Minggu, Maret 7, 2021

Ihwal Polisi Cianjur yang Dibakar

Rekonstruksi Regulasi Dana Kampanye

Terdapat dua asas yang mendasari pengaturan dana kampanye, yaitu asas transparansi dan keadilan. Masing-masing dari kedua asas tersebut memiliki orientasi dan out put yang...

Peluang TKI Meningkatkan Remitansi Dari Industri Kreatif

Berharap Sukses di Luar NegeriBanyak orang Indonesia yang berharap dapat meraup kesuksesan dengan jalan bekerja di luar negeri. Jumlah orang Indonesia yang bekerja ke...

Golan dan Babak Baru Ketegangan Timur Tengah

Lagi-lagi Donald Trump datang membawa “kejutan” baru bagi masyarakat internasional, terlebih bagi peta politik Timur Tengah terkait dengan pengakuan resminya terhadap Dataran Tinggi Golan...

Lupakan Adu Tagar, Kita Lihat Program Capres 2019

Pemilihan umum presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan pada tahun 2019. Secara konstitusional pemilu diatur dalam pasal 22E Undang-Undang Dasar 1945 sedangkan pilpres dan...
Hascaryo Pramudibyanto
Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi pada FHISIP Universitas Terbuka

Geram sekali rasanya ketika membaca berita tentang jatuhnya korban dari pihak polisi akibat tubuhnya terbakar saat mengamankan demonstrasi di wilayah Cianjur. Begitu mudahnya pendemo menyiramkan minyak penyulut api, seperti penjelasan aparat keamanan setempat.

Sedih, cemas, lemas, sekaligus memberontak ketika mendengar kabar ini sebab jika memang benar pelakunya adalah kelompok terpelajar, maka yang patut dipertanyakan adalah latar belakang moralnya. Pedas memang, istilah yang digunakan, yaitu moral.

Berangkat dari nilai moral, kita semua tahu bahwa sikap dan perilaku seseorang mulai terbentuk. Tanpa bermaksud menyalahkan orang tua atau lingkungan pendidikannya, yang jelas aspek perilaku pelakunya patut dipertanyakan. Dan hukuman harus diberikan kepada pelakunya, entah karena sengaja maupun tak sengaja.

Untuk keluarga pelaku, silakan dipikir dan dibayangkan baik-baik bahwa setelah kejadian ini paling tidak ada empat tulang punggung keluarga yang terganggu kondisi fisiknya! Ada empat keluarga yang mungkin sudah punya istri dan anak.

Ada empat keluarga yang harus mondar-mandir ke rumah sakit mengantri obat, menunggu pemeriksaan dokter, bersandar lemas di balik pintu ruang operasi, menitipkan anak pada tetangga, dan segala kerepotan lain-yang pasti tidak mau Anda lakukan.

Kekecewaan yang luar biasa mendalam, sangat dirasakan oleh mereka, keluarga Bhayangkara. Inikah bentuk penghargaan kita, tanda hormat kita, dan semua apresiasi yang patut mereka terima?

Jika ada empat orang tangguh yang kemudian punya kecacatan fisik tetap, bersediakah Anda menggantikannya untuk mencari nafkah untuk keluarganya? Untuk mendidik, membentuk kedisiplinan, dan punya sikap tegas dalam membela lingkungan kita, negara ini sudah mengeluarkan banyak biaya. Bersediakah Anda mengganti biaya pendidikan dan pelatihan mereka hingga bisa setangguh ini?

Tak perlu Anda menjawabnya sebab pasti Anda menolaknya. Utamanya jika Anda diminta menggantikan perasaan sakit hatinya isteri dan anak-anak pejuang Bhayangkara ini ketika tak bisa lagi mengantarkan isteri bekerja, menunggui anak sekolah hingga masa kuliah dan memandang keturunannya.

Semua itu tak bisa dihitung nilainya, dan Anda tak mampu menggantikannya. Mereka hanya bisa menelan ludah memendam kecewa, sedih, marah, dan murka. Moral siapa yang harus diperbaiki?

Hascaryo Pramudibyanto
Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi pada FHISIP Universitas Terbuka
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Rock and Roll, Budaya yang Terusir

Penyebaran virus Rock and roll tidak hanya datang dari radio luar negeri, tapi juga dari rekaman piringan hitam yang dibawa dari luar negeri dan...

Cantik Hemat dari Dapur

Cantik adalah impian bagi setiap perempuan. Sejak umat manusia tercipta, kecantikan menjadi sebuah patok keindahan. Terbukti dari kisah dua orang putra nabi Adam yang...

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Serial Non-Muslim Bisa Masuk Surga. Siapa Mereka?

Apa pendapat para ulama dan cendekiawan dulu dan sekarang tentang keselamatan penganut agama-agama selain syariat Nabi Muhammad Saw? Apakah orang yang biasa disebut “non-Muslim”...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.