OUR NETWORK

Kami Menolak Pisah

                                                                        KAMI MENOLAK PISAH

Perkenallkan, Namaku Sabar Simbolon anak Fakultas Hukum Universitas Bengkulu. Aku mau cerita tentang apa yang sedang kualami dan rasakan sebagai pemuda dan sebagai Masyarakat Indonesia. Menurut buku buku sejarah ataupun berita berita online yang pernah kubaca, bahwa Negeri ini adalah Negeri yang sangat kaya mulai dari letak geografis nya sampai kepada Sosial Budayanya. Dari dulu Indonesia atau yang dulu disebut Nusantara sudah terbiasa dengan perbedaan, baik budaya, bahasa, suku, atau bahkan Agama. Selama Indonesia berada dibawah kuasa penjajah tidak pernah ada rasa perbedaan. Tapi, yang ada rasa kebersamaan bagaiman supaya Negeri ini bisa keluar dari kuasa penjajah. Dan, setelah Republik ini sudah merasakan kemerdekaan juga hubungan sesama rakyatnya baik baik saja. Sampai pada saat Tahun 90’an konflik sudah mulai terasa. Contohnya Konflik berbau Agama di Ambon yang menimbulkan banyak korban. Tragedi SARA di sampit, Madura antara Suku dayak dan Suku Madura dan masih banyak Kasus berbau SARA di Republik yang bersemboyan Bhineka Tunggal Ika. Setelah reformasi, SARA juga menjadi hal yang sensitif dan bisa menjadi senjata untuk menyerang yang berbeda. Sejalan dengan waktu, Teknologi pun semakin berkembang dan menjadi tempat paling bagus untuk bisa berdiskusi atau sekedar curhat. Tidak cukup sampai disitu, Setelah teknologi semakin maju, maka kemajuan komunikasi dan informasi juga mengikuti, seperti muncul nya media media sosial seperti Facebook,twitter,Instagram atau yang lainnya menyebabkan apa saja dapat diakses dengan mudah. 

Hampir semua masyarakat pasti memiliki satu akun media sosial, tidak terkecuali saya. Karena saya pikir dengan media sosial kita bisa mendapat berita dengan cepat. Tapi, anggapan bahwa media sosial adalah kemajuan teknologi dan informasi adalah positif sepenuhnya adalah salah. Karena semakin maju media sosial ternyata menjadi alat yang paling ampuh untuk menyebarkan kebencian kepada orang lain atau bahkan menyinggung SARA. Sampai pada akhirnya, hal yang benar benar nyata sekarang adalah bagaimana SARA menjadi alat politik untuk mencapai kekuasaan. Bagaimana masyarakat terpecah hanya karena berbeda pendapat dan berbeda pilihan. Sampai sampai hampir merembet kedaerah-daerah di Indonesia. Kita bisa melihat dan menyaksikan dengan sadar, media sosial menjadi tempat untuk saling menjatuhkan. Dan aku merasakan jika ini terus berlanjut tanpa ada yang menghentikan bisa bisa Konflik SARA yang menjatuhkan korban bisa terjadi. Dan sebagai pemuda dan Masyarakat Indonesia, saya berpikir kita memiliki andil untuk memutus konflik ini. Jadikan lah media sosial tempat diskusi yang membangun dan tempat mengkampanyekan KeIndonesiaan. Dengan ini saya pemuda dan Anak Indonesia bangga dengan Kekayaan yang ada di Negeri ini dengan segala budayanya yang sudah mendarah daging. Mudah2n tulisan sederhana ini bisa menjadikan kita pemuda yang mencintai negeri ini dengan segala isinya. #KAMIMENOLAKPISAH

Fakultas Hukum, Universitas Bengkulu Ketua Komisariat IUSACT GMKI Bengkulu Tahun 2013-2104

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…