Banner Uhamka
Kamis, September 24, 2020
Banner Uhamka

Indonesia di Organisasi Internasional

Identitas Mahasiswa

Mahasiswa adalah orang yang belajar di suatu Universitas, Institute, ataupun Akademi. Sedangkan menurut KBBI mahasiswa adalah seseorang yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Beberapa...

Semoga UKP Pancasila Bisa Membina Ideologi Lembaga Negara

Presiden Jokowi, melalui Perpres No 54 Tahun 2017 telah resmi membentuk UKP Pancasila. Sebagai lembaga non struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab...

Kesepakatan Damai Taliban-Afghanistan

Perundingan dalam rangka menemukan jalan damai antara Taliban dan Afghanistan berlangsung, kemarin, (12/9), di Doha, Qatar. Pertemuan tersebut diadakan untuk membahas mengenai konflik kedua...

Budaya Poligami dan Kesakinahan yang Dikesampingkan

 Dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan terdapat sebuah asas dimana seorang suami diberi hak untuk menikahi satu orang istri saja dan begitupun...
Fajar Ramadhitya Putera
Farmasis dan penulis.

Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 mengamanatkan Indonesia untuk turut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang diwujudkan antara lain dalam bentuk partisipasi aktif di organisasi internasional.

Organisasi internasional adalah organisasi atau forum antar pemerintah atau non-pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama internasional dan dibentuk dengan aturan tertentu atau kesepakatan bersama. Melalui organisasi internasional, Indonesia telah berperan antara lain dalam proses mediasi berbagai konflik.

Organisasi Internasional (OI) ada yang bersifat regional seperti ASEAN, ada yang bersifat afiliasi keagamaan seperti OKI (Organisasi Kerja Sama Islam). Selain itu ada juga yang seperti MIKTA, suatu kerja sama inovatif antara negara-negara dengan ekonomi berkembang yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.

Data Kementerian Luar Negeri tahun 2015, mencatat bahwa terdapat sekitar 2.100 orang Indonesia yang bekerja di organisasi internasional. Jumlah ini tersebar sebanyak 80 orang di PBB (dari sekitar 44 ribu staf di PBB), 232 orang di OI di luar negeri dan 1.860 orang di OI di Indonesia. Rasio WNI di badan energi atom dunia, IAEA sebesar 0,39 %, yakni 10 orang dari sekitar 2.500 orang, sementara rasio WNI di organisasi perdagangan dunia, WTO 0%.

Jumlah ini tentu relatif kecil bila dibandingkan dengan negara ASEAN lain seperti Filipina yang dengan 99 juta penduduknya telah menempatkan sebanyak 800 orang di OI. Bahkan Bangladesh, telah terdapat 121 orang di OI, dari 164 juta penduduknya.

Tidak sedikit orang Indonesia yang dipercaya pada jabatan strategis di organisasi internasional dalam berbagai bidang. Di bidang ekonomi ada Sri Mulyani Indrawati yang pernah dipercaya menjadi World Bank’s Managing Director. Di bidang sosial politik ada Marzuki Darusman yang menjadi direktur pendiri Human Rights Resource Centre for ASEAN (HRRCA). Di bidang agama ada Salim Segaf Aljufri yang dipercaya sebagai wakil ketua International Union of Muslim Scholar. Di bidang pangan ada Purwiyatno Hariyadi yang menjabat Vice Chair Codex Alimentarius Commission (CAC) 2017-2019.

Keanggotaan Indonesia pada lebih dari 200 OI seperti UNESCO, UNICEF, IAEA, dan sebagainya perlu dimanfaatkan dalam bentuk berbagai peluang kerja bagi WNI. Harapannya, kepentingan-kepentingan Indonesia akan lebih terwakili di dunia internasional.

Indonesia=Aquaman?

Dalam film Aquaman, sang tokoh utama Arthur Curry dikisahkan memiliki ibu yang berasal dari Atlantis. Legenda Atlantis muncul dalam berbagai karya fiksi, namun selain itu muncul pula berbagai kisah yang membahas lokasi Atlantis. Salah satu teori itu merujuk pada Indonesia.

Terlepas dari klaim tersebut, dalam konteks kondisi Indonesia di OI, terdapat kemiripan dengan kisah Aquaman. Aquaman digambarkan seperti orang kebanyakan (ia bahkan tidak pernah dianggap ada oleh kampung halamannya). Rambut gondrong, bertato, lengkap dengan bau badan yang tak sedap. Sama sekali tidak layak menjadi raja apabila penampilannya dilihat secara sepintas lalu.

Namun kemudian, Arthur berhasil menemukan kembali trisula legenda yang hilang. Trisula tersebut membuatnya mampu berkomunikasi dengan para penghuni lautan dan kemudian merebut kembali tahta kerajaan bawah laut.

WNI yang berminat meniti karir sebagai pegawai internasional di OI seperti PBB dapat melalui skema rekrutmen seperti United Nations Young Professionals Programme. Salah satu persyaratan yang diminta biasanya terkait kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris atau Perancis.

Secara alami, bangsa Indonesia adalah bangsa poliglot yang terbiasa dengan lebih dari satu bahasa. Jamak menjumpai orang Indonesia yang berbicara dalam sedikitnya dua bahasa, bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Sejatinya itu adalah.modal utama untuk berinteraksi dan menjalin jejaring dalam organisasi internasional. Boleh jadi, itulah trisula legenda bagi bangsa Indonesia.

Mungkin ada sebagian bangsa Indonesia yang merasa seperti Arthur. Lebih nyaman untuk menjadi orang biasa, tanpa perlu menjadi raja. Namun terkadang ada hal-hal yang mengharuskan orang biasa itu untuk menjemput takdirnya. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sudah selayaknya berkontribusi besar.

Referensi:

  • Republik Indonesia, Undang‐undang Dasar 1945
  • Forcang 19: Peningkatan Peran Indonesia Di Dunia Global. https://www.youtube.com/watch?v=I6Lvd8H4pVw
  • http://blogs.worldbank.org/team/sri-mulyani-indrawati
  • http://www.icomdp.org/commission/marzuki-darusman/
  • http://www.fao.org/fao-who-codexalimentarius/roster/detail/en/c/1025316/
  • http://un.or.id/ypp
  • https://www.aquamanmovie.com/

Fajar Ramadhitya Putera
Farmasis dan penulis.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

Potret Seorang Feodal Tua sebagai Seniman Serba Bisa

Pada zaman dahulu kala, ketika revolusi tidak ada lagi, Goenawan Mohamad pernah mengibaratkan dirinya, dengan heroisme penyair muda, sebagai Malin Kundang. Tapi kini, Malin...

Menilik Komunikasi Publik Tokoh Politik

Komunikasi merupakan sarana yang memiliki signifikansi tinggi dalam mengkonstruksikan sebuah interaksi sosial. Hal ini dikarenakan melalui jalinan komunikasi, seseorang akan mengaktualisasikan suatu konsepsi diri...

Seharusnya Marx Menjadi PNS!

Duduk dan berbincang dengan teman-teman di warung kopi, tak lepas dengan sebatang rokok, saya bersama teman-teman lain kerap kali membicarakan dan mengolok-olok pelamar Calon...

Hubungan Hukum Agama dan Hukum Adat di Masa Kolonial

Dalam rangka memahami sistem sosial dan nilai-nilai yang berada di masyarakat, pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk mengangkat seseorang penasihat untuk membantu mereka dalam mengetahui...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.