Rabu, Maret 3, 2021

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah: Karya Nyata Untuk Bangsa

Climate Change dan Energi Bersih

Hari Bumi adalah sedikit ruang yang memberi kita kesempatan untuk merefleksikan kembali tentang nasib sebuah planet (bumi) yang selama ini menjadi "rumah" tempat kita...

Corona dan Omnibus Law Menghantui Kita

Setiap saat, termasuk di dinding linimasa media sosial. Kita menyaksikan orang-orang merasakan kepanikan dan epoche (Meminjam istilah Edmud Husserl sebagai filsuf fenomonologi)—atau penundaan tentang...

Ikan-Ikan yang Berenang ke Negeri Orang

Lebih dari tiga tahun menjabat, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berhasil menenggelamkan 363 kapal pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia dan menjadi media...

Kasus Prostitusi Online dan Penyebutan Nama Korban

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendapatkan berbagai pengaduan dari masyarakat tentang maraknya pemberitaan prostitusi online yang terjadi khususnya yang melibatkan artis. Protes...
Novianto Topit
Akrap di sapah Novry, Usia 26 Tahun, asli Kota Bitung, Sulawesi Utara, Lulusan IAIN Manado, Fakultas Tarbiyah, Jurusan PAI, Wakil Bendahara DPP IMM.

Tidak terasa IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) telah mengarungi perjalanan juangnya sampai pada usia yang ke – 55 Tahun Masehi, suatu perjuangan yang benar – benar panjang. Lebih dari setengah abad IMM memberikan kontribusinya kepada Bangsa.

Pada 14 April 2019, menutup segala rangkaian panjang kegiatan Milad IMM yang dilaksanakan mulai dari 14 Maret 2019 (tanggal kelahiran IMM), DPP IMM menyelenggarakan kegiatan penutup Milad IMM, kegiatan ini merupakan kegian inti yang digunakan untuk menginterpretasikan tema Milad IMM, yakni “Karya Nyata Untuk Bangsa”.

Dalam kegiatan penutup ini, DPP IMM Periode 2018 – 2020 me-launching beragam karya, dari Bidang IMMawati (Buku Pedoman IMMawati), Bidang Maritim dan Agraria (Miniatur Kapal Selam Tanpah Awak), Bidang Lingkungan Hidup (Bank Sampah), Bidan Seni Budaya dan Olahraga (Lagu Ciptaan PC IMM Metro) Dll.

Sekilas, kegiatan tersebut terlihat seperti ajang pamer – pamer karya saja, akan tetapi jika ditelaah dengan baik, kegiatan tersebut merupakan bukti awal dari keseriusan IMM, untuk memberikan karya nyata untuk bangsa Indonesia. Katakanlah, yang di launching itu, sebagai setoran awal, karena di periode ini IMM telah berkomitmen untuk lebih memperbanyak karya nyata.

Jelas, periode DPP IMM 2018 – 2020, yang masih menyisahkan waktu yang cukup panjang, memberikan ruang kepada DPP IMM untuk mengseriusi hal tersebut, dengan cara mendorong seluruh, komponen IMM, baik Dewan Pimpinan Daerah, bahkan sampai di tingkat Komisariat untuk memberikan karya nyata, IMM secara keseluruhan akan membuktikan komitmen kebangsaan tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang merupakan eksponen Muhammadiyah yang bergerak dalam ruang lingkup kemahasiswaan, dengan trilogi keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan, sungguh, merupakan suatu hal yang penting untuk memberikan kontribusi “Karya Nyata Untuk Bangsa”, hal tersebut juga bergunah untuk membantah ungkapan, bahwa Mahasiswa hanya bisa melakukan kritik kepada Pemerintah, sebagai pembuktian bahwa Mahasiswa tidak hanya bisa melakukan kritik kepada Pemerintah, maka “Karya Nyata Untuk Bangsa” adalah jawabannya.

“Karya Nyata Untuk Bangsa” ini, sejatinya hanyalah rekonstruksi dari pada gerakan progresif Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Harapan yang besar bahwa dengan adanya karya nyata dari kader – kader IMM, bisa menjawab segala macam problematika yang dihadapi bangsa Indonesia.

