Selasa, Maret 9, 2021

Iklan, Budaya Massa dan Konsumen Kreatif

Fenomena Kekerasan terhadap Perempuan dan Filantropi Bernegara

Fenomena kekerasan terhadap perempuan, sepertinya tak lekang oleh zaman. Hal ini dahulu juga dialami oleh perempuan keturunan bangsawan  abad ke 19, seperti Raden Ayu...

Konfrontasi Laut China Selatan dan Taktik Perang Paul Van Riper

Laut china selatan sedang menjadi konflik dibeberapa negara, ada sekitar enam negara memperebutkan wilayah laut china selatan, seperti China, Taiwan, Brunei, Filipina, Vietnam dan...

Ketika Urang Banjar Bertemu Wong Jowo

Indonesia dianugerahi kekayaan budaya yang tak terbendung, terbentang dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan budaya ini juga melahirkan kekayaan bahasa yang sangat berharga. Hal ini...

Pandemi bagi Kami, Pedagang Kecil

Virus corona, adalah dua kata yang terasa tak asing lagi bagi setiap indera manusia. Telinga yang selalu mendengar kabar yang tidak seimbang antara kematian...
Murdianto An Nawie
Dosen Program Pascasarjana IAI Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Salah satu cara menjaga citra suatu produk baik dalam bentuk barang dan jasa adalah iklan. Suatu siasat untuk membuat produk tersebut hadir dalam memori calon konsumen, mulai dari semua sisi produk, sampai kredo yang ditampilkannya. Bahkan usut punya usut, tidak sedikit anggaran yang digelontorkan untuk suatu tim kreatif bakal suatu iklan yang benar-benar membekas pada kognisi dan menyentuh sisi rasa dari calon konsumen. 

Iklan tersebut disebar melalui suatu biro, dan mengisi seluruh ruang, baik melalui media massa cetak, eletronik, media digital, bahkan mengisi videotron, billboard pada tempat-tempat strategis di kota maupun di pedesaan. Barthes mengungkapkan dalam bukunya yang telah klasik A Roland Barthes Reader (1993); iklan adalah suatu sistem simbol (tanda atau penanda) baik bersifat kebahasaan maupun non-kebahasaan.

Dari sisi kebahasaan, iklan akan berusaha memunculkan tren bahasa, mengambil celah dalam stereotip yang berkembang pada suatu budaya. Iklan dapat menampilkan suatu dialek lokal untuk mencitrakan kedekatan produk itu dengan calon konsumen. Sementara dalam politik non-kebahasaan, pembuat iklan membuat suatu inovasi kreatif (creative inovation) yang diarahkan dalam relasi yang saling menguntungkan dengan norma-norma yang sudah berkembang kuat dalam masyarakat.

Iklan yang sukses atau kesuksesan sebuah iklan amat bergantung kelihaiannya membangun siasat secara mutualistik, dengan pranata-pranata atau institusi-institusi sosial yang ada. Misalnya, iklan dapat menggandeng tokoh berpengaruh untuk turut serta menjadi juru bicara produk tertentu.

Budaya Massa dan Konsumen Kreatif

Iklan dan media massa baik cetak, elektronik dan media digital akan perlahan menjadi institusi pembentuk budaya massa (popular culture). Pembentuk budaya bukan lagi para pujangga, cerdik cendikia atau para seniman yang menjadi rujukan, tapi citra yang dibentuk iklan dan media massa. Iklan menjadi salah satu pembentuk hegemoni baru bagi publik, selain kekuatan kekuasaan negara.

Iklan yang mendominasi beragam media, akan menjadikan dirinya sebagai mesin hasrat, mendorong massa untuk melakukan imitasi figuratif, peniruan berdasar rujukan iklan. Perlahan-lahan iklan akan membentuk para konsumen fanatik, yang kadangkala tidak lagi memperhitungkan aspek kegunaan dari suatu produk. Tapi lebih karena faktor-faktor trend dan memenuhi selera fashion.

