Minggu, Februari 28, 2021

Hoaks dan Arus Menuju Negara Gagal

Berpura-Pura Dalam Kenyataan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pura-pura berarti tidak sebenarnya. Atau dalam dalam kontek umum pura-pura berarti Bohong.Saya sependapat dari Almarhum Didi Petet. "Akting itu...

Pasar Monopoli dan Etika Pasar Bebas

Pasar merupakan salah satu tempat bertemunya semua pihak-pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Salah satu aktivitas ekonomi dapat terlihat dalam pasar, dimana bertemunya antara penjual...

Bisnis Dan Etika Dalam Dunia Modern

Sebelum membahas secara luas mengenai bisnis dan etika dalam dunia modern, sebaiknya kita perlu kupas makna-makna dari tema tersebut, apa arti bisnis itu sendiri...

Fungsi Struktural Penyaring Mafia Tanah

Mafia tanah di Bali semakin brutal dan harus segera dibasmi untuk menghentikan kerugian dan tidak ditiru oleh calon-calon penjahat. Ketidakpercayaan pada fungsi struktural sedang...
Siti Heni Rohamna
Mahasiswi Pendidikan Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Aktif dalam Lembaga Pers Mahasiswa Institut UIN Jakarta, telah dikukuhkan sebagai Duta Damai Dunia Maya Provinsi Banten dan Juru Bicara Pancasila Wilayah Jabodetabek, Aktivis Komunitas Bela Indonesia Nasional

Masih segar dalam ingatan kita hingar bingar Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu yang diwarnai dengan pelbagai kasus ujaran kebencian. Kontestasi politik ganas kala itu melahirkan dampak yang signifikan.

Hal itu tak lepas dari kompetisi politik yang berlarut-larut. Agitasi bermuatan suku, agama, ras, dan antar golongan(SARA) kian dilancarkan oleh kalangan penyebar berita hoaks. Konkritnya, hoaks akan sukses jika terjadi mobilisasi fitnah dan kebencian.

Memasuki post truth era—yang ditandai dengan leburnya kebenaran dan kepalsuan, berita hoaks semakin merebak di pelbagai platform media. Kasus sindikat Saracen misalnya, mengunggah berita (SARA) melalui grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.com. Beredarnya berita hoaks ini yang digunakan sebagai sarana warganet menyebarkan melalui akun pribadinya.

Ditinjau dari kacamata psikologis, menurut Respati (2017) orang akan mudah percaya jika informasi yang diterima sesuai dengan sikap dan opini yang diinginkan. Terperangkap dalam kondisi semacam ini membuat jiwa seseorang mudah menyebarkan berita hoaks tanpa melakukan konfirmasi. Afirmasi tentang berita hoaks yang telah diyakini pun semakin parah jika seseorang memiliki kemampuan yang minim dalam proses verifikasi kebenaran.

Survei yang dirilis Masyarakat Telematika Indonesia misalnya, melahirkan temuan mengejutkan tentang platform yang digunakan sebagai lahan basah penyebaran berita hoaks. Dari 1.116 responden, 92,4 persen dari mereka mengaku paling sering menemui berita hoaks di media sosial.

Selain itu, 62,8 persen responden mengaku sering menerima berita hoaks dari aplikasi pesan singkat seperti Line, WhatsApp atau Telegram. Ironisnya, sebanyak 91,8 persen menyatakan jenis berita hoaks mengenai sosial-politik—baik mengenai Pilkada atau pemerintah—termasuk jenis yang paling sering ditemui.

Selain media sosial, rupanya portal berita juga dijadikan lahan basah penyebaran hoaks. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300.

Fakta tersebut sejatinya bisa digunakan warganet sebagai otokritik untuk tetap melakukan verifikasi. Kredibilitas dari portal berita yang dibaca pun perlu diperhitungkan agar tidak mudah tersandung berita hoaks.

Problematika hoaks yang semakin merajalela ini tak bisa dipandang sebelah mata. Hingga 2016 lalu, tercatat sekitar 773.000 situs diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pemblokiran ini dapat dijadikan indikasi bahwa situs hoaks masih beredar bebas. Meskipun beberapa situs telah diblokir, dan beberapa pelaku hoaks telah ditangkap.

Tetap saja penangkapan pelaku penyebaran hoaks tidak sebanding dengan maraknya pemberitaan hoaks. Tindakan preventif pun kiranya perlu untuk dilakukankan oleh pelbagai pihak. Pemerintah dapat mengambil langkah dengan melakukan pengetatan terhadap situs berita yang beredar di masyarakat. Dengan posisi yang dimiliki, seharusnya pemerintah bisa melakukan lobbying dan memutus rantai penyebaran hoaks.

Lebih lanjut, interaksi langsung dengan masyarakat pun dapat dilakukan aparat pemerintah. Bisa jadi masyarakat mudah percaya dengan berita hoaks lantaran kurangnya literasi digital yang diberikan oleh aparat pemerintah. Konkritnya, pemerintah bisa mengadakan forum-forum diskusi terkait penangkalan hoaks dan membuat komunitas anti hoaks.

Tidak hanya itu, masyarakat juga harus mengisi pemberitaan yang beredar dengan konten-konten positif. Jika hoaks bisa disuarakan melalui platform media, seharusnya penyebaran konten positif yang sifatnya anti hoaks juga memiliki peluang yang sama.

Terakhir, Daron Acemoglu dan James A. Robinson dalam Why Nation Fail (2012) berasumsi bahwa kesenjangan, jumlah pendapatan perkapita, dan kekuasaan yang otoriter termasuk indikasi menuju negara gagal. Dalam konteks Indonesia, selayaknya ujaran kebencian dan hoaks menjadi indikasi yang patut diperhatikan lantaran hal tersebut bisa merusak dan memecah belah tenun-tenun kebinekaan.

Siti Heni Rohamna
Mahasiswi Pendidikan Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Aktif dalam Lembaga Pers Mahasiswa Institut UIN Jakarta, telah dikukuhkan sebagai Duta Damai Dunia Maya Provinsi Banten dan Juru Bicara Pancasila Wilayah Jabodetabek, Aktivis Komunitas Bela Indonesia Nasional
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.