OUR NETWORK

Kabut Asap di Banjarmasin

Masyarakat Indonesia diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara memahami dampaknya terhadap kesehatan.

Oksigen merupakan sumber kehidupan makhluk di dunia. Khususnya manusia yang memerlukan oksigen agar dapat memproses metabolisme dalam tubuh. Akan tetapi, saat ini oksigen yang tersebar didalam udara sudah mulai tercemar disebabkan mulai maraknya pembakaran hutan dan lahan yang menyebar didaerah Banjarmasin terjadi karena ada oknum-oknum yamg tidak bertanggungjawab secara sengaja membakar lahan dengan alasan keperluan membuka lahan pertanian.

Kualitas udara khususnya didaerah Banjarmasin semakin memburuk dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan sengaja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kondisi udara di Banjarmasin sebenarnya masih dalam kategori sedang dibandingkan dengan daerah Riau. Pembakaran hutan menjadi penyebab utama buruknya kondisi udara yang ada. Dampak negatif yang dirasakan masyarakat tidak hanya pada aspek kesehatan, tapi juga berbagai aspek dalam kehidupan menjadi terganggu karena adanya kabut asap

Kabut asap yang dihasilkan dari pembakaran hutan  berakibat buruk bagi interaksi bermasyarakat. Aktivitas warga menjadi terhambat karena jarak pandang yang sangat dekat di jalan dan tidak memungkinkan untuk melihat jarak jauh sehingga masyarakat sulit untuk pergi bekerja, sekolah, pasar dll.

Dengan adanya kabut asap, ibu-ibu desa yang biasanya berkumpul di teras-teras rumah untuk bercengkrama dengan tetangga kini jarang terlihat, karena mereka lebih memilih berdiam diri di rumah karena takut akan bahaya kabut asap. Masyarakat khususnya ibu-ibu juga harus berkali-kali membersihkan lantai rumahnya akibat debu-debu yang dihasilkan dari pembakaran hutan (kalalatu dalam bahasa Banjar), pakaian dan jemuran juga harus disimpan dirumah agar tidak terpapar kabut asap.

Anak-anak yang biasanya bermain di lapangan atau halaman-halaman rumah kini juga jarang terlihat, orang tua mereka melarang untuk keluar rumah karena kabut asap yang dapat membahayakan sistem pernafasan mereka. Para pekerjapun juga merasakan dampak buruk kabut asap, mereka harus berangkat lebih awal untuk menghindari keterlambatan, karena kabut asap yang tebal mengharuskan setiap pengendara mengemudi dengan kecepatan yang lebih lambat dari biasanya.

Bagi kaum milenial dampak yang tampak terasa misalnya pada hari minggu di jalanan kota, biasanya banyak muda-mudi yang memenuhi jalanan kota untuk melakukan lari pagi (jogging) , tapi saat adanya kabut asap, banyak dari mereka dengan terpaksa lari sambil menggunakan masker dan bahkan ada yang tidak melakukan lari pagi lagi.

Melihat situasi itu, banyak kaum remaja terutama mahasiswa yang menyuarakan pendapatnya tentang bahaya kabut asap melalui demo untuk menuntut agar pemerintah segera turun tangan dalam menanggulangi permasalahan kabut asap yang semakin hari semakin tebal.

Kabut asap dapat menghambat proses pendidikan karena banyak sekolah-sekolah yang harus melaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan masker sehingga dapat menggagu pembelajaran karena guru tidak leluasa dalam menyampaikan materi ajar pada siswa, bahkan banyak sekolah-sekolah yang harus diliburkan demi mengantisipasi adanya penyakit yang ditimbulkan dari kabut asap bagi peserta didik seperti asma, sakit tenggorokan, batuk dan mata merah.

Akibatnya banyak materi ajar yang ketinggalan bahkan sampai tidak sempat diajarkan. Dalam ilmu kesehatan, kabut asap dapat menimbulkan berbagai penyakit pernafasan, apalagi bagi remaja dan anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia, tapi dengan banyaknya pembakaran hutan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menyebabkan hutan-hutan menjadi gundul dan membawa dampak buruk bagi kehidupan, bukan hanya kehidupan manusia tapi juga kehidupan flora dan fauna di Indonesia.

Kabut asap sangat berbahaya bagi alam semesta, karena dapat menyebabkan banyak hutan-hutan yang menjadi habibat-habitat hewan langka menjadi rusak, sehingga binatang-binatang langka tersebut juga ikut mati karena kehilangan habitat aslinya bahkan ada yang ikut terpanggang saat pembakaran hutan. Tumbuhan-tumbuhan seharusnya memberikan udara sejuk untuk pernafasan manusia, tapi karena pembakaran hutan, pohon-pohon itu brubah menjadi kumpulan asap tebal yang justru membahayakan pernafasan manusia.

Kabut asap juga berpengaruh pada kegiatan beragama masyarakat, Misalnya saat kabut asap tebal, masyarakat yang biasanya melakukan shalat subuh berjamaah di Mesjid kini mulai berkurang, karena hari yang mash gelap, ditambah dengan kabut asap membuat jarak penglihatan beberapa meter saja. Pengajian-pengajian rutin yang biasanya dipenuhi jamaah, kini setelah kabut asap merajalela berkurang jamaahnya karena banyak yang lebih memilih hanya menontonnya ditelevisi, radio, atau bahkan di youtube saja.

Masyarakat Indonesia diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara memahami dampaknya terhadap kesehatan. Terutama dalam masalah pembakaran hutan yang dapat mengakibatkan kabut asap dan membahyakan kesehatan masyarakat. Perlu  diadakan penyuluhan oleh pemerintah atau badan kesehatan sekitar terhadap masalah kabut asap dan bahayanya bagi masyarakat agar tidak banyak warga yang terkena dampak negatinta dan dapat menaggulangi pencemaran udara dia daerah Kota Banjarmasin.

Penggemar game

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…