Rabu, Januari 20, 2021

Investasi dan Perimbangan Manfaatnya di Daerah

Menjadi Millenial yang Berisik

Ketika Revolusi Prancis abad ke-18 berakhir, salah satu kebaruan berpolitik di Prancis adalah lahirnya istilah kelompok; “sayap kiri”, “sayap tengah” dan “sayap kanan” sebagai...

Siapkah Indonesia Menghadapi Pasar Bebas APEC?

Asia-Pasific Economic Coorperation atau di singkat APEC merupakan bentuk kerjasama ekonomi antara negara-negara kawasan Asia Pasifik yang berjumlah 21 negara. APEC pertama kali berdiri...

Manifesto Cendekiawan Berpribadi

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PK IMM FKIP UHAMKA) bekerja sama dengan LPP AIKA UHAMKA menggelar launching buku dan...

Al-Qur’an dan Tantangan Modernitas*

Hingga detik ini, kita tentu merasakan zaman yang kian berkembang dan selalu menawarkan tantangan modernitas yang begitu kompleks. Begitupun buah hasil dari modernitas seperti...
Avatar
Edi Supriadi
PhD Candidate dalam bidang Public Management dari School of Government, Universiti Utara Malaysia dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kabupaten Bekasi

Pemerintah terus berupaya membuat kebijakan strategis untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif. Upaya ini salah satunya bertujuan agar pelaku industri yang sudah ada di Indonesia lebih aktif melakukan ekspansi dan dapat menarik banyak investor baru.

Guna menjaga keberlangsungan investasi, khususnya sektor industri, langkah pemerintah yang telah dijalankan antara lain memberikan kemudahan perizinan usaha, menjaga ketersediaa bahan baku, serta menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Diharapkan, dengan kemudahan untuk berinvestasi itu bisa menjadi multiplier effect terhadap aktivitas industrialisasi, terutama terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja. Hal ini mendorong terciptanya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, itulah inti sambutan yang saya sampaikan dalam “Refleksi Akhir Tahun 2019 Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah” di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, 30 Desember 2019.

Banyak nilai-nilai positif dari investasi dan investasi asing ke dalam negeri di Indonesia dan secara khusus di Kabupaten Bekasi. Dalam hasil penelitian yang dibuat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bekasi selama tahun 2019 ditemukan beberapa dampak negatif dari adanya investasi.

Pertama, terbengkalainya sektor pertanian. Investasi asing banyak dilakukan di sektor industri. Hal ini berarti banyak tenaga kerja yang tersedot ke dalam sektor tersebut. Keberadaan industri yang lebih menjanjikan secara pendapatan, mendorong banyak tenaga kerja beralih ke sektor industri. Akibatnya, kegiatan di sektor-sektor penunjang industri menjadi terbengkalai. Akhirnya sektor-sektor non industri mengalami kekurangan tenaga kerja.

Kedua, kerusakan lingkungan. Salah satu komponen yang akan muncul dalam kegiatan industri adalah pencemaran lingkungan. Pencemaran ini dapat berupa limbah maupun pencemaran udara. Makin banyak perusahaan industri, makin meningkatkan produksi limbah. Limbah yang tidak dikelola dengan baik akan merusak lingkungan.

Misalnya, terjadinya polusi udara, pencemaran tanah, dan pencemaran sungai. Pencemaran pada lingkungan bisa mengganggu kesehatan manusia, serta kehidupan hewan dan tumbuhan. Mak dari itu perlu ditegakkan aturan yang jelas mengenai pengelolaan limbah industri.

Keempat, berkurangnya lahan produktif. Dampak negatif lain dari berkembangnya kawasan industri adalah berkurangnya lahan produktif. Areal yang dapat digunakan sebagai lahan produktif seperti untuk usaha pertanian akan habis karena dimanfaatkan untuk mendirikan pabrik. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya tenaga kerja di bidang pertanian.

Makin banyak tenaga kerja yang tersedot di sektor industri, menyebabkan berkurangnya tenaga kerja pertanian. Pada saat tidak ada lagi tenaga kerja di bidang pertanian, maka pemilik lahan lebih memilih mengalokasikan lahan untuk kepentingan industri.

Eksplorasi sumber daya alam secara berlebihan. Beberapa perusahaan asing melakukan eksplorasi sumber daya alam secara berlebihan. Akibatnya sumber daya alam di Kabupaten Bekasi dan secara lebih luas di Indonesia akan habis atau rusak.

Kelima, hasil usaha lebih banyak dibawa ke negara asalnya. Dalam beberapa investasi asing memberikan keuntungan yang lebih besar kepada penanam modal. Hasil usaha penanaman modal asing banyak yang dibawa ke negara investor. Untuk itulah pemerintah perlu mempertimbangkan faktor keuntungan dan kerugian secara cermat.

Dan terakhir, retaknya kohesivitas sosial dan kebudayaan masyarakat lokal. Disebabkan pergeseran ekonomi industrial yang massive dan banyaknya pendatang asing juga memberikan kontribusi bagi persoalan sosial dan kebudayaan.

Oleh karena itu, diperlukan penanganan dan terbososan berupa social engineering dalam menangani banyaknya investasi di daerah agar memberikan perimbangan manfaat kepada masyarakat lokal dan investor.

Avatar
Edi Supriadi
PhD Candidate dalam bidang Public Management dari School of Government, Universiti Utara Malaysia dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kabupaten Bekasi
Berita sebelumnyaIhwal Dinasti Politik
Berita berikutnyaMenyapa Nadiem Makarim
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.