OUR NETWORK

Ingat, 2018 Tahun Politik Bukan ‘Jomblo’

Betul apa kata pepatah,”waktu itu bagaikan pedang”, jika kita tidak bisa memanfaatkannya kita akan terbunuh oleh waktu yang setiap saat silih berganti. Maafkanlah diri ku.

Hari-hari yang kita lalui saat ini memang begitu cepat, tidak terasa waktu terus berganti dimulai Senin, diakhiri Minggu, dimulai lagi Senin. Rasa-rasanya cepat sekali, bagaikan kedipan mata tak terasa terus berkedip.

Kalau setia hari saya berpikir “waktu” bisa jadi saya akan galau sekali, karena target “07-15-2017” itu sudah berlalu tidak sesuai dengan harapan hati yang selalu menanti. Jawabannya, entah karena belum dipancegkeun atau mungkin Tuhan sedang membimbing mempersiapkan yang terbaik, untuk agama ku, orang tua ku, diri ku dan lingkungan ku.

Resah dan gelisah, bimbang tanpa arah memang tengah menyelimuti hati dan pikiran ini. Sekarang sudah memasuki September 2017, untuk menuju Tahun baru 2018 tinggal menghitung bulan sedangkan target yang telah ditentukan sudah tidak bisa terulang.

Padahal tahap tidak lama lagi segera dimulai, namun hingga kini belum ada kepastian. Tapi saya terus bersabar menjalani segala ikhtiar yang tengah dilakukan.

Tahapan yang dilakukan pun, bukan hanya menunggu tapi dengan ikhtiar kecil-kecil yang belum maksimal. Sisanya banyakin doa dan tawaqal. Insyallah ada mandat pasti yang datang menghampiri, walau kadang lelah tapi harus semangat.

Kegalauan saya ini, mungkin dirasakan pula oleh Megawati (Ketum DPP PDIP), Setya Novanto (Ketum Golkar), Prabowo (Ketum Gerindra) serta yang lainnya.

Semenjak Pilgub DKI Jakarta, arah koalisi partai terlihat masih galau dan terlihat hati-hati untuk menentukan koalisi dan memilih calon Gubernur Jawa Barat, terutama koalisi partai penguasa yang kalah telak dengan rivalnya.

Ke hati-hatian ini bisa dibilang cukup wajar. Jika salah langkah menentukan arah koalisi partai dan calon, galaulah sekali. Karena Jawa Barat ini memang target operasi dan lumbung suara terbesar, jumlah pemilihnya kira-kira mencapai 30 juta orang. Katanya sih, jika dibandingkan jumlah penduduk Australi atau Singapur, jumlahnya masih lebih banyak penduduk Jawa Barat. Maka wajar saja, para calon yang sudah muncul diminta untuk bersabar dulu. Kami oge lieur keneh he he.

Mengutif ungkapan pengamat, lupa lagi namanya”kalau Pilgub DKI, Pilgub rasa Pilpres. Di Jawa Barat, Pilpres rasa Pilgub, he he”

Jika menghitung tahapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang waktunya sudah mepet banget. Ya mau bagaimana lagi, pasrah saja, sampeyan semuannya.

Mengutif dari berbagai sumber, Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 akan digelar serentak di 171 daerah di Indonesia. Pilkada ini diikuti 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota.

Ketentuan tentang tahapan itu tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada tahun 2018. Dalam peraturan itu, pemungutan suara digelar serentak pada 27 Juni 2018.

Sementara tahap awal akan dimulai pada Oktober bulan depan, seperti apa yang disampaikan Ketua KPU Arief Budiman, Kalau tidak ada perubahan yang signifikan maka kita akan mulai bulan Oktober.

Ya sudahlah, dari pada galau-galau teuing mikirin bentar lagi 2018, karena sementara ini masih sendiri alias jomblo. Lebih baik berdoa dan ikhtiar, biar hasilnya Tuhan yang menentukan. Cag!

Penulis bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, bisa jadi enggak penting bagi pembaca.

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…