Kualitas produksi bukan satu-satunya penentu seorang konsumen untuk memilih produk tersebut, tapi justru seberapa sukses tim marketingnya melakukan pencitraan produk barang atau layanan jasa yang dilakukan. Jelasnya, anda tetap saja mengkonsumsi makanan impor, karena telah menjadi trend, karena dibentuk iklan, padahal dari sisi kesehatan dan rasa jauh lebih nikmat makanan lokal. Pada akhirnya citralah yang menentukan suatu produk dipilih oleh konsumen, baik secara sadar atau karena dorongan trend. 

Pada akhirnya iklan dapat menjadi suatu alat transportasi massal yang bergerak tanpa rute yang diketahui oleh penumpangnya. Rute yang kian tak menentu. Seluruh objek yang bakal mungkin melintasi medan itu akan tergerus, bahkan sangat mungkin menjadi serpihan-serpihan yang tiada guna.

Sebagai misal, penggunaan popok pampers yang pada awalnya memanjakan kita pada kemudahan merawat bayi, kini melahirkan masalah lingkungan yang serius. Tanpa kita duga, konsumsi massal kita terhadap produk makanan olahan telah membawa kita pada makin tercemarnya tubuh kita dengan berkumpulnya zat-zat berbahaya.

Hegemoni iklan telah membentuk suatu relasi kuasa, di mana publik perlahan menjadi buih yang digerakkan dengan mudah. Iklan telah membentuk budaya massa yang tak mudah diubah. Budaya massa yang seakan menjadi dogma baru, bahkan otoritas agama sekalipun kadang-kadang takkan mampu meruntuhkan budaya massa tersebut. Ia ibarat air, ia mengisi semua titik terendah. Seperti angin ia akan mengisi ruang-ruang kosong. Begitu terus tanpa tahu kapan berakhirnya.

Oleh karena itu, tak ada jalan lain selain kita, sebagai konsumen harus benar-benar terus mencurigai ‘hasrat’ dalam diri kita. Sekaligus mencari budaya tanding yang dapat menjadi alternatif yang dapat kita produksi sendiri.

Setiap individu ataupun kelompok komunitas kritis harus terus melakukan kreasi baru sekaligus berupaya untuk memilih secara selektif apa yang dijajakan oleh iklan yang berputar disekeliling kita. Individu dan masyarakat harus mengaktifkan segala bentuk sensor diri secara aktif atas dominasi budaya massa. Suatu konsumen kreatif, yang tak tenggelam dalam arus budaya massa (popcult) yang teramat deras mendera masyarakat yang hidup di era big data, era silang sengkarut makna.

Murdianto An Nawie
Dosen Program Pascasarjana IAI Sunan Giri (INSURI) Ponorogo
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Harap-Harap Cemas Putusan MK pengujian Perubahan UU KPK

Sudah setahun lebih setelah UU No. 19 Tahun 2019 (perubahan UU KPK) disahkan dan bentuk penolakan pun masih senantiasa digulirkan. Salah satu bentuk penolakan...

Mereformulasi Pengaturan Hukum Mitigasi Bencana

Bencana alam seringkali tidak dapat diprediksikan. Dimana jenis bencana alam yang terjadi tersebut turut menimbulkan korban jiwa, kerugian materil ataupun kerugian imateril kepada masyarakat...

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Euforia Bahasa Arab

(Ilustrasi) Pameran busana tradisional Arab dalam Pekan Kebudayaan Saudi Arabia di Jakarta, Minggu (27/3). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean. Entah apa yang ada di dalam pikiran sejumlah...

Injil Muslim: Kontroversi Barnabas Revisited

Minggu ini saya mengajar topik "A Muslim Gospel" (Injil Muslim) dalam mata kuliah "Islam and Christian Theology". Saya menugaskan mahasiswa untuk membaca The Gospel...

Madinah, Tinjauan Historis

Yatsrib atau yang sekarang dikenal dengan nama Madinah merupakan salah satu daerah yang subur di Jazirah Arab pada masa itu. Penduduk Madinah sebelum Islam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.