OUR NETWORK

Jangan Abaikan Ranah Minang

Perolehan suara Prabowo di Sumbar tidak berbeda jauh dengan perolehan suara Prabowo ketika pilpres 2014 yang lalu

Beberapa hari terakhir selepas pilpres jagad media sosial ramai dengan hastag boikot nasi Padang sebagai bentuk protes para pendukungnya Jokowi terhadap kekalahan telak suara Jokowi yang berasal dari Sumbar.

Kita semua tahu bahwa pada pilpres 17 April lalu Sumbar memenangkan Prabowo dengan perolehan 87% suara yang jika diteliti lebih jauh, perolehan suara Prabowo di Sumbar tidak berbeda jauh dengan perolehan suara Prabowo ketika pilpres 2014 yang lalu.

Ada pertanyaan, kenapa orang Minang lebih memilih Prabowo ketimbang Jokowi pada pilpres kali ini? Apakah orang Minang lupa bahwa selama periode 2014-2019 sebagai Presiden beliau tidak membangun ranah minang?

Apa kelebihan Prabowo, dan apa yang telah dilakukan seorang Prabowo di ranah minang sehingga orang minang tetap memilih Prabowo pada pilpres 2019? Ini pertanyaan-pertanyaan mendasar dan pekerjaan rumah yang sebaik dikaji ulang oleh Presiden terpilih 2019 untuk menentukan langkah konkrit pembangunan yang berkesinambungan dari sabang sampai merauke.

Tentu hal itu, tanpa memikirkan daerah mana yang menjadi basis suara kemenangan dan daerah mana yang bukan basis suara kemenangan pada pilpres 2019.

Sudah rahasia politik umum bahwa dimana pada suatu daerah menjadi basis kemenangan, pada daerah itu pula pembangunan akan dititik beratkan atau difokuskan. Sementara di Sumbar Jokowi kalah telak, dan apakah Jokowi akan fokus membangun Minang?

Hal sebaliknya jika Prabowo menjadi presiden, apakah Prabowo akan fokus membangun Bali/NTT yang notabene mayoritas suara penduduknya menjatuhkan pilihan pada Jokowi?

Sebagian orang berpendapat bahwa jika Jokowi terpilih menjadi presiden 2019, kemungkinan besar ranah Minang akan sulit mendapatkan fasilitas pembangunan sebab bahkan di periode terakhir Jokowi memimpin pun orang Minang tak kunjung mendukung Jokowi.

Sebagian lagi berpendapat bahwa karakter Jokowi tidaklah demikian. Jokowi disisa kepemimpinan beliau pada periode terakhir akan memfokuskan diri pada pembangunan SDM yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Semoga tulisan ini dapat menjangkau para elit politik negeri ini untuk melihat lebih jeli apa sebenarnya yang menjadi keinginan orang Minang sehingga tidak ada lagi pertanyaan pertanyaan skeptis juga pesimis akan adanya pembangunan yang merata atau tidak berdasarkan dukungan pada figur-figur politisi yang sedang dan akan memimpin atau yang akan berkontestasi dalam meraih kepemimpinan di Indonesia yang kita cintai bersama.

Saya orang Timor, hitam, keriting dan ya begitulah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…