IMM sebagai eksponen Muhammadiyah, bukanlah Organisasi yang hanya berdiam diri (stagnasi), kemudian membangga – banggakan torehan Muhammadiyah. Dengan memamerkan kekayaan kontribusi Muhammadiyah kepada bangsa, seperti ribuan amal usaha, seperti universitas, sekolah, rumah sakit, panti asuhan. Dll.

Atau merasa cukup, dengan ratusan kader Alumni IMM yang telah menjadi tokoh bangsa, baik di bidang akademis seperti menjadi Dosen, Guru, Penulis, atau di bidang sosial, menjadi pejabat pemerintahan, anggota parpol, dan sebagainya.

Sepertinya, yang demikian itu bukanlah watak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. IMM yang memegang teguh slogan Fastabiqhul Qhoirat sangat menjunjung tinggi prinsip pergerakan. IMM sadar bahwa Organisasi Kemahasiswaan yang lain juga senantiasa melakukan pergerakan, sehingga dalam nuansa perlombaan IMM senantiasa mengasah progresifitasnya.

Progresif, maju, bergerak merupakan sebuah kalimat yang harus di wujudkan oleh seluruh komponen IMM, agar IMM tidak tergolong Organisasi Kemahasiswaan yang merugi. Karena bagi IMM merupakan hal yang riskan apa bila IMM mengalami ketertinggalan.

Bagaimana tidak, IMM yang sejatinya mewarisi misi tajdid (pembaharuan) Muhammadiyah, kemudian mengalami stagnasi, sangat jauh dari kultur intelektual IMM. IMM sebagai kompetensi intelektualisme, menuntut kadernya untuk memiliki wawasan, pengetahuan yang luas, gunah menciptakan solusi untuk problematika religiusitas, dan humanitas.

Dalam suatu teori “Karya Nyata Untuk Bangsa” dapat dikatakan bahwa, gerakan IMM “pada mulanya adalah pengetahuan, dari pengetahun menjadi suatu karya (alat yang berguna), dari karya itulah tercipta sebuah solusi konkret untuk bangsa”.

Kiranya dengan adanya teori di atas, dapat mempertegas tujuan IMM yang menjadikan misi “Karya Nyata Untuk Bangsa”, sebagai kompas IMM ke depan.

Ketua Umum DPP IMM, Najih Prastyo dalam beberapa Pidatonya, menegaskan bahwa “kader IMM harus senantiasa memberikan solusi kepada bangsa, sebagai cara kader IMM harus meningkatjan peran, menghadirkan rumusan, untuk jalan keluar problematika bangsa”

Jelas, Najih Prastyo kader IMM yang di berikan amanah mayoritas kader IMM menginginkan terciptanya progresifitas IMM, di periode IMM kepemimpinannya ini.

Secara sederhana, apa yang dikatakan oleh Najih Prastyo dengan kapasitasnya sebagai ketua Umum DPP IMM, baik untuk di renungi, dan di implementasikan oleh seluruh kader IMM.

Tiga kata kunci dalam pesan Najih Prastyo adalah, (1). Memberikan solusi, artinya setiap permasalahan baik secara internal dalam ber-Muhammadiyah, atau eksternal kehidupan, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, kader IMM senantiasa memberikan jalan keluar dari permasalahan, (2).

Meningkatkan Peran, artinya keder IMM tidak hanya menjadi pendorong, atau pelengkap, tapi kader IMM harus berada di depan garis perjuangan, (3). Menghadirkan Rumusan, kader IMM harus memberikan solusi nyata, baik dengan pemikiran, ataupun karya nyata.

Dengan semangat memberikan solusi, penulis sebagai salah satu kader penggerak IMM, berharap kader IMM lainnya untuk terdorong dan mendorong lingkungan sekitarnya untuk senantiasa menghadirkan karya nyata, untuk mendorong progresifitas Bangsa Indonesia.

Kader IMM tidak boleh hanya jadi penikmat karya, menjadi Kader IMM berarti siap memberikan “Karya Nyata Untuk Bangsa”.

Novianto Topit
Akrap di sapah Novry, Usia 26 Tahun, asli Kota Bitung, Sulawesi Utara, Lulusan IAIN Manado, Fakultas Tarbiyah, Jurusan PAI, Wakil Bendahara DPP IMM.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.