Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Kala Membayar SPP Via Gopay

Penyelamatan Manusia Modern dari Krisis Spiritualitas

Modernisme adalah faham tentang hal-hal yang bersifat modern. Sebagian orang beranggapan bahwa Islam dan modernisme adalah suatu kata yang tidak tepat untuk disandingkan. Menurut...

‘Milenialisasi’ Ekonomi

Belakangan ini, diksi milenial (millennial) terus bertebaran di berbagai tulisan. Media massa, buku, hasil riset, bahkan sampai tulisan whatsApp. Seolah gandrung, apalagi sekarang dibumbui...

Puasa, Mari Kendalikan Hasrat

Umat Islam di seluruh pelosok dunia kini tengah melaksanakan satu kewajiban yang bernilai  penuh dengan pahala, bahkan berlipat. Mereka diwajibkan oleh agama untuk berpuasa....

Jalan Panjang Kebenaran dan Rekonsiliasi di Aceh

Tepat tanggal 24 Oktober 2017 yang lalu, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh berusia satu tahun. Komisi ini dibentuk berdasarkan mandate qanun no 17...
Agustinus Felix
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya

Perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang secara pesat dan cepat, hal ini bisa dirasakan masyarakat sendiri secara langsung. Dalam perkembanganya tentu harus memberikan manfaat secara nyata kepada masyarakat.

Hadirnya perkembangan ini bisa kita rasakan manfaatnya seperti dapat menghemat waktu hingga membuka lapangan pekerjaan. Salah satu bentuk perkembangannya adalah hadirnya layanan jasa dalam bentuk aplikasi dalam hal ini dicontohkan adalah Gojek.

Di mana dalam penggunaan aplikasi ini pengguna dapat memesan jasa angkutan dari aplikasi Gojek melalui Smartphone tanpa harus mendatangii langsung tempat terminal ataupun pangkalan ojek.

Tidak hanya Jasa pengantaran bagi penggunanya, tetapi ada juga jasa untuk memesan makanan, jasa mengantarkan barang, serta baru-baru ini yang hangat dierbincangkan yakni pembayaran Uang Iuran sekolah atau SPP melalui Aplikasi Gojek via Gopay. Seperti diketahui Gopay adalah layanan pembayaran transaksi didalam aplikasi Gojek.

Pembayaran SPP melalui Gopay ini mencuat seiring Mantan Chief Executive Officer (CEO) Gojek, Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pemberitaan ini sempat viral di media online dan menjadi bahan jokes bagi siswa-siswi yang duduk di bangku sekolahan, bahwasanya nanti pembayaran iuran sekolah atau SPP bisa melalui Gopay.

Namun sepertinya jokes tersebut akan terealisasikan seiring pernyataan resmi dari Arno Tse selaku Senior Vice President Sales Gopay pada tanggal 17 Februari 2019. Ia menyatakan layanan ini nantinya akan mempermudah lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah untuk menghasilkan pencatatan Iuran Sekolah secara jelas, dan diiringi pembayaran yang tertata dan rapi.

Arno berharap Layanan ini juga dapat berkoordinasi dengan lebih banyak Instansi Pendidikan untuk menerapkan pembayaran secara digital. Hal ini merupakan sebagai salah satu dampak dari Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tentu layanan ini harus berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku serta terus berkoordinasi dengan kementrian yang terkait dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Layanan ini tidak berdasarkan konflik kepentingan karena seperti kita ketahui menteri yang membawahi pendidikan ini merupakan mantan petinggi dari Gojek itu Sendiri. Melainkan inovasi di bidang pendidikan ini hadir untuk memudahkan pihak sekolah dan masyarakat,

Untuk masyarakat inovasi ini bermanfaat karena tidak perlu menyisihkan waktu ke sekolah untuk membayar iuran sekolah, pembayaran bisa dilakukan kapan dan di mana saja.

Di sisi sekolah hal ini bisa menekan angka kebocoran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah ke sekolah secara langsung melalui pembayaran elektronik.

Yang menjadi catatan adalah, SPP melalui Gopay ini tidak memonopoli dan tetap membuka kesempatan bagi pihak swasta yang lainya untuk menerapkan layanan yang sama dan juga tidak memaksa harus melakukan pembayaran melalui Gopay.

Agustinus Felix
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

Potret Seorang Feodal Tua sebagai Seniman Serba Bisa

Pada zaman dahulu kala, ketika revolusi tidak ada lagi, Goenawan Mohamad pernah mengibaratkan dirinya, dengan heroisme penyair muda, sebagai Malin Kundang. Tapi kini, Malin...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.