Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Jakob Oetama, Sang Wartapreneur yang Rendah Hati

Polemik NKRI: Bersyariah atau Pancasila?

Perbedaan pendapat dan gagasan mengenai sistem pemerintahan Indonesia bukanlah hal yang baru. Sebagai negara dengan usianya yang telah mencapai 73 tahun, Indonesia diperhadapkan dengan...

Kita Perlu Belajar dari Tragedi Bom Atom Hiroshima (Bagian 2)

Pada tanggal 25 Februari, satu minggu sebelum kasus positif corona pertama di Indonesia, pemerintah menerbitkan stimulus ekonomi jilid I dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp10,3...

Perppu Ormas dalam Negara Demokrasi

Kita pernah ada di suatu zaman dimana negara dikendalikan Pemerintahan yang terkenal otoriter. Ketika itu tidak banyak orang yang berani menolak, melawan atau menggugat...

Cacat Makna Gaji Ke 13 dan 14 Aparatur Sipil Negara

Gaji adalah kompensasi dasar berupa honorarium sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab jabatan dan resiko pekerjaan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Selain diatur dalam Undang-Undang...
Afriyanto Sikumbang
Penulis, mantan wartawan, alumnus FE Unila.

Indonesia kehilangan satu lagi putra terbaik bangsa. Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia, berpulang pada hari Rabu, 9 September 2020 di Jakarta dalam usia 88 tahun.

Pak JO, begitu beliau biasa disapa oleh karyawan Kompas Gramedia, adalah sosok yang rendah hati, ramah, santun, penuh integritas, jujur, dan sangat menghargai perbedaan. Beliau adalah wartawan sejati yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Beliau juga tidak suka dengan politik. Seumur hidupnya, Pak JO hanya sekali menjadi anggota MPR. Beliau tidak pernah menjadi anggota Dewan, tidak pernah menjadi menteri, tidak pernah menjadi dirut BUMN. Padahal jika mau, mungkin jabatan-jabatan tersebut dapat dengan mudah diraihnya. Beliau benar-benar konsisten di bidang jurnalistik.

Pak JO adalah satu dari sedikit wartawan yang berhasil membangun kerajaan media mulai dari nol. Dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun permodalan, berliau bersama dengan P.K. Ojong secara perlahan tapi pasti mampu mengembangkan Kompas Gramedia hingga menjadi besar seperti sekarang ini.

Kebanyakan bisnis media massa dibangun oleh pengusaha non-media yang menggandeng wartawan sebagai pelaksananya. Namun tidak demikian dengan Pak JO. Kompas sepenuhnya dibangun dan dibesarkan oleh wartawan.

Di samping kompetensinya sebagai wartawan, Pak JO punya talenta lain yaitu punya jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship. Makanya, saya menyebut Pak JO sebagai Wartapreneur, yaitu wartawan entrepreneur, wartawan yang punya naluri kewirausahaan. Tanpa jiwa entrepreneur, tidak mungkin beliau mampu mengembangkan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) menjadi besar seperti sekarang ini.

Beliau jeli dalam menyinergikan lini usaha yang saling mendukung satu sama lain. KKG kini telah memiliki jaringan bisnis mulai dari media massa (koran, tabloid, majalah, stasiun televisi), penerbitan buku, percetakan, hingga jaringan toko buku.

Tak puas dengan sinergitas usaha, beliau pun melakukan diversifikasi usaha ke bidang lain yang tidak ada hubungannya dengan media massa. Beliau kemudian terjun ke bisnis properti dengan membangun Hotel Santika dan Hotel Amaris, serta bidang pendidikan dengan mendirikan Universitas Multimedia Nusantara.

Ada sejumlah alasan mengapa Pak JO melakukan diversifikasi usaha. Pertama, ingin mendapatkan penghasilan lain yang boleh jadi lebih besar dari penghasilan di bisnis utama. Kedua, sebagai antisipasi jika Kompas kena bredel. Di era Orde Baru, nasib media massa sangat rentan. Ia bisa dibredel kapan saja oleh penguasaan saat itu. Ketiga, mengikuti perkembangan zaman, dengan membangun bisnis yang prospektif.

Pak JO adalah sosok yang humanis. Beliau bisa berkawan dengan siapa saja, tanpa pandang bulu. Koleganya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga pengusaha, birokrat, pejabat, akademisi, budayawan, dan pemuka agama. Sebagai orang yang menghargai perbedaan, Pak JO punya teman yang beda dengan dirinya, beda golongan, beda agama, beda aliran politik, beda suku.

Dalam siaran khusus Kompas TV kemarin, ditampilkan sejumlah ungkapan Pak JO yang sangat inspiratif. Ada satu ungkapan yang menarik perhatian saya. Ungkapan tersebut berbunyi “Tidak merasa miskin di hadapan orang kaya, tidak merasa kaya di hadapan orang miskin.” Ungkapan tersebut sangat dalam maknanya. Beliau menganggap dirinya sama dengan orang lain. Beliau rendah hati dan tidak membeda-bedakan orang.

Pak JO telah tiada. Namun pemikiran, legacy, dan budi baiknya akan tetap berbekas dan selalu dikenang orang. Sudah saatnya estafeta kepemimpinan KKG dilanjutkan oleh putranya yaitu Lilik Oetama. Selamat jalan Pak Jakob Oetama. Semoga engkau mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Afriyanto Sikumbang
Penulis, mantan wartawan, alumnus FE Unila.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.