus menjadi potensi SDM yang moderat dan inklusif yang mampu dan berpeluang untuk mengarah kesana.

Santri tetaplah santri, jiwa gotong-royong dan saling tolong menolong yang melekat erat dalam diri mereka serta intelektualitas dan budi pekerti mereka, diharapkan mampu membangun dan memajukan peradaban Indonesia dan saatnya bagi mereka untuk menorehkan tinta emas dalam sejarah bangsa ini dengan kisah-kisah yang dramatis dan heroik.

Mohimron
Apapun itu selalu disyukuri
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pemuda dalam Pergerakan Nasional Pandemi Covid-19

Peringatan hari Sumpah Pemuda mempunyai makna yang khusus di masa Covid-19 saat ini. Tak bisa dipungkiri bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara yang...

Pilu-Kasih di Medan Aksi

Malam itu menjadi momen yang tak terlupakan. Saya kira, saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan atau nongkrong di kafe favorit bersama sang kekasih....

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Kelamnya Dunia Politik di Thailand

Apa yang kalian bayangkan tentang negara Thaiand? Ya, negara gajah putih tersebut sangat dikenal dengan keindahannya. Apalagi keindahan pantai yang berada di Krabi dan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Pemuda, Agama Sipil, dan Masa Depan Indonesia

Sejarah sangat berguna untuk mengetahui dan memahami masa lampau, dalam rangka menatap masa depan, ungkap Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Semestinya tidak hanya dibaca sebagai...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.