Sabtu, Desember 5, 2020

Kala Membayar SPP Via Gopay

Beban 100 Juru Bicara Tim Pemenangan Koalisi Jokowi-Ma’ruf

Ingat, sebelum memikul atau menerima sebuah amanah harus mengerti dan faham akan tugas dan kewenangan, beserta tanggungjawab dari amanah yang akan diamanahkan kepada dirinya. Banyak...

Refleksi Indonesia Sebagai Negara Maritim

REFLEKSI INDONESIA SEBAGAI NEGARA MARITIMOleh : Fahrulraz M. FarukSecara historis,  Indonesia dan maritim memang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Negeri ini sudah sejak...

Melampaui Hasrat dan Filsafat

Banyak orang yang alergi mendengar kata: filsafat. Kita alergi pada sesuatu yang belum kita ketahui. Filsafat adalah sebuah kata yang sulit dipahami. Setiap filsuf...

Antara Machiavelli DPR Hingga Produk Legislasi

Dikisahkan pada abad pencerahan lahir seorang pemikir sekaligus filsuf yang fenomenal dan kontroversial, dia adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527). Salah satu magnum opusnya yang banyak...
Agustinus Felix
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya

Perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang secara pesat dan cepat, hal ini bisa dirasakan masyarakat sendiri secara langsung. Dalam perkembanganya tentu harus memberikan manfaat secara nyata kepada masyarakat.

Hadirnya perkembangan ini bisa kita rasakan manfaatnya seperti dapat menghemat waktu hingga membuka lapangan pekerjaan. Salah satu bentuk perkembangannya adalah hadirnya layanan jasa dalam bentuk aplikasi dalam hal ini dicontohkan adalah Gojek.

Di mana dalam penggunaan aplikasi ini pengguna dapat memesan jasa angkutan dari aplikasi Gojek melalui Smartphone tanpa harus mendatangii langsung tempat terminal ataupun pangkalan ojek.

Tidak hanya Jasa pengantaran bagi penggunanya, tetapi ada juga jasa untuk memesan makanan, jasa mengantarkan barang, serta baru-baru ini yang hangat dierbincangkan yakni pembayaran Uang Iuran sekolah atau SPP melalui Aplikasi Gojek via Gopay. Seperti diketahui Gopay adalah layanan pembayaran transaksi didalam aplikasi Gojek.

Pembayaran SPP melalui Gopay ini mencuat seiring Mantan Chief Executive Officer (CEO) Gojek, Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pemberitaan ini sempat viral di media online dan menjadi bahan jokes bagi siswa-siswi yang duduk di bangku sekolahan, bahwasanya nanti pembayaran iuran sekolah atau SPP bisa melalui Gopay.

Namun sepertinya jokes tersebut akan terealisasikan seiring pernyataan resmi dari Arno Tse selaku Senior Vice President Sales Gopay pada tanggal 17 Februari 2019. Ia menyatakan layanan ini nantinya akan mempermudah lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah untuk menghasilkan pencatatan Iuran Sekolah secara jelas, dan diiringi pembayaran yang tertata dan rapi.

Arno berharap Layanan ini juga dapat berkoordinasi dengan lebih banyak Instansi Pendidikan untuk menerapkan pembayaran secara digital. Hal ini merupakan sebagai salah satu dampak dari Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tentu layanan ini harus berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku serta terus berkoordinasi dengan kementrian yang terkait dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Layanan ini tidak berdasarkan konflik kepentingan karena seperti kita ketahui menteri yang membawahi pendidikan ini merupakan mantan petinggi dari Gojek itu Sendiri. Melainkan inovasi di bidang pendidikan ini hadir untuk memudahkan pihak sekolah dan masyarakat,

Untuk masyarakat inovasi ini bermanfaat karena tidak perlu menyisihkan waktu ke sekolah untuk membayar iuran sekolah, pembayaran bisa dilakukan kapan dan di mana saja.

Di sisi sekolah hal ini bisa menekan angka kebocoran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah ke sekolah secara langsung melalui pembayaran elektronik.

Yang menjadi catatan adalah, SPP melalui Gopay ini tidak memonopoli dan tetap membuka kesempatan bagi pihak swasta yang lainya untuk menerapkan layanan yang sama dan juga tidak memaksa harus melakukan pembayaran melalui Gopay.

Agustinus Felix
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nasib Petani Sawit Kalau Premium Dihapus

What? Chaos macam apa lagi ini? Itu pikiran saya saat beberapa bulan lalu terdengar kabar dari radio bahwa ada rencana pemerintah untuk menghapus bahan bakar...

Islam Kosmopolitan

Diskursus tentang keislaman tidak akan pernah berhenti untuk dikaji dan habis untuk digali. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada titik terang. Justru, keterkaitan Islam...

Kerusakan Lingkungan Kita yang Mencemaskan

Menurut data dari BPS, pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 146.858.759 unit, jumlah tersebut meliputi mobil pribadi, mobil barang, bis dan...

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Yesus, Tuhan Kaum Muslim Juga? [Refleksi Natal dari Seorang Mukmin]

Setiap menjelang perayaan Natal, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang boleh tidaknya kaum Muslim mengucapkan selamat Natal menjadi perbincangan. Baru-baru ini MUI kembali menambah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Nasib Petani Sawit Kalau Premium Dihapus

What? Chaos macam apa lagi ini? Itu pikiran saya saat beberapa bulan lalu terdengar kabar dari radio bahwa ada rencana pemerintah untuk menghapus bahan bakar...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.